Cinta Salman Aristo

0
89
Salman Aristo
Salman Aristo

Salman Aristo bicara cinta

Salman Aristo
Salman Aristo

Cinta berarti penuh, bisa mengerti jelek dan indahnya, dan terus setia hingga ajalnya.

Kira-kira seperti itulah gambaran cinta Salman Aristo terhadap film. Menurut penulis skenario berkacamata ini, saat pertama jatuh cinta, momen itu tak pernah ia lupa. Saat itu ia diajak nonton di bioskop dengan film Captain America.

“Waktu itu gue baru umur 5 tahun. Sejak menonton Captain America, gue jatuh cinta dengan film. Sejak itu gue selalu nagih untuk diajak ke bioskop,” terangnya saat ditemui Ghiboo di peluncuran film Yasmine, beberapa waktu lalu.

apapun filmnya?
“Ya film apa saja. Gue jatuh cinta sama film, bukan jatuh cinta sama judul. Kalau mau menjadi filmmakers ya harus menonton banyak film.”

di mana belajarnya?
“Belajarnya sih autodidak. Baca, lewat internet, nonton film, ya segala macam. Sekarang sih just one click away, lo googling how to write scenario, maka akan muncul beragam pilihan. Tinggal masalah determinasi aja. Nah, untuk punya determinasi yang tinggi lo harus punya passion.”

Salman Aristo hingga kini telah menjadi penulis skenario untuk 18 judul. Sebut saja di antaranya Catatan Akhir Sekolah [2005], Brownies [2005], Cinta Silver [2006], Jomblo [2007], Ayat-Ayat Cinta [2007], Laskar Pelangi [2008], Garuda di Dadaku 1 & 2 [2009 & 2011], dll.

Karya terbarunya adalah Yasmine sebuah film pencak silat besutan sutradara asal Brunei Darussalam yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 21 Agustus 2014. « [teks @bartno | fotocover 21cineplex.com]

SHARE