The Next Chapter Gita Gutawa Sepenuhnya

0
811
gita gutawa
gita gutawa

Gita Gutawa sebagai arranger, produser, komposer

Gita GutawaGita Gutawa resmi merilis album keempat di Hard Rock Cafe Jakarta. Album baru itu bertajuk The Next Chapter yang menandakan sebuah babak baru baginya. Jika dulu Gita dikenal sebagai penyanyi cilik yang lekat dengan citra seorang baby doll, sekarang tidak lagi.

Nama The Next Chapter dipilih karena di 2014, Gita Gutawa resmi menyandang gelar sarjana pada usia 21 tahun. Dara dengan senyum manis ini juga bertindak sebagai produser, arranger, dan composer untuk album terbarunya. Juga tidak lagi bergantung kepada sang ayah. Album ini merupakan tonggak baru dalam karier bermusik pemilik akun Twitter @gitagut ini.

Ibarat menjalani proses metamorfosis dari seekor ulat menjadi kepompong lalu kupu-kupu. Gita Gutawa perlu waktu lima tahun untuk menyudahi masa vakum pembuatan album. Berpindah dari konsep seorang penyanyi cilik menjadi seorang solois perempuan dewasa.

Pada awal karier, anak Erwin Gutawa ini kental dengan warna yang colourful. Sementara untuk The Next Chapter, cuma dibangun dari warna netral. Hitam dan Putih.

“Sebenarnya nggak ada maksud untuk bikin album dark atau bagaimana. Hanya saja aku ingin menunjukkan bahwa aku sudah dewasa,” terang Gita ketika jumpa pers. Ia hadir dengan busana yang juga mamadumadankan warna hitam dan putih sesuai dengan The Next Chapter.

Lalu Gita menambahkan jika ia memang suka dengan warna-warna netral. Itu menunjukkan kepribadiannya secara personal. “Album ini menunjukkan perjalanan musik aku, di mana aku terlibat penuh sejak dari awal. Mulai dari menulis lirik, membuat komposisi lagu, juga mengaransemennya. Tema lagu pun aku pilih sendiri,” terang wanita yang akan melanjutkan studinya ke London.

Materi lagu Gita kumpulkan selama tiga tahun, selama ia berkuliah di Birmingham. Dari 30 lagu yang tercipta, terpilihlah 11 lagu yang dikemas ke dalam The Next Chapter, sementra sisanya disimpan. Sepuluh lagu di antaranya ditulis liriknya dalam bahasa Indonesia oleh Gitagut. Sedangkan satu sisanya ditulis dalam bahasa Inggris.

Menariknya album ini pengerjaannya dilakukan di lima negara: Inggris, Swedia, Czechoslovakia, Australia, dan Indonesia. Gita berkesempatan melakukan rekaman di AIR studio London, lalu berkolaborasi dengan Czech Symphony Orchestra dan rekaman di Praha. Ada juga empat lagu yang dikerjakan di Swedia. Dan proses mastering dikerjakan di Australia. Terakhir Indonesia, tempat cd ini dijual. « [teks @HaabibOnta | foto dok @ghiboo]

SHARE