Investasi ala Christian Sugiono – Titi Kamal

0
647

Titi Kamal mengaku 80 persen penghasilannya untuk simpanan

Titi Kamal dan TianBerkutat dalam gemerlapnya dunia hiburan tanah air tampaknya tak membuat pasangan muda Christian Sugiono dan Titi Kamal lupa diri dengan menghamburkan penghasilan yang didapat.

Hal tersebut membuat pasangan yang menikah pada  6 Februari 2009 di Perth, Australia ini dipercaya menjadi role model kaum muda yang berinvestasi pada sebuah bank asing [HSBC] karena melakukan sebuah gaya hidup baru dengan perencanaan keuangan yang matang.

Tian [panggilan akrab dari Christian Sugiono] mengakui bahwa semenjak lulus kuliah, orangtuanya sudah membinanya untuk hidup mandiri dan mempunyai penghasilan sendiri, sehingga dia fasih betul dalam mengatur keuangannya.

Gue dari lulus kuliah di Jerman dan balik ke Indonesia udah disuruh cari makan sendiri. Setelah masuk dan kerja di dunia entertaiment, gue makin sadar kalau investasi itu penting karena kerjaan di dunia hiburan kan umurnya sebentar, kalau udah nggak laku, gue harus punya cadangan penghasilan lain,” ungkapnya dalam sebuah press confrence di bilangan Mega Kuningan, Jakarta.

Pria kelahiran Jakarta, 25 Februari 1981 ini menambahkan jika dalam melakukan investasi lebih memilih properti maupun aset. “Gue pilih inves rumah, tanah, apartemen, vila, bahkan ruko, karena ini lebih kelihatan fisiknya. Tapi bukan berarti nggak percaya financial product,” tambahnya.

Lalu, bagaimana dengan konsistensi untuk mengumpulkan uang atau penghasilan yang didapat, terlebih usia Tian dan Titi masih terbilang muda untuk berinvestasi?

Dengan santai dan cepat, pria keturunan Jerman ini menjawab: “Yang penting niatnya. Kalau kita niat misalnya mau beli rumah, atau mau bisnis pasti ‘kan mikir harus cepat jadi, kalau nggak konsisten ya nggak bakal kebeli rumah atau bisnisnya juga nggak bakal jalan.”

Beda halnya dengan yang dilakukan oleh sang istri, Titi Kamal. Ibu dari Arjuna Zayan Sugiono memilih untuk menghabiskan uang penghasilannya dengan mengembangkan usaha yang tak jauh dari dunia perempuan dan hiburan.

“Penghasilan aku, aku pakai sekitar 80 persennya untuk simpanan. Sisanya untuk kebutuhan hidup, ya termasuk jalan-jalan atau kegiatan lainnya. Nah, dari 80 persen itu aku bisa pakai untuk bisnis salon aku, restoran, atau investasi di produk finansial,” imbuh perempuan kelahiran  Jakarta, Indonesia, 7 Desember 1981.

Saat ditanya, kebiasaan dari pasangan yang bekerja menerapkan prinsip ‘uang suami buat istri dan keluarga, uang istri buat istri dan keperluan pribadinya’, sembari tersenyum Titi menjawab: “Aku juga kayak gitu kok, hehehe.”«[teks & foto @boyMALI]

SHARE