Pongki Barata dan 11 Musikus Besar

0
140

Pongki Barata rilis album kolaboratif Pongki Meets The Star

pongki barataPongki Barata telah merilis album baru bertajuk Pongki Barata Meets The Star [PBMTS] di KFC Tugu Tani, Jakarta. Ini merupakan album solo keduanya sepanjang karier Pongki di industri musik tanah air.

Bisa dibilang, album PBMTS ini lain dari album yang pernah dirilis sebelumnya. Karena menurut Pongki, ia mendapat tantangan di album keduanya: sebagai songwriter, singer, sekaligus produser.

Di album PBMTS, Pongki mengumpulkan 11 musisi untuk membuat sebuah album yang diproduserinya sendiri. PBMTS adalah proyek kolaboratif pertama yang dilakukan suami Sophie Navita ini.

Pongki mengatakan jika ide berkolaborasi bersama artis lain sudah ada sejak lama. Tapi baru saat ini ia eksekusi karena mendapat dukungan yang luar biasa dari label Music Factory.

“Awalnya album kedua ini akan menjadi sebuah proyek solo, bukan kolaboratif seperti yang sekarang rilis. Tapi dapat tawaran yang menarik. Jadi saya ambil,” ujar kelahiran Pontianak, 16 November 1977 ini.

Sebelas nama artis yang mengisi PBMTS ialah Tulus, Astrid, Mike Mohede, Endah N Resha, Baim, Lea Simanjuntak, Rio Febrian, Kotak, Blink, Aji Mirza Hakim, dan Sophie Navita. Mereka semua menyanyikan kembali lagu ciptaan Pongki yang pernah nge-hits di era-nya.

Ada 13 tracks yang dimuat ke dalam album ini. Sepuluh di antaranya merupakan lagu lama yang diaransemen ulang dengan menyesuaikan karakter penyanyi. Sementara tiga lagu sisanya dinyanyikan Pongki yang berduet bersama sang istri, Sophie Navita.

Mereka terpilih setelah melalui proses diskusi antara Pongki dan Music Factory. Persentasenya sekitar 70-30 untuk urusan pemilihan musisi. Pihak label membebaskan Pongki untuk urusan tersebut.

Pemilik akun Twitter @pongkibarata ini bilang, pengerjaan album sebetulnya cepat, karena komposisi musiknya telah rampung. Hanya perlu waktu empat bulan untuk menyelesaikan PBMTS. “Kendala yang sulit ketika mengerjakan album kedua ini justru ketika menentukan waktu latihan. Bukan di pihak label individual,” terang pencabik bass kelompok The Dance Company ini.

Industri musik lokal yang sedang lesu akibat pembajakan, justru membawa angin segar bagi musisi, menurut Pongki. Karena membuka peluang untuk lintas label seperti yang dilakukan olehnya.

Sebagai songwriter, singer, sekaligus produser untuk album PBMTS, eks-vokalis Jikustik ini mengatakan jika berusaha membebaskan musisi agar tetap menjadi dirinya. Ia bilang semua tergantung musisi yang ia hadapi, tidak harus terpaku oleh Pongki. «[teks[email protected] | foto dok. pongki barata]

SHARE