Lukman Sardi untuk Presiden Baru

0
97

Harapan seorang aktor untuk presiden terpilih
Lukman Sardi 2

Satu bulan lagi, presiden terpilih Joko Widodo akan dilantik secara resmi sebagai pengganti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rakyat terlihat tampak antusias menunggu detik-detik dilantiknya presiden Indonesia terpilih itu.

Di balik rasa antusias atas terpilihnya pria yang akrab disapa Jokowi itu, juga terselip harapan-harapan baru yang ditujukan untuknya. Contoh yang paling mendasar adalah dengan dilantiknya Jokowi diharapkan akan berpengaruh pada perbaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara [APBN].

Terlalu berat? Tentu saja bagi orang awam yang kurang mengerti bahasa perekonomia dan keuangan negara seperti itu. Tapi, dari sisi rakyat biasa pun juga memiliki harapannya masing-masing. Misalkan saja perbaikan pelayanan kesehatan dan juga kemudahan untuk mengikuti pendidikan formal.

Tak mau ketinggalan dengan mereka yang punya harapannya masing-masing, Lukman Sardi, sebagai aktor papan atas Indonesia juga memiliki harapannya sendiri dengan terpilihnya Jokowi. Sebagai orang yang bergelut di industri perfilman, pemeran Bung Hatta dalam film Soekarno: Indonesia Merdeka itu memiliki lima harapan yang akan membawa perbaikan di industri perfilman tanah air.

Pertama, tentang regulasi. ”Industri kreatif harus disadari membawa devisa besar untuk negara. Harus didukung, bukan dalam arti dana tapi dari regulasi dan peraturan, termasuk juga perfilman,” ujar Lukman. Dari pengamatan seorang Lukman Sardi, regulasi yang ada selama ini masih sangat kurang. Mungkin industri tersebut dianggap sebelah mata, tapi menurutnya, justru sebenarnya industri hiburan bisa jadi uang yang banyak sekaligus tolak ukur suksesnya sebuah bangsa.

Kedua, perkuat identitas. Jika pemerintah mendukung regulasi perekonomian kreatif termasuk film tentu bisa menjadi satu dukungan yang menyukseskan. Jika industri tersebut sukses, pastinya juga akan berpengaruh pada blue print film kita. Sebuah identitas akan tergambar dari film-film kita, layaknya film negara lain yang lekat dengan identitasnya masing-masing. ”Seperti film India, kita tahu dari musiknya dari gambarnya, bukan hanya karena pakai bahasa India kita jadi tahu itu film India, tapi cara mereka bertutur dalam film, bercerita dalam film, dan bagaimana mereka berbudaya,” kata suami Pricillia Pullunggono ini.

Ketiga, aliran pajak. Selama ini insan perfilman mengetahui bahwa biaya pajak yang harus dibayarkan tidak sedikit. Namun mereka, termasuk Lukman tak pernah mengetahui alokasi dana pajak tersebut. ”Pajak-pajak hiburan yang cukup besar dan dialokasikan untuk kemajuan film. Tapi kita selama ini nggak pernah tahu larinya ke mana?” katanya.

Keempat, pembangunan bioskop. Bagi orang-orang yang tinggal di kota-kota besar apa lagi Jakarta pasti tidak kesulitan menemukan bioskop. Tapi untuk teman-teman yang tinggal di daerah, belum tentu bisa pergi ke bioskop walaupun sebenarnya mereka ingin. Karena itu, Lukman berharap dengan pemerintahan yang baru bisa mendukung perkembangan bioskop di daerah-daerah. ”Dari sisi industrinya juga bisa meningkatkan. Selama ini yang nonton di situ-situ aja. Yang di desa nggak ada bioskop,” ujarnya.

Kelima, komunikasi yang baik. Seperti yang pertama disebutkan bahwa Lukman berharap adanya regulasi yang baik. Di samping regulasi, Lukman juga berharap adanya komunikasi yang baik untuk menentukan nasib film Indonesia. Ini juga harapan yang Lukman sampaikan untuk para sineas. Bagaimana mengomunikasikan penayangan film Indonesia antara di layar bioskop dan televisi. “Jangan terlalu cepat teve. Sebulan atau dua bulan sudah ada di teve. Sedangkan kalau ditanya ke sineasnya, mereka bilangnya kalau nggak buru-buru di teve nggak balik modal. Itu lingkupnya banyak banget tapi dengan cara agar ada timbal balik,” katanya menegaskan.

Semoga saja, jika nantinya Jokowi sudah menjabat keinginan-keinginan tersebut bisa segera terlaksana. Bukan hanya keinginan Lukman untuk industri perekonomian kreatif, tapi juga semua harapan-harapan rakyat, nantinya akan terwujud satu demi satu. « [teks @nandiyanti | foto @bagusdimsum]

SHARE