Pergilah ke Palestina-Israel

0
335
Jericho-old-town

Kota-kota akar pertumbuhan agama samawi

israel-palestine[dropcap style=’square’]P[/dropcap]alestina dan Israel. Bangsa Arab dan bangsa Yahudi. Mendengar kedua nama itu bisa membuat bulu kuduk bergidik atau darah mendidih panas. Konflik antara keduanya yang tak kunjung usai menggiring siapapun ke stigma tentang tanah yang menjadi hadiah dan kini diperebutkan. Seakan tanah kelahiran Nabi Ibrahim itu cuma menjadi medan perang dari waktu ke waktu.

Sebelum terpisah menjadi dua negara seperti sekarang, tanah yang kini jadi bahan rebutan itu memiliki nama asli Tanah Kana’an. Sejarah mencatat bahwa dari waktu ke waktu, daerah yang berada di antara Laut Tengah dan Sungai Yordan ini selalu menjadi wilayah pendudukan.

Bangsa Mesir Kuno di jaman Fir’aun pernah menjadikan tanah ini sebagai wilayah kekuasaannya. Bangasa Romawi Kuno di tangan Julius Caesar pun menduduki wilayah ini karena dinilai strategis. Yang terakhir, Inggris sebagai pemerintah kolonial, menaruh pelarian korban holocaust [Yahudi] ke Palestina.

Terlepas dari perang dan pertumpahan darah. Tanah Palestina-Israel ialah tanah suci bagi Agama Samawi. Maka itu ada banyak bangunan serta tempat-tempat yang sakral. Bayangkan, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa [Yesus] pun pernah bermukim di sini.

Jadi bagaimana jika travelling ke daerah konflik? Lalu menelusuri kejayaan masa lalu. It’s cool, men! Di sana ada lima kota yang menjadi saksi perkembangan agama Yudaisme, Kristen, dan Islam.

Berikut ini ada 5 kota yang bisa kita datangi jika travelling ke Palestina-Israel:

Bethlehem Panoramic [goista.com]

P1Betlehem
Kota pertama ini adalah kota yang paling banyak dituju oleh umat Kristiani. Karena di Betlehem, Isa [Yesus] dilahirkan. Berjalanlah ke arah Manger Square, pusat kota Betlehem, ada Gereja Nativitas [Kelahiran] yang masih berdiri sejak tahun 565 Masehi.

Gereja ini dibangun di atas sebuah gua yang menjadi saksi proses persalinan Maria ketika melahirkan anaknya itu.

Lalu berjalanlah sedikit lagi ke arah pemukiman orang Palestina, Belt Sahour. Melewati bagunan tua dan jalan yang sepi, rasakan khidmatnya ketika para Raja melihat Bintang Kelahiran jatuh di malam hari. → Berikutnya: Ramallah

1
2
3
4
5
SHARE