Barat dan Timur ala Sinta Tantra

0
427
sinta tantra

Barat-timur dan maskulin-feminim dalam karya Sinta Tantra

sinta tantra 1

Karya seni muralnya memiliki ciri khas yang berbeda. Ia menggabungkan antara timur dan barat di setiap karyanya. Ia juga seringkali mengeksplorasi keseimbangan antara maskulinitas dan sentuhan feminin. Skala besar dalam setiap karyanya mewakili sisi maskulinitas, sedangkan garis geometris yang dipenuhi warna-warna cerah membuatnya terlihat feminin.

Karya-karya buatannya menjadi perhatian di pasar seni Eropa. Ia adalah Sinta Tantra, seorang perempuan yang memiliki darah Bali namun lahir dan besar di luar negeri. Ia lahir pada 11 November 1979 di New York, Amerika Serikat dan kemudian berkarier di London, Inggris.

Ia mengawali kariernya setelah lulus dari Slade School of Fine Art 2003 dan The Royal Academy Scholls tahun 2006. Karena ciri khas karya yang unik, Sinta berhasil dipercaya untuk mengerjakan proyek-proyek raksasa di London, Inggris. Salah satu karya fantastis Sinta yaitu sebuah lukisan di dinding jembatan Canary Wharf, London, sepanjang 300 meter.

Dengan kemampuan yang dimilikinya untuk melukis dan mendesain, saat pengerjaan jembatan Canary Wharf itu, Sinta juga harus bekerja sama dengan beberapa ahli dari bidang yang berbeda seperti bidang arsitektur.

Bridge

Karena dalam pengerjaan lukisan itu, ia harus mendirikan scaffolding, sebagai media pelukis berdiri dan menorehkan cat pada tembok. Pengerjaan konstruksi tersebut memakan waktu hingga dua bulan. Sedang waktu pengecatan memakan waktu dua hingga tiga minggu lamanya. Dan waktu perencanaan proyeknya memakan waktu hingga enam bulan.

Kemampuan Sinta tentunya sudah tidak diragukan lagi. Ia juga beberapa kali melakukan pameran hasil karya seninya. Dan di tahun 2013 lalu, Sinta menyambangi Indonesia untuk 2013 Indonesian Contemporary Art & Design [ICAD], yang diadakan di Kemang, Jakarta.

Dan di tahun ini, Sinta kembali ke Jakarta untuk menjalankan sebuah misi. Ia baru saja memenangkan 2014 Artist International Development Award, dari Dewan Kesenian Inggris. Penghargaan ini diberikan untuk seniman yang berbasis di Inggris yang tertarik untuk memperluas karya mereka secara internasional dan dapat meningkatkan kerjasama dengan para praktisi kreatif di negara lain.

Karena itu, Sinta dibiayai oleh Dewan Kesenian Inggris untuk membuat sebuah karya internasional. Sinta kemudian memilih mengerjakan sebuah proyek berupa sebuah rumah seni yang dikerjakan dan diselenggarakan bersama dengan Rumah Seni Cemeti dan Mes56, yang berbasis di Yogyakarta.

Bila biasanya Sinta dikenal dengan karya khas pola dan garis geometris, kali ini Sinta akan melakukan kolaborasi dengan pengrajin batik setempat, untuk sebuah eksplorasi baru. Nantinya, karya Sinta tersebut akan dijadikan sebuah ajang pameran bersama dengan Mes56.

“Kami sangat senang untuk mendukung residensi Sinta di Yogyakarta musim panas ini. Kami berharap bahwa dukungan kami akan membantu Sinta mengembangkan karya artistik baik kreatif dan profesional,” kata Evonne Mackenzie, Direktur Seni Inggris.

Selanjutnya pihak kesenian Inggris juga berharap hal tersebut memiliki dampak yang lebih luas dan benefit di Indonesia serta memungkinkan membangun hubungan baik dengan organisasi kesenian Indonesia dan seniman di sana. Hal ini juga diharapkan dapat membuka kesempatan bagi publik untuk mengetahui sisi fantastis dan unik Sinta dalam bekerja.

Lewat proyek di Yogyakarta ini, Sinta menyadari bahwa masih banyak tantangan yang harus ia taklukan. Meski telah mengenal batik sejak kecil, namun baru-baru ini ia menyadari bahwa pola batik adalah hal yang menarik. Ia terbiasa mengerjakan instalasi dalam skala besar, yang menuntut kesempurnaan. Karena itu, kualitas garis yang terdapat pada batik dapat menjadi tantangan baru baginya.

Dari rencananya itu, Sinta menyadari bahwa ia menyenangi teknik tekstil kuno yang menambah referensi ilmu lukisnya saat ini. Tapi tidak meninggalkan ciri khas yang selama ini telah ia terapkan di setiap hasil karyanya. Tentunya ia ingin hasil karyanya bisa lebih fantastis dari karya Canary Wharf atau karya-karya Sinta lainnya. « [teks @nandiyanti | foto sintatantra.com]

→ Our Favorites:

Banner Artikel Shes Taken

Banner Artikel Hit Makers

SHARE