Daya Magis Endah N’Rhesa

0
240

Pongki Barata percaya Endah N’Rhesa punya daya magis

endah-n-rhesaEndah N’Rhesa mengeluarkan album kolaboratif bersama Pongki Barata. Super duo ini membawakan lagu ciptaan Pongki “Untuk Dikenang” yang pernah dibawakan oleh Jikustik.

Lagu itu merupakan track di album Sepanjang Musim [2003]. Di tahun itu, lagu ini merajai tangga-tangga lagu musik tanah air, yang kemudian melambungkan nama Jikustik.

Pasangan suami istri ini ialah satu dari 11 nama musisi yang ikut mengisi album Pongki Barata Meets The Stars.

Mulanya, Pongki Barata Meets The Stars diproyeksikan sebagai album solo kedua Pongki. Tapi seiring berjalannya waktu, album ini bertransformasi menjadi proyek album kolaboratif. Dan, nama Endah N’Rhesa terpilih, untuk sekali lagi, menghidupkan kembali lagu “Untuk Dikenang”.

“Ketika ditawari proyek ini menurut kami itu sebuah tantangan. Kita grow up dengan lagu itu, dan menurut kami lagu itu sudah bagus,” terang Endah. ”Pertimbangannya kami suka atau tidak. Kalau suka maka prosesnya akan mengalir. Jadi ya kami terima tantangan ini.”

Jika sebelumnya lagu “Untuk Dikenang” diaransemen dalam format band, dengan tabuhan drum, keyboard, petikan gitar juga distorsinya. Lewat tangan dingin Endah N’Rhesa, hal itu dipreteli satu per satu. Mereka mengaransemen ulang lagu ini menjadi sebuah lagu akustik yang sesuai dengan tone Endah N’Rhesa.

“Kalau didengar dari intro sampai akhir lagu, semua sudah menggambarkan lagu ini mau dibawa ke mana. Kami hanya tinggal menambahkan karakter Endah N’Rhesa saja,” ujar solois wanita itu.

Super duo ini mengaku cuma perlu waktu seminggu untuk merampungkan lagu “Untuk Dikenang”. Briefing yang Pongki lakukan bersama keduanya, diakui oleh Endah membantu proses pengerjaan lagunya.

Sementara Pongki mengaku memang membebaskan pasangan suami istri itu untuk mengeksplor dengan karya ciptaannya. Mantan gitaris Jikustik ini percaya, jika Endah N’Rhesa punya sentuhan magis yang bisa mempopulerkan lagi lagu itu ke masa jayanya.

“Mereka berdua punya taste yang sama dengan saya soal gitar akustik. Tapi mereka punya taste aransemen yang berbeda dengan saya. Prinsipnya biarkan mereka menjadi dirinya sendiri, lebih baik begitu,” terang suami Sophie Navita.

Satu catatan unik ialah Pongki sempat meminta maaf kepada Endah N’Rhesa saat perjumpaan keduanya tahun 2012. Karena di tahun 2003 sempat berkomentar jika sebaiknya Endah juga Rhesa mengubah lirik mereka ke dalam bahasa Indonesia. Apabila ingin menjual musik mereka di industri musik tanah air. Rupanya itu keliru. «[teks: @HaabibOnta | foto: facebook]

SHARE