Keamanan Informasi di Era IoT

0
271
Keamanan Informasi

Perlunya keamanan informasi saat berselancar di dunia maya

Keamanan Informasi

[dropcap style=’square’]P[/dropcap]erkembangan dunia teknologi informasi bisa dinilai melaju sangat pesat. Meningkatnya kualitas infrastruktur digital, membuat kita juga dipaksa untuk memahami pentingnya keamanan informasi menyongsong era Internet of Things [IoT] yang segalanya serba terhubung.

Memasuki era ini, mengemuka ancaman keamanan dan privasi informasi juga bisa jadi momok menyeramkan bagi para pengguna internet. Para penjahat cyber makin besar keleluasaan beraksinya karena penetrasi teknologi di segala aspek kehidupan manusia, di samping meningkatnya pula teknologi berbasis cloud. Hal ini membuat pengguna internet harus waspada dan paham akan kepentingan security system pada perangkat yang digunakan.

“Perspektif pengguna dalam hal pertahanan keamanan terkait pemanfaatan teknologi perlu ditingkatkan,” ujar Dhanya Takkar, Managing Director SEA & India, Trend Micro, Rabu (20/08) pada CLOUDSEC Conference 2014 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Pentingnya edukasi di bidang TI tentang keamanan bisa jadi salah satu cara membendung ancaman-ancaman kejahatan cyber, seperti yang terjadi dalam temuan selama tengah tahun pertama 2014 yang menunjukkan risiko tingginya ancaman cyber, kejadian pembobolan data, dan celah-celah kerentanan bidang digital.

Contoh jenis ancaman yang ada di dunia maya adalah munculnya tweet berbahaya yang menumpang kejadian kecelakaan pesawat MH17 untuk mengelabui pengguna dan membuat mereka terperangkap sehingga secara tidak sadar mereka diarahkan untuk mengunjungi domain-domain berhaya yang mengandung malware.

Lalu ada juga Vobus, yakni worm berbahasa Indonesia yang mampu menggandakan diri dan menginfeksi removable drives lalu melakukan pengunduhan malware berhaya lainnya, seperti FakeAv secara otomatis.

Lebih lanjut Dhanya menyatakan, kejahatan cyber paling banyak muncul dari perangkat yang sering kita gunakan, salah satunya melalui download aplikasi, file, dan junk url. Ditambah dengan pesatnya perangkat keseharian kita yang terkoneksi langsung dengan internet membuat kita harus menemukan solusi keamanan dalam industri ini.

Senada dengan Dhanya, Rik Ferguson selaku Global VP of Security Research Trend Micro mengungkapkan, pendekatan keamanan harus segera diterapkan dan mengimplementasikannya menjadi strategi perencanaan keamanan yang tangguh untuk merespon berbagai bentuk insiden yang marak terjadi.

“Keamanan informasi bukan hanya sekadar menjadi hal yang yang harus ditanggulangi tapi juga sebagai kerangka strategi jangka panjang, mengingat kedepannya di era internet of things akan jadi lebih massive,” tambah Rik.

Indonesia kini berada pada kuartal dua yakni insiden kejahatan cyber mencakup pembobolan informasi personal, layanan penjualan bahkan meningkatnya jumlah malware yang menyasar perbankan online. Dan hal ini pun mengancam ranah bisnis dengan terganggunya aktifitas perusahaan karena strategi keamanan yang dirancang tidak matang.

Trend Micro merupakan perusahaan global yang telah berusia 25 tahun lebih di bidang software keamanan yang berkomitmen tinggi dalam menciptakan dunia yang kian aman untuk mendukung segala kegiatan bertukar informasi digital.«[teks[email protected] | foto specialeyes.co.nz]

SHARE