Aku Kau dan KUA: Tema Usang di Era Digital

0
1175

Synopsis & Review: Aku Kau dan KUA

aku kau dan kuaSynopsis:
Pernikahan Fira [Nina Zatulini], gadis paling cantik dan populer di antara teman-temannya, mestinya menjadi pernikahan of the decade.

Fira yang hidupnya seolah sempurna, hancur berantakan begitu Lando [Eza Gionino] ternyata ketahuan tukang selingkuh. Fira pun shock dan menarik diri dari pergaulan.

Sahabat Fira, Uci [Eriska Rein], berusaha mengembalikan semangat Fira, dengan mendukung rencana Deon [Deva Mahenra] yang sudah lama cidaha [cinta dalam hati] ke Fira, untuk ta’aruf. Fira meragukan proses ta’aruf.

Namun Uci dan sahabat-sahabat Fira yang lain, Rico [Adipati Dolken], Mona [Karina Nadila] dan Pepi [Babe Cabiita] mendukung Deon, sehingga terjadilah proses ta’aruf dengan penuh kekocakan dan kecanggungan, tapi justru memberi inpirasi untuk Rico mengajak Aida [Bianca Liza] pacarnya, untuk menikah. Ternyata, niat baik Rico tidak berjalan mulus.

Lain lagi dengan Mona, yang mempunyai pacar bernama Jerry [Fandy Christian], ganteng tapi tangannya tidak bisa direm. Sehingga Mona jengah dan meminta Jerry menikahinya. Jerry malah memutuskan hubungan dengan Mona.

Mona akhirnya mencoba mencari jodoh yang “baik”, yaitu dengan berubah menjadi orang yang “baik pula”. Mona pun memaksakan dirinya berhijab. Diajak Uci ke workshop kepribadian, Mona malah jelalatan berusaha mencari jodoh. Alhasil, justru ustad muda ganteng bernama Kak Emil [Dwi Sasono] lah yang menjadi sasaran Mona.

Apakah Mona berhasil mendapatkan Kak Emil? Apa mungkin Fira mau menggantikan Lando yang serba “ter” dengan Deon yang “biasa-biasa” saja? Bagaimana dengan Uci juga Rico? Dan apakah Pepi yang selama ini kerjanya nembak berbagai cewek untuk ta’aruf di acara nikahan, berhasil dapat jodoh?

Review:
Cerita tentang percintaan remaja adalah hal seringkali diangkat -dan tak terhitung lagi jumlahnya. Kisah-kisah seperti ini bisa dibilang paling banyak peminatnya. Karena dapat menjangkau range usia yang luas serta punya sesuatu yang segar untuk dinikmati.

Apalagi Aku Kau dan KUA adalah sebuah film percintaan remaja. Dengan fokus konsep cerita pada ta’aruf. Tata cara perkenalan yang dianjurkan oleh agama Islam sebelum melakukan pernikahan. Sesuatu yang sepertinya sudah ‘usang’ untuk dijalani di era digital. Karena pacaran menjadi suatu relasi yang lebih dipilih -dengan segala konflik yang menyertainya.

Tapi Monty Tiwa, mengemas Aku Kau dan KUA menjadi sesuatu yang segar. Jauh dari konsep menggurui tentang baik, perlu, dan mudahnya ta’aruf. Pun juga tidak memberikan sudut pandang cerita yang menilai jika pacaran adalah hal yang salah dan buruk dari mata Tuhan.

Konsep ta’aruf yang coba disampaikan lewat film ini diabalut dengan mudah serta halus. Tentang bagaimana pendekatan secara jujur lewat tata cara Islam. Kalau pun tak sreg, sesorang bisa menolaknya. Tidak saklek bahwa orang yang menjalani ta’aruf haruslah menikah.

Ditambah humor-humor jenaka yang membalutnya yang dikomandoi oleh Mona [Karina Nadila] dan Pepi [Babe Cabiita]. Aku, Kau dan KUA jadi semacam dakwah dengan cara yang jenaka. Dalam satuan angka 1-10, Aku, Kau, dan KUA mendapatkan nilai 6.5. «[teks @haabibOnta | foto starvision]

 

SHARE