Tradisi Lebaran Afgan dan Maudy

0
888
Afgan
Afgan

Afgan dan Maudy berbagi tradisi lebaran

AfganSetiap keluarga memiliki tradisi sendiri saat hari raya lebaran. Momen lebaran pastinya digunakan sebagai ajang bersilaturahmi dan temu kangen dengan para saudara serta sahabat dekat.

Namun, setiap keluarga memiliki caranya sendiri-sendiri untuk bertemu dengan sanak saudara. Ada yang mudik pulang ke kampung halaman, namun ada juga yang didatangi oleh keluarga besar. Penyanyi Afgan Syahreza, yang merayakan lebaran, punya tradisi sendiri di keluarganya.

Meski Afgan berdarah Padang, namun ia akan menghabiskan libur lebaran di Jakarta. Alias tidak mudik. Ia akan bertemu dengan keluarga besar di rumahnya. Karena diketurunan keluarganya, orangtua Afgan termasuk yang dikunjungi.

”Karena mama paling tua jadi rumah saya selalu open house sama keluarga kalau lebaran. Jadi di Jakarta aja,” kata aktor film Refrain ini saat ditemui beberapa waktu lalu. Urusan lebaran, Afgan juga bukan termasuk orang yang ribet. Buatnya yang penting adalah berkumpul bersama dengan keluarga.

Jika Afgan punya tradisi sendiri, Maudy Ayunda juga memiliki tradisi yang berbeda. Di keluarganya Maudy biasanya merayakan lebaran dengan cara tampil kompak, dalam hal busana. ”Kalau keluarga aku lumayan kompakan, paling nggak keluarga inti itu biasanya kembar [pakaian lebaran] deh,” ujar Maudy, yang saat itu hadir bersama dengan Afgan.

Maudy mengatakan alasan tampil kompak karena ia dan keluarga suka mengabadikan momen. Sehingga ia dan keluarga tidak mau menyia-nyiakan momen kebersamaan di hari raya lebaran. ”We likes to take picture, jadi pasti foto-foto,” ujarnya.

Maudy AyundaKarena tradisi di keluarganya itu, Maudy dan keluarga biasanya sudah menyiapkan tema pakaian mereka beberapa waktu sebelum hari raya tiba. Di tahun ini, keluarganya sudah menyiapkan beberapa tema pakaian yang akan digunakan.

“Udah ada beberapa plan. Plan a dan b gitu sih. Temanya ada yang all white ada yang semi Indian, tapi bukan Indian, gitu pokoknya,” kata pelantun lagu “Tiba Tiba Cinta Datang” itu.

Tidak hanya bicara mengenai tradisi lebaran di rumah masing-masing, Afgan dan Maudy juga bicara tentang kebiasaan ditinggal mudik pembantu. Karena Afgan tidak mudik, orang di rumahnya pun tidak ada yang mudik. Sehingga ia tidak perlu merasakan repotnya ditinggal pembantu.

Berbeda dengan Afgan, Maudy Ayunda berbagi kisah tentang ditinggal mudik pembantu. Setiap tahun pembantu rumah tangga di rumahnya pasti ada yang mudik. Namun tidak semuanya. ”Kalau saya biasanya tetap ada satu yang di rumah. Misalkan dari tiga, dua yang pulang. Tapi tetep si bantuin cuci piring, bersihin kamar sendiri. Tapi nggak semuanya karena tetep ada mbaknya,” ujarnya.

Dengan tradisi-tradisi itu, baik Afgan dan Maudy sama-sama bisa menikmati masa-masa libur lebaran dengan tenang. Menghabiskan waktu dengan saudara dan sahabat untuk bermaaf-maafan dan juga untuk menikmati liburan bersama dengan orang terdekat. Tradisi di keluargamu seperti apa? « [teks @nandiyanti | foto @DonT_D4]

SHARE