Ketika Si Kecil Ingin Sekolah

0
233

Perlukah si kecil bersekolah sejak dini?

11_Mengatasi Balita yang Sulit Beradaptasi di Sekolah[dropcap style=’square’]P[/dropcap]ada awal musim bersekolah ini, Lely [27 tahun], merasa senang sekaligus gelisah. Pasalnya, anak semata wayangnya, Manda [2 tahun], sedang gemar-gemarnya menyaksikan anak-anak yang pergi ke sekolah setiap pagi tiba.

Terkadang ia menangis karena ingin ikut pergi ke sekolah. Di lain waktu juga, sembari bermain, ia membawa tas yang berisi buku-buku atau boneka.

“Sempat saya ingin mengabulkan keinginannya untuk bersekolah. Tetapi saya takut, karena dia ‘kan masih kecil. Bagaimana kalau nanti terjadi sesuatu di sekolah? Namun terkadang, melihat keingintahuan dia yang besar, saya jadi merasa bersalah, tidak segera menyekolahkan dia.”

Sebagian dari para ibu pasti pernah merasakan kegalauan yang sama dengan Lely. Anak-anak di usia emas [1 s/d 5 tahun] memang memiliki keingintahuan yang besar, dan selalu ingin mencoba hal baru. Melihat kakak atau tetangga membawa tas ke sekolah tiap pagi, biasanya menimbulkan rasa iri di hati batita kecil kita.

Padahal secara psikologis, anak di bawah lima tahun belum siap untuk pergi ke sekolah. Namun tuntutan dari berbagai Sekolah Dasar agar anak memiliki kemampuan membaca dan menulis, membuat banyak orangtua memutuskan untuk memasukkan anak ke sekolah dasar di usia dini.

Terkadang juga ada anak-anak yang telah menunjukkan kecerdasan dan bakat yang berlebih sejak dini, sehingga orangtua merasa sayang bila tidak menyekolahkan mereka secepat mungkin.

34_Memasukkan Anak ke Playgroup atau PAUD, PerlukahTetapi sebenarnya, manakah yang lebih baik: menyekolahkan anak sejak dini, atau menunggu hingga usianya tepat? Keduanya memiliki sisi positif dan negatif.

1.  Kebebasan vs Arahan

Apabila anak dimasukkan ke sekolah pada usia batita, ia dapat lebih mengembangkan bakatnya dan mengenal dunia baru. Tenaga pengajar biasanya memiliki kurikulum tertentu yang dapat membuat buah hati kita lebih terarah dalam belajar.

Namun biasanya, anak-anak mudah bosan. Bila sedari usia batita ia telah dihadapkan pada cara belajar yang terstruktur seperti di sekolah, biasanya ia akan lebih mudah malas bersekolah pada tahap-tahap selanjutnya.

Selain itu, anak-anak juga tidak bisa bebas mengembangkan bakat yang ia miliki, karena sekolah tidak senantiasa mengajarkan anak untuk bermain musik atau belajar membuat prakarya tertentu.

2. Kedekatan vs Kemandirian

Anak-anak yang bersekolah sejak dini dapat belajar tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain tanpa dampingan sepenuhnya dari sang ibu. Selain itu, ketika ia diberi beberapa ‘tugas’ di kelompok bermain, ia akan belajar cara untuk menyelesaikan ‘masalah’ tanpa panduan dari orangtua. Hal ini tentu akan melatih kemandirian buah hati kita.

Namun menurut Psikolog Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.si, sebaiknya memang batita tidak disekolahkan, karena ketika berada di rumah, ia dapat membangun kedekatan dengan orangtua lewat permainan-permainan yang kita ajarkan.

“Anak-anak juga bisa belajar mandiri di rumah, apabila orangtua menjadi teman bermain dengan memberikan kebebasan bereksplorasi dan membuat anak belajar dari kesalahan.”

Hanya saja, apabila kedua orangtua sama-sama bekerja, ada baiknya menyekolahkan si buah hati, karena anak kita tidak akan berkembang bila hanya didampingi oleh baby-sitter di rumah.

3. Stimulasi vs Pengenalan Diri

“Dengan berkumpul bersama teman-teman sebaya di sekolah, si kecil juga bisa belajar bersosialisasi dan banyak bergerak,” ujar Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, seorang psikolog yang juga menjadi pengajar di James Cook University Singapura, untuk bidang psikologi klinis.

Menurut ibu dua anak itu, hal tersebut dapat memberikan stimulasi kognitif, sosial, dan emosional, “Anak-anak jadi mampu mengekspresikan perasaannya dan belajar menghormati orang lain.”

Namun apabila anak-anak belajar di rumah, ia dapat lebih mudah mengenal diri dan keinginannya, dengan bantuan sang ibu. Interaksi di sekolah mengurangi waktu anak untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan bakat yang ia miliki secara individual.

Padahal, dengan lebih banyak mengenal diri sendiri, sejak dini buah hati akan dapat mengembangkan kecerdasan intrapersonal di dalam dirinya.

Nah, jadi mana yang lebih baik? Tentu saja, keduanya sama-sama memiliki sisi positif dan negatif. Untuk itu, kenalilah anak Anda, dan putuskan mana yang terbaik untuk dirinya. Karena setiap anak itu unik, bukan? « [teks @intankirana | foto Shutterstock.com]

→ Our Favorites:

Banner Artikel Hit Makers

SHARE