Ade Fitria Sechan, Baju, dan Berlin

0
2084

Ade Fitria bicara tentang aktifitas dan kota favorit

Ade Fitria Sechan dan Sandhy SondoroBerbincang dengan Ade Fitria Sechan serasa seperti berbincang dengan kawan lama. Istri dari Sandhy Sondoro ini, selain manis, ternyata juga seorang wanita yang ramah. Setiap kisah yang ia tuturkan -mulai dari Jumma Kids hingga liburan di taman Berlin- mengalir dengan menyenangkan.

Dalam kesempatan bincang-bincang dengan Ghiboo, pada Kamis lalu, perempuan yang kini lebih segar dengan potongan rambut pendek ini datang bersama sang suami.

Mengenakan busana kasual, kedua sejoli yang telah dikaruniai seorang anak ini tetap terlihat mesra dan kompak, seolah begitu kental chemistry di antara mereka berdua.

Nah, G-Readers, ingin tahu kisah-kisah yang dituturkan oleh mantan presenter pada era 90-an ini? Simak perbincangannya berikut:

sekarang kabarnya sedang fokus di clothing line untuk anak [Jumma Kids], sejak kapan sih?
Awalnya kan’ founder dari Jumma Kids ini saudara aku yang tinggal di Bandung. Setelah beberapa kali berhubungan sama mereka, aku ditanya, mau nggak ikutan kerja. Untuk aku sih, ya why not kerja di rumah sambil ngurus anak

[Jumma Kids yang mulai dibuat pada September 2013 tersebut merupakan sebuah lini busana untuk anak-anak yang cukup nyaman dengan desain yang unik dan keren, harga terjangkau. Pemilihan nama Jumma didasarkan pada kemudahan kata tersebut untuk didengarkan, dilafalkan, dan diingat untuk sebuah brand].

pangsa pasar dari Jumma Kids ini, anak usia berapa?
Dari sembilan bulan, hingga tujuh tahun.

Tapi Jumma Kids hanya menyediakan kaos saja ya. Jadi desainnya nggak terlalu kiddy ataupun girly. Konsep kita T-shirt with cool print. Namun memang ada rencana buat mengembangkan desain untuk celana, sweater, dll.

promonya paling gencar di mana?
Kita berjualan online melalui Twitter, Facebook dan Instagram. Tapi cuma di Instagram aja udah ok lho [saat ini follower dari @jummakids mencapai 10.000 dalam kurun waktu enam bulan].

Jadi untuk konsep toko Jumma Kids ini, paling hanya ada di Bandung, atau bazaar-bazaar tertentu seperti di PVJ misalnya. Kalau untuk Jakarta, kita belum punya toko khusus, tapi Jumma Kids tersedia kok di Goods Dept.

Ade Fitria Sechantadi kan’ cerita kalau selain mengurus Jumma Kids, Ade juga sibuk mengurus anak. anak-anaknya umur berapa sih?
Yang paling gede, Raafi, umurnya sekarang sepuluh tahun, yang cewek, Kiandra, umurnya tujuh tahun, dan yang paling kecil, Aeshan, itu sekarang enam belas bulan.

kan Sandhy sibuk menyanyi, gimana cara ngaturnya biar bisa beraktifitas bareng-bareng?
Sesibuk-sibuknya Sandhy sih, dia tetep meluangkan waktu buat keluarga. Cuma kalau dia lagi sibuk banget [dengan proyek musik], kita yang ke studio. Anak kedua dan ketiga saya memang suka banget sama musik, so they enjoy it. Kalau yang pertama, dia sukanya main game, atau main sama teman-temannya dan anaknya Sarah [Rajata].

Tapi kalau lagi nggak main ke studio, paling sih nonton sama anak-anak. Sebenarnya aku sih lebih suka ngajak anak piknik ke taman, sayangnya di sini, untuk piknik di taman yang bagus aja harus bayar, dan macet pula untuk bisa ke sana. Kalaupun ada yang free, biasanya nggak aman, kayak ayunannya keropos, atau udah berkarat.

[menghela nafas] nah, beberapa waktu yang lalu kita sekeluarga kan sempet liburan ke Jerman selama dua minggu [Jerman adalah kampung halaman kedua Sandhy karena penyanyi ini sempat tinggal selama 16 tahun di sana]. Di sana hampir tiap hari deh kita ke taman, bawa makanan, tidur di atas selimut. Mainan-mainannya selain aman karena terbuat dari kayu, bentuknya juga macem-macem dan gede-gede banget.

wah, asyik banget deh. waktu di Jerman kemarin, ngomong-ngomong, ke kota mana aja?
Kita sih cuma ke Berlin aja, sekalian Sandhy bernostalgia, ketemu teman-teman dia. Selain itu Sandhy juga nunjukkin tempat-tempat “ngamen” dia waktu masih di Berlin dulu. Anak pertama dan keduaku kan, dari pernikahan sebelumnya.

Jadi [perjalanan] ini seperti lebih mengenalkan anak-anak kepada Sandhy, dan juga memperkenalkan anak-anakku sama negara luar. Aku sih ada keinginan untuk menyekolahkan anak-anak di luar negeri.

Ade Fitria Sechan [kendati Raafi dan Kiandra merupakan buah pernikahan Ade dengan suaminya terdahulu, tetapi kedua anak ini dekat dengan Sandhy. Pelantun lagu “Sabtu Minggu” itu pun juga sangat dekat dan sayang kepada mereka berdua]

hmm, soalnya, kuliah di luar lebih murah, hanya biaya hidupnya saja ya yang cukup mahal…
Masalah biaya hidup sih, sebenarnya tergantung kita kok. Kayak waktu saya di New York dulu, saya sekolah sekalian kerja di sana. Jadi nggak bergantung pada kiriman dari orang tua. Mau dollar naik atau turun, ya nggak masalah…

Waktu kita liburan ke Berlin kemarin, bisa lho [biayanya] murah meriah. Kita memang nggak ke permainan anak yang heboh, paling ya ke taman aja. Makan berlima pun cuma habis sepuluh euro [sekitar enam puluh hingga tujuh puluh rupiah]. Murah banget kan, sama kayak di sini. Hanya saja warung di Berlin bersih [tertawa].

kalau boleh tahu, dulu tinggal di New York berapa lama?
Aku di sana dari SD sampai SMA, terus pindah ke Jakarta. Tapi setelah itu balik lagi ke sana untuk kerja, selama tiga tahunan, di perusahaan diesel dan butik. Jadi yah, aku lumayan tahu pasar dari baju-baju, serta fashion.

sempet tinggal di kota/negara mana aja, sih? dan mana yang paling favorit?
Aku sempet tinggal di London, Pennsylvania, dan New York. Aku kurang nyaman di Pennsylvania, karena it’s too small. Dan secara pribadi nggak suka di London karena orang-orangnya dingin dan rasis. Muka aku kan hampir kayak orang Pakistan, jadi aku sering dipanggil “hey, Pakist!”.

There’s nothing wrong with being Pakistani, tapi ya rasis aja manggil dengan suku gitu, semisal yang anak-anak dari Jepang, dijuluki, “Japs”, atau yang dari China, diberi julukan “Chine”. I felt a lot of racism there.

Sementara itu, aku bener-bener seneng tinggal di New York. Mereka memang speak loud [suka bicara dengan berteriak], tapi orang-orangnya nggak rasis. Cuma emang for loving New York, you have to be such New-Yorker. Beberapa orang mungkin nggak nyaman tinggal di New York, kayak orang-orang yang terbiasa tinggal di San Francisco misalnya.

Nah, Berlin itu, mirip-mirip deh sama New York.

Ade Fitria Sechan oh ya, sekarang ini, Ade ada kesibukan lain selain mengurus anak dan Jumma Kids?
Nggak ada, karena aku nggak berani meninggalkan anak-anak. Di rumah emang ada asisten rumah tangga, tetapi cuma untuk bantu-bantu aja. Yang masak, mengurus Aeshan, tetap aku. Kecuali kayak sekarang ini, soalnya kalau bawa Aeshan, dia suka nggak bisa diam [seraya menirukan suara-suara bayi ala Aeshan].

Aeshan ini, suka musik. Pernah kan nemenin Ayahnya [latihan menyanyi]. Waktu ayahnya lagi diem, dia ambil mic, sambil menyanyi tatata…tatata. Denger suara drum pun, dia langsung joged lho.

Kalau Kiandra sendiri, dia anaknya cenderung nyeni. She is a dreamer, suka nge-dance dan mimicin’ juga. Setiap kali lihat ayahnya nyanyi, dia selalu kepingin. Tapi Keandra ini sensitif banget anaknya. Kalau dia nonton plesetannya Sandy Sondoro, dia suka marah, dan bilang “aku nggak suka mereka ngomong begini”.

Terus, dia nangis lho, waktu liat video klip “Tak Pernah Padam” [lagu ini khusus dibuat Sandhy untuk Ade]. ‘Kan di sana, aku jadi model video klip, dan ceritanya aku ninggalin Sandhy. Dia takut, dan bilang “aku nggak mau liat mama pergi ninggalin Ayah…”. Semenjak saat itu, dia nggak mau lihat video klip itu lagi.

kalau suatu saat anak-anak pengen masuk dunia hiburan, dibolehin, nggak?
Kita nggak memaksa anak-anak untuk jadi artis. Sekarang kan, banyak ya anak seniman yang nongol di televisi, jadi artis, tapi nih apa sih [tidak jelas fokus dan bakat mereka]. Sandhy penginnya, kalau anak-anak memang nanti pengin jadi penyanyi, ya fokus.

Hang out with musician, cari tahu banyak tentang dunia musik, dan jangan les, karena kalau les, kita bakal terlalu berpatokan sama guru dan nggak punya ciri khas. Belajar piano dan gitar juga, biar bisa bikin musik sendiri….« [teks @intankirana | foto @bagusdimsum]

Sophia Muller

SHARE