Yasmine: Cinta dan Pencak Silat

0
681
Yasmine Cinta
Yasmine

Sebuah film silat dari Brunei Darussalam

Yasmine Cinta
Yasmine

Yasmine adalah seorang remaja yang baru lulus Sekolah Menengah Pertama. Ia harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya saat masuk Sekolah Menengah Atas. Karena sang ayah tak mampu membiayai Yasmine bersekolah di Sekolah Tinggi Internasional tempat sahabat-sahabatnya. Yasmine akhirnya bersekolah di Sekolah Tinggi Sachbandar.

Memiliki watak yang keras kepala, Yasmine tetap masuk ke klub pencak silat sekolahnya dengan diam-diam meski tak disetujui ayahnya.

Dalam klub pencak silat itulah, Yasmine semakin akrab dengan Ali dan Nadia, sahabat barunya. Mereka sepakat untuk membesarkan nama klub pencak silat ini, yang dilatih Tong Lung.

Sebenarnya tujuan awal Yasmine ikut silat ini karena ia jatuh cinta pada teman masa kecilnya, Adi, yang sekarang merupakan bintang silat. Ia ingin dekat kembali dengan Adi. Namun kini Adi dekat dengan rival Yasmine, Dewi.

Karena pelatih silat sekolahnya tak memberikan latihan secara praktik, ketiga remaja ini mencari tahu perguruan mana saja yang dapat mengajari mereka silat dengan jurus-jurus yang hebat.

Setelah mendapat berbagai penolakan dari beberapa guru silat terkenal, pilihan mereka jatuh pada pendekar timur, Jamal. Karena hanya dirinya yang bersedia menjadi guru mereka, dengan syarat mereka harus disiplin mengikuti ajarannya. Mereka pun berhasil melewati tahapan demi tahapan pada kompetisi ini dengan latihan yang gigih.

Tak seru tampaknya bila tak ada konflik menghampiri, diawali dengan ayah Yasmine yang melarangnya ikut silat dan memaksanya untuk les mengaji agar ia tak punya waktu untuk kegiatan lain.

Kemudian, ego Yasmine ketika mempertaruhkan jerih payah kedua sahabatnya untuk dekat dengan Adi dan meninggalkan latihan bahkan berguru untuk mendapatkan jurus maut agar ia menang melawan Dewi. Persahabatan mereka pun pecah di tengah jalan, di saat sudah sampai tahap final kompetisi silat.

Namun karena kondisi itu, terungkap alasan mengpa ayah Yasmine melarangnya ikut silat, dan alasan Adi kembali dekat dengannya.

Film ini diproduksi Origin Films, beraliran drama action dan remaja yang memadukan silat dengan drama coming of age story. Yasmine adalah produksi internasional yang pemain dan kru filmnya berasal dari Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Australia, Polandia, dan tentunya Brunei Darussalam.

Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 21 Agustus 2014.

Kru inti:
Produser: Khairuddin Kamaluddin
Produser Eksekutif: Kahiruddin Kamaluddin, Chan Mang Ching, Siti Kamaluddin
Sutradara: Siti Kamaluddin
Skenario: Salman Aristo
Action Director: Chan Man Ching
Penata Kamera: James Teh
Editor: Cesa David Luckmansyah
Tata Suara: Khikmawan Santosa
Tata Musik: Aghi Narottama, Bemby Gusti

Pemain:
Liyana Yus [Yasmine]
Reza Rahadian [Fahri]
Roy Sungkono [Ali]
Nadiah Wahid [Nadia]
Agus Kuncoro [Jamal]
Dwi Sasono [Tong Lung]
Mentari DeMarelle [Dewi]

Durasi 105 menit

They say

Eva Celia
“Bagus sekali aku suka, very hard working, enjoy it. Adegan yang paling ku suka pas tiba-tiba mas Reza nunjukin silatnya. I give it an eight.”

VJ Daniel
“Yasmine sebuah film yang bisa menginspirasi anak muda, khususnya untuk target marketnya lebih kepada anak SMA atau anak kuliahan, untuk mengambil ektrakulikuler yang positif yaitu pencak silat. Menurut gue film ini keren banget, sangat bersahabat untuk semua umur. Gua suka banget sih!

“Adegan favorit itu waktu Reza Rahadian tiba-tiba jago silat, terus matahin rumah pohonnya, itu kayak kontroversial, ‘Gila tuh bapak macem apa matahin rumah pohonnya anak loe sendiri’, tapi saat itu gue rasa perlu sih Yasmine diberi hukuman sedikit, untuk menyadarkan dan mendisplinkan Yasmine ke jalan yang benar. Kalo gue liat scene itu, menyentuh banget ya buat gue, karena sebagai bokap tuh harus kayak gitu. Gue kasih 9 dari 10.” « [teks @agniyeah | foto Dok Origin Films]

SHARE