Dhea Ananda Tentang Dunia Anak

0
380
dhea ananda
dhea ananda

Lagu jadul Dhea masih didengarkan di era sekarang

dea anandaDi zaman ini sepertinya sulit mencari tayangan khusus anak, selain kartun, di media televisi atau radio. Di layar lebar pun, film anak sempat tersisihkan, sebelum kemunculan Petualangan Sherina.

Padahal, bukan hanya orang dewasa saja yang perlu hiburan dan edukasi. Anak kecil pun membutuhkannya.

Lihat saja di televisi. Kini tak ada lagi yang mendapat predikat ‘penyanyi cilik’. Kebanyakan, anak-anak kecil itu ambil peran pada sinetron-sinetron televisi.

Sementara, mereka yang dulunya menjadi penyanyi cilik, kini sudah dewasa dan berkeluarga. Jadi tak ada lagi anak-anak yang bisa mengidolakan anak seusianya. Kebanyakan, mereka justru mengidolakan band-band dewasa yang menyanyikan lagu bukan untuk usia mereka.

Apa benar lagu anak sudah tak lagi diminati?

Pada momen Hari Anak Nasional, akhir Juli lalu, Ghiboo kedatangan tamu istimewa. Dia adalah Dhea Ananda, seorang penyanyi cilik yang dulu bergabung ke dalam Trio Kwek Kwek bersama Leony dan Alfandy.

Berkat lagu-lagu anak yang mereka nyanyikan, semisal “Sang Kodok” dan “Katanya”, Trio Kwek Kwek berhasil menemui masa jayanya. Pada era ’90-an, tak ada anak-anak yang tak mengenal trio ini.

Kini, pemilik nama lengkap Nadia Budi Ananda ini sudah dewasa. Ia juga sudah menjadi seorang istri dari pemusik Ariel ‘Nidji’. Predikat penyanyi cilik sudah lama ia tanggalkan. Dhea yang sekarang lebih banyak sibuk bemain peran. Kami lalu mengajaknya berbincang seputar dunia anak di industri hiburan.

‘gimana pandanganmu tentang industri hiburan untuk anak saat ini?
Kalau sekarang, jelas kurang ya. Dulu itu di media pasti ada acara anak dari pagi, siang, sore, secara bergantian. Bahkan ada stasiun teve yang khusus menyetel lagu-lagu anak. Dan anak-anak itu menyanyikan lagu untuk seusianya. Mungkin terdengar konyol, tapi lagu itu ada dalam jangkauan berpikir mereka juga.

kalau lagu anak sekarang, ‘gimana?
Tentang ini, orang-orang udah ngomong berkali-kali. Sudah susah! Niatnya itu sudah bagus dengan membuat festival-festival anak di media. Cuma, mereka tetap menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang belum tentu mereka mengerti.

Tapi anak-anak sekarang masih bisa ketolong sebenarnya. Kalau anak-anak generasi ’90-an kan modelnya beli kaset atau CD. Nah, sekarang tinggal nonton di YouTube atau download aja. Tentu asal masih dalam pengawasan.

Quote Dhea Anandaapakah kamu mengikuti perkembangan lagu anak?
Hmm, sebenarnya iya sih. Karena sudah sering ada pertemuan-pertemuan. Tapi kayak percuma aja kalau ingin bikin lagu anak happening lagi. Dulu itu ‘kan lagu anak masih diputar di radio-radio, sekarang ‘kan sudah nggak.

Kalau mau membuat itu lagi, nggak cukup cuma senimannya aja. Mesti ada dari pemerintah, produser, pemodal, dan promosi. Jadi sistemnya harus bersatu.

kamu terpikir untuk bikin lagu anak lagi?
Kepikiran sih iya, tapi aksesnya langsung aja ke Soundcloud. Jadi bikin sendiri di-upload sendiri. Dan, lucunya, anak-anak temen gue dengerin lagu gue. Lucu sih. Karena mereka dengerin di jaman sekarang. Buat pahala juga, karena gue mengajarkan mereka cara menghapalkan nama-nama nabi.

dan ketika nanti punya anak, apakah kamu bakal melarang mereka menonton televisi dan semacamnya?
Nah, itu gue nggak tahu. Karena apa yang gue omongin sekarang dengan praktiknya nanti bisa beda. Sekarang belum punya, dan bisa jadi lain. Gue cuma bisa ngasih masukan, kalau nanti,  I don’t know [tersenyum]. « [teks[email protected] | foto @Tomi_Nala]

SHARE