Abdul dan Lagu Jazz Pasca Pilpres

0
185

Indonesia juara untuk Persatuan Indonesia

abdul 3

Di tengah-tengah pekerjaan kantor yang padat, vokalis band The Coffee Theory, Tengku Abdul masih menyisihkan waktu untuk bermusik. 

“Menyanyi dan bikin lagu itu hobi guePassion,” katanya, pada suatu siang di lounge Ghiboo. “Makanya gue tetap meluangkan waktu untuk kegiatan bermusik.”

Menurut Abdul, selama kegiatan kantor dan bermusik masih dapat diselaraskan, ia tak merasa lelah ataupun kekurangan waktu. “Yang penting sih, bagaimana pintar-pintarnya kita mengatur jadwal…”, ungkapnya dengan suara renyah.

Kayak sekarang ini, gue ijin ke kantor [Kementerian Kesehatan-red] untuk interview. Abis itu, balik lagi. Show pun hanya dikhususkan waktu weekend saja.”

Karier bermusik pria beranak dua tersebut diawali dengan penampilan solo lewat album bertajuk Bersandinglah pada tahun 2007.

Pada tahun berikutnya, bersama kawan-kawan dekat, ia membentuk sebuah band bertajuk Abdul and The Coffee Theory. Yang kini kita kenal dengan lagu-lagu bergenre jazz yang renyah dan menyenangkan untuk didengar, seperti “Kucinta Kau Lebih dari yang Kemarin”, atau “Beauty is You”.

Baginya, kegiatan bermusik, selain untuk menyalurkan bakat, juga berguna untuk membagikan ide-ide kepada khalayak ramai. Seperti lagu bertajuk “Indonesia Juara” yang baru-baru ini dirilis.

Mendengar judul tersebut, tentulah kita akan membayangkan sebuah lagu dengan irama yang penuh semangat, layaknya lagu-lagu kebangsaan. Tapi bukan Abdul namanya bila tak memberikan kejutan bermusik. Melalui lagu ini, suami Indah Caroline itu membuktikan bahwa lagu beraliran jazz pun dapat menunjukkan kecintaan kepada tanah air. Namun mengapa tiba-tiba terpikir olehnya untuk membuat lagu bertema cinta Indonesia?

“Pilpres. Jadi waktu 9 Juli itu, banyak temen-temen yang menjauh, karena beda pendapat..”, ia bercerita sembari menghela nafas, “Padahal tujuannya [pilpres] itu ‘kan, buat bikin Indonesia jadi lebih baik lagi. Jadi gue bikin lagu ini buat ngingetin tujuan itu lagi aja….”.

Selain itu, ia berpikir bahwa lagu ini hadir di momen yang tepat, “Sebentar lagi kan, hari kemerdekaan,” ungkap pria yang senantiasa berharap bahwa suatu saat Timnas akan berlaga di Piala Dunia tersebut.

Namun siapa sangka bahwa musisi yang lebih nyaman untuk membawakan lagu ciptaan sendiri ini terjun ke dunia musik lantaran mengidolakan Iwan Fals? “Karena walaupun bukan penyanyi jazz, Iwan Fals itu panutan semua musisi. Dia selalu membuat musik-musik yang original dan menginspirasi orang banyak. Termasuk gue. Karena dialah, gue jadi pengin bermusik. Jadi kalau suatu saat nanti ada kesempatan duet sama dia, kenapa nggak?” « [teks @intankirana foto @bagusdimsum]

SHARE