Indo Runners, Lari, dan Sosial

0
567
Indo Runners

Mulai dari LUAS dan Impian Reza Puspo

lari luas

Lari, sesuatu yang sangat simpel tapi jarang dilakukan oleh kebanyakan orang. Sehat, tapi sering dijauhi orang karena sejak kecil kita diidentikkan bahwa lari itu erat hubungannya dengan hukuman. Pernah dihukum lari karena terlambat masuk sekolah atau lupa mengerjakan PR? Hal ini yang sangat disayangkan oleh seorang Reza Puspo, sang pendiri Indo Runners.

Ghiboo berkesempatan melihat sosok sehat ini lebih dekat dalam acara media conference dan kick-off LUAS Tahap III: Lari Sejuta KM untuk Seribu Beasiswa SMA yang diselenggarakan oleh Indo Runners dan PT. Pan Brother, Tbk.

Lari Untuk Amal Sosial [LUAS] Tahap III, sebuah program sosial melalui lari virtual yang telah berhasil menggerakkan ribuan pelari pada program-program sebelumnya. LUAS Tahap III kali ini, bertujuan untuk mencapai satu juta kilometer lari yang akan berlangsung selama tiga tahun untuk seribu beasiswa kepada anak-anak agar dapat bersekolah sampai tingkat SMA atau sederajat di Provinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan yang sama, IndoRunners juga akan meluncurkan “LUAS 81.900 kilometer Challenge“, tantangan lari bagi para pelari dan masyarakat luas untuk ikut berkontribusi di program LUAS ini dengan berlari menyisir garis pantai seluruh kepulauan di Indonesia.

Tertarik untuk bergabung? Mungkin kamu perlu sedikit motivasi dari sang pendiri Indo Runners, Reza Puspo. Diawali dari tahun 2008, sadar terkena sick building syndrome, kalau di kantor salah satu teman kena flu, semua bisa kena flu. Pertanda bahwa imunitas masyarakat kota sekarang sudah menurun. Terlebih sang ayah berpulang dengan berbagai macam komplikasi karena penyakit diabetesnya. Dibisikinlah oleh temannya untuk mulai berlari. Karena tahu tidak sih, G-Readers, bukan cuma membasmi Demam Berdarah yang punya 3M, Lari juga punya 3M:

  1. Mudah, bisa dilakukan di manapun dan kapanpun.
  2. Murah, karena tidak perlu banyak memerlukan peralatan seperti olahraga lain.
  3. Mujarab, karena ternyata WHO menganjurkan setiap orang aktif berlari minimal 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan.
Reza Puspo
Reza Puspo

Destinasi lari terjauh yang pernah dilalui Reza Puspo adalah Bangkok Marathon. Otomatis jarak tempuh terjauh yang pernah dilalui adalah marathon yaitu 42 kilometer.

Selain di Bangkok, pernah juga merasakan Marathon 42 kilometer di Bali, Singapura, dan Jakarta. Tapi tujuan awal dari Reza untuk berlari adalah untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa kita mampu melakukan itu. Bahwa kita mampu menempuh 5, 10 bahkan hingga 42 Km. Kalau kita bisa dapat juara dan naik podium, itu adalah side achievement.

Ternyata, dari sekian jam terbang lari Reza, ada cedera yang paling diingat dan baru terjadi awal tahun ini saat mempersiapkan diri untuk menghadapi ajang Triathlon, Iron Man Melbourne.

Reza terbang dari sepedanya dengan kecepatan 40 kilometer/jam karena menghantam jalan berlubang di TB. Simatupang, berakibat kepalanya mengalami 9-10 jahitan dan Collar Bone alias tulang belikatnya patah.

Apa itu membuat dia kapok berolahraga? Tidak sama sekali. Karena bakat olahraganya ternyata bukan hanya sekadar hobi, tapi memang menurun dari sang kakak yang juga atlet berkuda nasional.

Sedikit prihatin dengan kondisi jalanan ibukota yang kurang memungkinkan bagi pesepeda dan khususnya pelari, Reza memilih Sirkuit Sentul untuk rute latihan favoritnya. Karena selain track-nya mendukung, udaranya juga masih segar.

Walau lari termasuk olahraga yang affordable di dompet, tapi sekarang harga sepatu running termasuk mahal. Reza merekomendasikan brand lokal, League. Karena dengan harga yang terjangkau, sepatu ini masih terbilang nyaman dan model juga warnanya tidak kalah dari produk asing. Tapi kalau ditanya brand favorit, Reza jatuh cinta pada Nike.

Dari lari juga bisa muncul impian, tapi daripada impian untuk berlari atau lomba di mana, Reza bersama Indo Runners lebih memilih untuk membuat Kepulauan Indonesia menjadi tempat bermain dan berlari untuk banyak orang.

Lari adalah media untuk memperkenalkan diri kepada lingkungan sekitar. Salah satunya adalah dengan cara meningkatkan euforia Sport Tourism. Karena Indonesia punya banyak potensial, apalagi dari sisi tourism. Kenapa tidak dikolaborasi dengan olahraga khususnya lari? Selain fun, sehat juga pastinya.

Bagaimana cara berlari yang benar?
Reza mengatakan kalau setiap orang punya bio mekanisme yang sama. Setiap orang akan punya gaya dan resep sendiri untuk merasakan nyamannya berlari. Tapi, apa aja sih tipnya untuk mengurangi cedera saat lari, merasakan sehat tapi tetap menyenangkan?

  1. Jangan lari terlalu tegak. Karena beban gravitasi badan akan terbebani di lutut, bisa-bisa malah lutut kamu yang cedera. Sebaiknya badan agak condong ke depan dan garisnya jatuh pas di mata kaki
  2. Jangan lupa mengayunkan tangan. Karena membantu pergerakan badan untuk melaju
  3. Usahakan bukan tumit yang mendarat di tanah duluan karena beban berlebih bisa menyebabkan cedera tumit atau pergelangan kaki. Sebaiknya yang mendarat duluan adalah telapak kaki bagian depan atau bagian tengah
  4. Nafas. Nafas harus dilatih juga biar lari tidak cuma dapat capeknya saja « [teks & foto @reinakowala | kover Nike Indonesia ]
SHARE