Negeri Tanpa Telinga Seorang Tukang Pijat

0
108

Negeri Tanpa Telinga, petaka seorang tukang pijat

negeri-tanpa-telingaApa jadinya jika seorang tukang pijat mendengar apa yang seharusnya tidak ia dengar? Itu terjadi pada seorang tukang pijat bernama Naga [T. Rifnu Wikana]. Pria ini hanya bermaksud mengerjakan tugasnya dengan benar, mendeteksi penyakit pasien dan mengobatinya dengan pijatan di titik tertentu. Ini adalah alur cerita yang terdapat dalam film berjudul Negeri Tanpa Telinga.

Tapi semua itu berubah ketika ia menjadi tukang pijat langganan orang-orang penting yang tak menghiraukan keberadaannya. Naga mulai mendegarkan rencana-rencana busuk. Ambisi kekuasaan, penyelewengan dana, transaksi gelap, skandal seks, hingga trik-trik licik yang dilakukan para elit politik.

Siapa saja orang-orang yang terlibat dalam permainan politik tersebut? Salah satunya dalah Ustadz Etawa [Lukman Sardi]. Seorang ketua Partai Amal Syurga. Ia telah merencanakan sebuah konspirasi besar, bekerja sama dengan importir daging domba. Ia berusaha memanipulasi uang negara untuk keuntungan partainya.

Selama ini, partainya dikenal sebagai partai yang religius. Selalu menggunakan simblo-simbol agama, namun kenyataannya, apa yang terjadi berkebalikan dari kenyataannya. Di sisi lain ada peran Piton [Ray Sahetapy] sebagai ketua Partai Martobat juga ikut andil dalam intrik politik di film ini.

Piton sangat berambisi untuk menjadi presiden. Karena ambisinya itu, ia menggunakan segala cara untuk mendapatkan dana sebanyak-banyaknya, dengan menggunakan pengaruhnya di dalam parlemen. Di sisi Piton, ada seorang gadis cantik bernama Tikis Queenta [Kelly Tandiono], yang siap sedia berperan sebagai pelobi ulung.

Cara lobi seperti apakah yang kerap dilakukan oleh gadis berkaki jenjang itu? Tentu saja segala cara, termasuk dengan transaksi seks. Sekilas terdengar menyeramkan, namun Tikis dengan mudah melakukan aksinya. Ia bisa masuk ke semua lini parlemen dan orang-orang partai, guna mendapatkan simpatisan untuk Piton.

Negeri Tanpa TelingaDi balik kedua rencana partai tersebut dan telinga Naga yang terlanjur mengetahui semuanya, hadir sebuah lembaga bernama Kapak. Kapak merupakan sebuah lembaga pemberantasan korupsi yang memang sudah mencium rekam jejak kedua partai sejak lama.

Tidak hanya itu, film multi-plot ini bertambah rumit dengan hadirnya seorang pembawa berita bernama Chika Cemani [Jenny Zhang], yang mengendus aktivitas kedua partai tersebut. Ia melakukan investigasi lewat berbagai narasumber, untuk membongkar konspirasi yang merugikan bangsa dan rakyat itu.

Naga yang merasa tersiksa karena tak bisa berbuat apa-apa akhirnya memilih jalan pintas untuk dirinya sendiri. Ia datang ke dokter Sangkakala [Landung Simatupang]. Ia meminta dokter itu merusak gendang telinganya agar tidak bisa lagi mendengar suara-suara yang menyakitkan hatinya itu.

Telinga penting bagi cara berpikir dan kebeningan nurani. Tetapi ia menjadi indra yang menyakitkan ketika mendengar sebuah kebenaran yang berhadapan dengan nati nurani.

Terdengar berat? “Jangan dinilai dari judulnya dulu,” kata Lola Amaria, sang sutradara sekaligus produser film ini. Ia mengatakan, mungkin terlihat atau terdengar berat. Namun kenyataannya, film ini dikemas dalam sebuah drama komedi satir. Kita akan sama-sama bisa menertawakan apa yang terjadi di sekitar kita.

Film ini terinspirasi dari kisah-kisah nyata yang terjadi di Indonesia. Seputar kekuasaan, politik, skandal dan juga korupsi. Lola berharap film ini dapat menjadi karya yang baik dan dinikmati banyak penggemar film Indonesia.

Mau tahu seperti apa akhir dari pengalaman sang tukang pijat? Film ini, rencananya akan tayang pada 14 Agustus 2014 mendatang di bioskop-bioskop di Indonesia. « [teks @nandiyanti | foto @bagusdimsum]

Sophia Muller

SHARE