Kelly Tandiono, Sang Pelobi Cantik

0
420
kelly tandiono

Yang dilobi Kelly Tandiono kebanyakan pria

Kelly TandionoModel cantik Kelly Tandiono kembali berakting di film layar lebar. Setelah bermain di film Street Society, kini Kelly Tandiono akan mencoba peran yang lebih menantang lagi.

Ia bermain dalam film besutan Lola Amaria berjudul Negeri Tanpa Telinga [NTT].

Di NTT, Kelly berperan sebagai Tikis Queenta, seorang perempuan yang berperan sebagai pelobi ulung, dalam lingkaran politik sebuah partai politik.

Kelly, di sini akan memainkan karakter yang pemberani dan akan melakukan apa seja demi mendapatkan apa yang diinginkannya, termasuk dengan cara melakukan skandal seks.

Menurut Lola Amaria, sang sutradara, ia telah melakukan riset dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga yakin dengan masing-masing karakter yang ada di film tersebut. Termasuk dengan karakter yang diperankan Kelly.

Menurut Lola, tokoh tersebut terinspirasi dari realita yang terjadi di sekitar. Bahkan, kenyataannya jauh lebih buruk dari peran Tikis Queenta.

Kelly, sebagai pemeran tokoh tersebut pun menyerukan hal yang sama. Meski mengaku tidak terlalu banyak tahu tentang skandal yang terjadi dalam kehidupan politik tanah air, namun ia yakin perannya ini tidak ada apa-apanya dibanding kenyataan.

”Kalau sudah di luar-luar [film] itu sih aku nggak tahu banget ya. Cuma emang bener sih, the one you see now [di film], the outside emang lebih worse lagi,” ujar perempuan berdarah Tionghoa ini, saat dijumpai beberapa waktu lalu.

Menurutnya, meski tidak secara gamblang, tapi film ini memberi pengetahuan tentang apa yang sebenarnya terjadi di sekitar. Tanpa bahasa yang berat, film ini dikemasi dalam sebuah drama komedi satir. Yang akan membuat penontonnya memahami namun sekaligus menertawakan hal-hal yang terkandung di dalamnya.

”Film ini just to give you awareness on what’s happening aja, walaupun nggak semua to the poin dikasih lihat, tapi basic-nya, you can understand. Not trying actually to make people think that is untuk ngejekin siapa ‘kan. Tapi supaya orang belajar jangan kayak ‘gitu,” ungkap dara kelahiran Singapura, 28 Oktober 1986 ini mengenai garis besar isi makna film barunya tersebut.

Kelly merasa tertantang untuk bisa bermain mulus di sini. Bagaimana tidak, karena ia dituntut profesional, meski harus melakukan adegan-adegan panas. “Saya ‘kan ceritanya memang harus melobi beberapa laki-laki untuk mendapatkan apa yang saya mau. Jadi yang sex scene dan yang begitu-begitu aku bilang tantangannya lumayan susah sih. Cuma ya aku belajar. I just remind my self, ini sebuah pelajaran dan tantangan sebagai seorang actress,” katanya.

Film yang akan rilis pada 14 Agsutus 2014 itu memang bercerita tentang politik yang bergejolak, intrik korupsi atas nama partai dan juga skandal demi kepentingan pribagi yang dilakukan para elit politik. Meski terdengar berat, namun film ini dapat menjadi sarana hiburan bagi Anda yang memahami kondisi politik yang terjadi di Indonesia.

Dan bagi Kelly, bisa ikut bergabung di film ini adalah suatu kebanggaan tersendiri. Salah satu hal yang ia banggakan adalah dapat beradu akting dengan aktor senior Ray Sahetapy. Meski harus melakukan adegan menantang alias sex scene, namun Kelly mengaku mendapat banyak pelajaran dari film ini.

“Paling deg-degan beradegan sama Oom Ray, karena dia udah senior banget ‘kan. Dan aku harus main sama dia. Cuma pada akhirnya, dia jadi ngajarin aku. I have a lot of points from him dan aku dapat feed back. Jadi aku malah seneng. Jadinya ngajak latihan terus, karena banyak adegannya, bukan scene itu [seks-red] aja. Jadi bisa belajar banyak,” ujarnya.

Mau tahu seperti apa aksi Kelly di film tersebut? Tunggu sampai 14 Agustus dan saksikan bagaimana Kelly, Ray Sahetapy, serta pendukung lain, seperti Lukman Sardi, Tanta Ginting, dan sejumlah pemain lainnya menyentil kehidupan politik yang terinspirasi dari kenyataan di tanah air. « [teks @nandiyanti | foto @bagusdimsum]

SHARE