Seruan Gitaris Gugun Blues Shelter

0
429

Musik, indie, dan finansial dari mata gitaris Gugun Blues Shelter

Gugun blues shelterSatu dari tujuh dosa yang mematikan adalah sombong. Misalnya dengan meremehkan orang lain dan menganggap diri sendiri adalah yang terbaik. Tanpa ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Dan hal ini juga yang sering menjangkiti musisi indie.

Bohong, jika rasa meremehkan itu tidak pernah ada. Apalagi melihat fenomena band melayu yang sempat merebak di industri musik lokal. Peminatnya dikatakan sebagai alay. Sementara musiknya dikatakan tak berkelas.

Gugun, gitaris Gugun Blues Shelter atau Gugun Power Trio pun berseru jika meremehkan musisi lain seperti itu sebenarnya bukan sesuatu yang pantas bagi seorang musisi.

“Musik mereka gue dengerin kok. Kalau pun ketemu ya gue kenalan. Makin banyak teman itu bagus untuk networking. Kalau urusan musik, tiap orang ‘kan punya seleranya masing-masing,” ujar Gugun. “Kita nggak bisa bilang musik mereka jelek, dan musik kita paling bagus. Toh, buktinya kan ada yang suka.”

Menurutnya, musik yang bagus adalah yang bisa dinikmati ketika mendengarnya. Bukan karena mengusung sebuah genre, maka musik itu bagus.

Ia pun menuturkan pengalamannya ketika meminta seorang teman untuk mendengarkan demo yang sudah ia buat. Momen itu terjadi ketika di pertengahan tahun 90’an. Temannya memberi komentar jika musik yang Gugun buat bagus, bahkan bisa dikategorikan sangat bagus untuk masanya. Tapi, musik yang ia mainkan tidak bisa dijual, ungkap temannya.

“Apa salahnya coba musik yang bagus? Masa iya nggak bisa ke jual,” tanya dia. Berdasar hal itu, pemilik akun @redbug68 ini bukannya patah arang. Tapi tetap melintas di rel funk, soul, dan blues.

Selain meremehkan musisi lintas genre, masalah yang menghinggapi kebanyakan musisi indie ialah finasial. Hal ini yang biasanya menghambat sebuah band atau solois dalam lajur indie untuk menggarap album dan promosi.

Gugun pun mengaku juga mengalaminya di perjalanan kariernya. Karena tidak lantas duit jatuh bertebaran seperti hujan.

“Waktu Gugun Blues Shelter jalan ke Inggris, ya kita nyari duit dulu. Anak-anak ngerjain jingle yang bayarannya lumayan,” ungkap sang vokalis. Sisa hasil uang itu pun bisa dipakai untuk menggarap sebuah album oleh trio ini. “Kalau ada yang namanya ‘will’ atau kemauan pasti ada jalan kok. Jadi finansial itu bukan masalah, sebenarnya,” ujar dia dengan tegas.

Lalu frontman i Gugun Blues Shelter ini berseru untuk menyudahi obrolan,”ketika bikin sebuah karya atau lagu, tanamkan mindset jika hal yang lo buat itu akan disukai oleh orang. Karena karya itu dibuat dengan sepenuh hati. Kalau lo suka, maka orang lain akan begitu.” « [teks @haabibOnta | foto @bagusdimsum]

SHARE