Dia Sahabat atau Cinta?

0
347

Sulitnya menjadi sekadar kawan, terutama saat ‘rasa itu’ ada

love[dropcap style=’square’]C[/dropcap]inta memang bisa datang kapan saja dan dari mana saja.Termasuk pada sahabat yang sering menghabiskan waktu bersama dengan kita. 

Mungkin pada satu titik, kita mati-matian menyangkal hal tersebut. Namun siapa yang mampu menolak letupan-letupan hormon yang ada dalam diri Anda, yang menjelma menjadi sebuah perasaan bernama cinta?

Namun ada kalanya perasaan cinta hanya datang dari satu jalur saja. Di saat kita menganggap segala perhatiannya sebagai bentuk balasan atas cinta kita, bisa jadi si dia hanya menganggap kita sebatas sahabat, bahkan mungkin adik atau kakak. Tetapi kebutaan akan cinta terkadang membuat segala hal yang biasa saja menjadi sangat istimewa.

Jadi, bagi G-Readers yang terlanjur menaruh hati pada sahabat dekat, sudah benarkah apa yang Anda rasakan? Ataukah Anda hanya dilanda erotomania, alias merasa dicintai saja?

1Ia meminta bantuan Anda

Bisa jadi itu cinta apabila ia sering meminta bantuan dalam hal-hal yang sangat remeh dan bisa ia selesaikan sendiri, misalnya, membantunya membersihkan rumah, menanyakan hal-hal yang sebenarnya mudah untuk dicari jawabannya, atau meminta Anda menemaninya ke acara-acara tertentu. Hmm, ini mungkin siasat dari dia untuk bisa lebih lama berbincang dan terus selalu bersama Anda.

Bisa jadi sekadar kawan apabila ia hanya meminta bantuan Anda di saat-saat tertentu, seperti dalam pekerjaan yang sulit, atau tugas kuliah yang memang tak mampu ia selesaikan sendiri. Mungkin Anda merasa gembira ketika si dia meminta bertemu berdua saja untuk menyelesaikan tugas. Padahal, alih-alih kencan romantis, Anda mungkin hanya dianggap seperti dosen pembimbing atau rekan kerjanya saja.

2Kontak fisik

Bisa jadi itu cinta jika sentuhan-sentuhannya lembut dan diiringi kontak mata yang dalam. Misalnya, mengusap kepala Anda dengan halus sembari memandang Anda mesra, atau menggenggam tangan Anda dalam waktu yang agak lama. Hal-hal yang tidak dia lakukan dengan kawannya yang lain.

Bisa jadi sekadar kawan apabila kontak fisik terhadap Anda sama dengan kontak fisik si dia dengan teman-teman dan saudaranya. Misalnya, merangkul erat-erat atau menepuk pundak. Atau menoyor kepala Anda. Dan bersiaplah dengan status baru yang lebih dari sekadar kawan: brotherzone dan sisterzone.

3Mengantar Anda sampai ke depan pintu

Bisa jadi itu cinta bila hanya Anda yang diberikan keiistimewaan tersebut. Terlebih jika rumah Anda dan dia benar-benar berbeda arah. Mungkin, itu sinyal bahwa si dia telah siap untuk mengantar jemput Anda secara rutin.

Bisa jadi sekadar kawan jika dia memang tipikal orang [lelaki] yang bertanggungjawab terhadap kawan-kawannya. Coba Anda ingat lagi, apakah hanya Anda yang diperlakukan demikian? Bila ia juga melakukan hal yang sama terhadap kawan-kawan lain, kemungkinan, dia memang seseorang yang baik, hanya saja, tidak atau belum jatuh cinta kepada Anda.

4Memuji kelebihan Anda

Bisa jadi itu cinta apabila pujian yang ia berikan berulang-ulang, dan terkadang sangat berlebihan. Misalnya, “Kamu cantik/tampan, tapi kok belum punya pacar?” Atau, “Bilang sama Ibu kamu ya, kalau aku melamar, diterima nggak?”

Bisa jadi sekadar kawan jika ia memuji Anda seperti orang lain memuji Anda. Mungkin hati Anda melambung tinggi ketika dia menyebut Anda cantik, tetapi lihat ekspresi wajahnya, apakah dia memuji Anda sambil lalu, dan apakah pujian itu juga sering dikatakan orang lain kepada Anda? Bila iya, kemungkinan dia hanya melihat pujian tersebut sebagai sebuah perkataan biasa.

5Menceritakan orang lain

“Wah, coba kalau si itu jadi pacar gue!” ujarnya kepada Anda. Dan Anda pun lantas dibakar api cemburu.

Tapi bisa jadi itu cinta bila sebelumnya, Anda sering bercerita tentang gebetan Anda kepada dia. Atau, status Anda tak lagi lajang. Ia mungkin bercerita tentang pria/wanita pujaannya tersebut hanya untuk membuat Anda ‘panas’, atau menutupi rasa sakit hatinya.

Bisa jadi sekadar kawan jika Anda tak pernah bercerita tentang orang yang Anda sukai, dan Anda sedang sendiri. Yap, dia menganggap Anda sekadar sahabat yang bisa memberikannya solusi dan nasihat.

6Berbincang setiap hari

Tiada hari tanpa pesan singkat atau perbincangan empat mata dengan si dia.

Bisa jadi itu cinta apabila ia terlihat terobsesi untuk terus berbincang, padahal sudah tak ada lagi bahan pembicaraan/obrolan sudah mulai membosankan. Dan dia bukan tipikal orang yang suka menghabiskan waktu dengan berbincang hal-hal yang tidak penting.

Bisa jadi sekadar kawan bila dia memang orang yang suka ngobrol tentang apa saja. Mungkin Anda senang ketika si dia tiba-tiba mengirimkan gambar lucu di chat Facebook atau WhatsApp, tetapi bagaimana bila memang ia tipikal orang semacam itu? Atau hanya Anda yang bisa diajak berbincang tentang hal demikian?

7Posesif

“Gue nggak suka, lo deket-deket dia!

Bisa jadi itu cinta kalau alasan-alasan yang dia kemukakan benar-benar ‘maksa’. Misalnya, Anda sedang didekati seseorang yang tampaknya baik-baik saja, dan dia menyebut bahwa orang itu punya gaya yang tidak bagus, giginya kurang rapi, dll. Atau dia tidak menyarankan Anda untuk pergi dalam suatu acara, padahal acara tersebut bukan acara yang ‘mengerikan’ atau berbahaya.

Bisa jadi sekadar kawan atau bahkan, ya, Anda dianggap sebagai adik atau kakaknya semata, apabila hal-hal yang akan Anda lakukan bukan hal yang baik, atau seseorang yang tengah mendekati Anda memang memiliki reputasi buruk. Bukankah wajar bagi seseorang untuk mengingatkan sahabatnya?

 8Rela menemani Anda

Bisa jadi itu cinta apabila ia rela menemani di sela-sela kesibukan, atau menemani Anda melakukan aktivitas yang tidak terlalu ia sukai. Tidak hanya satu atau dua kali? Kemungkinan besar ia menikmati waktu-waktu bersama Anda.

Bisa jadi sekadar kawan jika ia hanya menemani Anda melakukan aktivitas yang mungkin akan ia sukai juga, saat waktunya begitu luang. Semisal, menonton konser, pergi menonton film baru, dan tidak dalam frekuensi yang banyak. « [teks @intankirana | foto getlovebackbyvashikaranspecialist.com]

FriSex

SHARE