Tiga Hal di Festival Danau Kelimutu

0
287
kelimutu
kelimutu

Festival Danau Kelimutu kembali diadakan tahun ini

kelimutu 640

Rasanya gunung-gunung di Indonesia tidak akan pernah kehilangan daya tarik. Setiap gunung memilik ciri khas masing-masing yang dapat memikat wisatawan untuk berkunjung, seperti Gunung Kelimutu, yang terletak di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Di puncak gunung yang berada di Kawasan Taman Nasional Kelimutu ini terdapat tiga buah danau yang menjadi daya tarik bagi para pelancong, baik dari dalam atau dari luar negeri.

Ketiga danau tersebut memiliki nama masing-masing. Pertama Danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau yang bermakna danau untuk jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Kedua Danau Tiwu Ata Mbupuyang yang berarti danau untuk jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal. Terakhir, atau yang ketiga, Danau Tiwu Ata Polo atau danau untuk jiwa-jiwa untuk orang selalu melakukan kejahatan.

Namun, ketiga danau tersebut, lebih dikenal dengan nama Danau Kelimutu, karena letaknya yang tepat di puncak Gunung kelimutu. Keunikan yang dimiliki oleh ketiga danau ini karena warna mereka dapat berubah-ubah.

Secara ilmiah perubahan warna Danau Kelimutu merupakan faktor kandungan mineral, lumut, dan batu-batuan di dalam kawah dan juga pengaruh cahaya Matahari.

Di tahun 2014 ini, untuk ketiga kalinya, diadakan sebuah festival guna mempromosikan kecantikan ketiga danau yang berada di ketinggian 1631 meter di atas permukaan laut ini. Festival ini bertajuk “Festival Danau kelimutu”, yang diadakan sejak 11 hingga 14 Agustus 2014.

Selama acara berlangsung, tentunya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keindahan alam Ende yang masih asri dan terjaga. Lewat festival ini juga menjadi jembatan mengenal kultur yang dipercaya dan masih dipegang erat oleh masyarakat setempat hingga saat ini.

Apa saja yang bisa ditemui dalam rangkaian festival yang didukung oleh Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini? Setidaknya, tiga kegiatan besar bisa Anda temui di acara ini.

Pertama, wisatawan yang hadir bisa menyaksikkan upacara adat pembukaan festival tersebut. Tahun ini, upacara tersebut digelar di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, dengan bentuk pemotongan kerbau untuk 1000 orang.

Selain upacara pembukaan juga terdapat acara mempromosikan tarian tradisional, musik, dan penampilan seni budaya lainnya asli Ende.

Kedua, diadakan kompetisi trekking dari Bungalow Sa’o Ria dan berakhir di bagian atas Danau Tiga Warna. Sebagai gambaran jarak yang ditempuh, untuk mencapai Danau Kelimutu, pejalan harus menempuh perjalanan sekitar 45 kilometer dari Ende atau sekitar 13 kilometer dari Kampung Moni.

Akses ke tepi danau berupa anak tangga batu yang ditempuh dengan berjalan kaki. Waktu terbaik untuk melihat keindahan Danau Tiga Warna adalah pagi hari.

Ketiga, atau hal bagian akhir yang paling menarik adalah, dapat menyaksikan upacara adat Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata, yang dilakukan kelompok etnis Lio. Selama ritual berlangsung, Suku Lio menawarkan bermacam jenis makanan kepada leluhur.

Hal ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas tahun lalu, serta meminta berkat, kesejahteraan, kesehatan, dan kehidupan yang baik di masa akan datang.

Untuk mempromosikan danau tiga warna, rencananya, festival ini akan diadakan setiap tahun. Selain promosi mengenalkan danau tersebut sebagai ikon wisata setempat, juga meningkatkan pariwisata kreatif di wilayah setempat, dengan harapan akan menjadi magnet datangnya wisatawan dan dikenalnya pariwisata setempat. « [teks @nandiyanti | foto berbagai sumber]

SHARE