Melbourne World’s Most Liveable City

0
182
melbourne

Tinggal di Melbourne, kota terlayak ditinggali di dunia

melbourne

Untuk keempat kalinya, Melbourne mendapatkan gelar sebagai World’s Most Liveable City atau kota di dunia yang paling layak untuk ditinggali. Hal ini dilihat dari peringkat tertinggi yang diraih Melbourne menurut Global Liveability Index dari Economist Intelligence Unit.

Melbourne mengalahkan 139 lawannya yang ikut dinilai, dan meraih perolehan nilai tinggi dalam lima kriteria yaitu stabilitas, pelayanan kesehatan, kebudayaan, lingkungan, pendidikan dan infrastruktur.

Untuk kriteria pelayanan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur, Melbourne berhasil mendapatkan nilai sempurna. Begitupun untuk penilaian kriteria sub-kategori olahraga yang menyumbangkan nilai sempurna, alias 100.

Walikota Melbourne, Robert Doyle merasa sangat bangga dengan perolehan tersebut. “Dinobatkan sebagai kota di dunia yang paling layak untuk ditinggali selama empat tahun berturut-turut merupakan kehormatan besar dan sebuah bukti tentang gaya hidup yang ditawarkan oleh Melbourne yang patut disaksikan,” ujarnya.

Selain itu, Walikota Doyle juga menjelaskan bahwa keamanan, kelestarian, dan pertumbuhan yang cerdas telah menjadi kunci dari kelayakan dan kemakmuran Melbourne. Ditambah dengan penyediaan transportasi dan infrastruktur telah menjadi elemen kunci dalam pertumbuhan cerdas tersebut.

Melbourne juga memenangkan penghargaan dari majalah Conde Nast Traveller sebagai kota yang paling ramah di dunia.

Pemerintahan Koalisi Victoria [Victorian Coalition Goverment] merasa bangga dapat mendukung tugas ini melalui rekor anggaran belanja di 2014–2015, termasuk $14,9 milliar sekitar Rp 174 triliun untuk pelayanan kesehatan dan $9,2 miliar atau sekitar Rp 106 triliun untuk pendidikan.

Tak perlu susah-susah membayangkan bagaimana maju dan hebatnya kota ini. Setidaknya bayangkan saja tempat terpencilnya. Salah satu tempat tersembunyi namun layak dikunjungi ketika berada di Melbourne adalah Degraves Street. Sebuah lorong kecil yang ramai dengan berbagai macam kehidupan.

degraves

Berbentuk lorong panjang, Degraves Street menawarkan berbagai macam jenis resto dan cafe. Namun bila ingin mencicipi jenis makanan dengan sentuhan Italia, tempat ini juga menjadi rekomendasi yang baik.

Sepanjang menyusuri lorong di belakang gedung-gedung modern ini, wangi makanan dan juga biji kopi terbakar akan mengusik indra penciuman Anda.

Belum lagi gaya seni yang kental terdapat di sepanjang dinding di Degraves Street. Grafiti yang memikat atau desain interior resto dan cafe di sini akan memanjakan mata turis-turis yang menyempatkan mampir ke sini.

Tak hanya tempat makan dan tempat bersantai yang mendominasi celah kecil di Melbourne ini, namun juga terdapat tempat belanja pakaian dan aksesori, lokal dan impor, baru dan vintage di Kinki Gerlinki. Rasanya perlu waktu khusus untuk menyusuri lorong ini, karena turis yang datang bisa sekaligus menikmati pemandangan khas sore di Kota Melbourne.

Lelah menyusuri lorong yang panjang itu, Anda bisa melarikan diri sejenak, memanjat tangga sempit untuk mengunjungi Hell ‘s Kitchen dan menikmati pemandangan banyak orang yang berlalu lalang di kawasan ini dengan menikmati segelas es krim.

Jika ingin melanjutkan perjalanan dan mencari sesuatu yang berhubungan dengan karya seni, bisa mampir ke Artis Platform Group, sebuah galeri seni dengan interior keramik merah muda dan layar kaca yang bangunannya telah berdiri selama hampir dua puluh tahun. Bangunan ini didirikan untuk mengabadikan salah satu dari banyak inisiatif seniman tertua Melbourne.

Baru membicarakan salah satu lorongnya saja, Melbourne sudah terasa kaya dengan segala yang disajikannya. Apalagi jika harus mengelilingi tempat tersebut, misalkan saja menikmati Melbourne’s Citi Laneways, berkunjung ke Collingwood, Patterson River atau Birrarrung Park. Tak heran kota ini bisa mendapatkan kepercayaan sebagai kota di dunia yang paling layak ditinggali untuk keempat kalinya secara berturut-turut. « [teks @nandiyanti | foto berbagai sumber]

SHARE