Lebaran ala Ririn Ekawati

0
426

Ririn cerita baju seragam dan menu lebaran

Ririn Ekawati 1

Sebulan sudah umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan. Tiba saatnya merayakan hari kemenangan. Berbicara tentang lebaran, setiap keluarga mempunyai beragam tradisi yang berbeda termasuk, keluarga aktris Ririn Ekawati.

Ririn menceritakan bahwa mulai dari malam sebelum lebaran, tepatnya di malam takbiran, biasanya ia sibuk merapihkan rumah dan mendesainnya dengan bunga. Lalu saat lebaran tiba, ia dan keluarganya selalu mengenakan seragam sama pada saat merayakan lebaran. Hal ini sudah seperti tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari keluarganya.

“Kami [aku, anakku, mamah, dan adikku] biasanya di rumah pakai baju seragam. Tahun ini jadi lebih spesial karena adik aku baru menikah dengan orang Korea dan kebetulan suaminya mualaf, jadi tahun ini harus nyari baju koko yang kompak dengan baju muslim kami para perempuan cantik di rumah,” ujar mantan istri dari Edwin Abeng ini kepada Ghiboo.

Perempuan kelahiran Balikpapan, Indonesia, 11 November 1982 ini menambahkan, seusai melakukan sholat Ied, dia pun melakukan tradisi sungkem, setelah itu berkunjung ke tempat orangtua mantan suaminya bersama sang putri [Jasmine Salsabila Abeng].

“Aku habis sholat ied, sungkem dulu sama mamah karena papahku sudah meninggal. Abis itu makan sedikit menu lebaran dan bersilahturahmi bersama anakku ke rumah neneknya,” lanjutnya dengan sumringah.

Lalu menu apa saja yang menjadi santapan andalannya bersama keluarga tercinta saat merayakan lebaran? Ririn pun tak sungkan berbagi cerita makanan khas yang selalu ada di rumahnya saat hari kemenangan itu tiba.

“Menu lebaran di rumah aku unik, dan aku yakin jarang ditemuin di Jakarta. Ada soto banjar, cotto Makassar, dan guras. Oh iya ketupat juga ada, tetapi di keluarga aku doyannya pakai kuah kari. Kuah karinya bukan yang kental seperti kari pada umumnya, dan ini semua bukan aku yang masak, cuma bantu-bantu sedikit aja,hehe…,” ceritanya sembari berkelakar.

Selain makanan berat, perempuan yang sedang merintis usaha merangkai bunga ini ternyata mempunyai kue khas yang langsung dipesannya dari keluarga di Palu, Sulawesi Tengah. Namanya kue Kurma.

“Untuk kue lebaran, aku pesan kue Kurma buatan tante aku di Palu. Baru dikirim biasanya 3 hari menjelang hari raya biar rasanya nggak berubah. Di Jakarta itu jarang ada kue Kurma, itu kue dimasukin ke dalam gula dan bagian dalamnya  di isi kacang, kalau mau tau yuk main ke rumah aku,” tutupnya sembari mengumbarkan senyuman khasnya. «[teks @boyMALI | foto @bagusdimsum]

SHARE