Mati Surinya “Indonesia Maharddhika”

0
162
Indonesia Maharddika
Indonesia Maharddika

Pengaransemenan ulang karya Guruh Soekarnoputra

GuruhGipsy
Guruh Gipsy

Empat dekade yang lalu, Roni Harahap bersama Guruh Soekarnoputra merobek ‘peraturan’ bagaimana meramu sebuah musik. Tanpa disadari ada sekat bernama “genre” yang mengatur bagaimana seseorang harus bermain.

Tiba-tiba duo ini menghasilkan sebuah mahakarya bertajuk “Indonesia Maharddhika”. Ketika itu, komposisi keduanya bisa dikatakan sebuah sikap yang menyebabkan pergolakan dalam industri musik.

Karena Guruh dan Roni, bukan sekadar menciptakan aransemen musik, melainkan sebuah dialektika antara musik barat dan musik timur.

Alhasil terciptalah sebuah komposisi yang kini disebut genre rock progresif/psycadelic. “ Indonesia Maharddhika” pun menjadi sebuah manuskrip yang bercerita tentang perjalanan musik nusantara.

Manuskrip ini diabadikan oleh Guruh ke dalam album Guruh Gypsy [1976]. Empat puluh tahun setelahnya, sekumpulan seniman dan musisi berkumpul untuk menyerukan sekali lagi Indonesia Mahardhika di masa kini.

Ada sepuluh tembang yang akan dikemas ke dalam sebuah album berdurasi dua jam. Album kompilasi ini rencananya, akan diberi nama sesuai dengan single pertama dalam album Guruh Gypsy “Indonesia Maharddhika”. Menggabungkan dua bilah kutub, musisi veteran dan musisi muda album ini diproyeksi akan penuh dengan corak warna seperti aurora.

Iwan Hasan yang bertindak sebagai produser menggandeng Keenan Nasution, Rick Wakeman, dan Indra Lesmana untuk mengaransemen ulang “Indonesia Maharddhika”. Rick Wakeman dan Indra diplot untuk berkolaborasi mengisi synth moog, seperti yang digunakan juga oleh Guruh dan Roni.

Selain mereka bertiga, ada juga musisi lain yang ikut bekerja dalam proyek ini, seperti Cockpit, KadriJimmo, Once, Andi /rif, Discus, bersirobok dengan Imanissimo, Van Java, The Miracle, In Memoriam, Atmosfera, Marcell, dan Vantasma

Para seniman dan musisi yang berada di belakangnya menjanjikan jika “Indonesia Maharddhika” era ini juga akan kental dengan atmosfer musik modern, musik klasik, dan etnik. Mereka akan meramu sebuah album yang penuh cita rasa, mulai dari gamelan ke instrumen mutakhir, jazz, rock, symphonic prog hingga prog metal.

Lewat album ini mereka berharap publik akan mendapatkan gambaran perihal dunia musik di era ini.

Sampai sejauh ini belum ada tanggal pasti kapan Iwan Hasan dkk akan merampungkan album “Indonesia Maharddhika”. So, keep calm and hear rock music! « [teks @HaabibOnta | foto rudolfdethu.com | kover FB Indonesia Maharddhika]

Also read:
Lagu Tohpati untuk Mekkah
Album Solo Pertama Roy Jeconiah

SHARE