Tantangan Terbesar Oliver Hadisuwarno

0
524

Oliver Hadisuwarno bicara tentang family business

oliver2Siapa tidak kenal sosok penata rambut profesional Rudy Hadisuwarno? Beberapa produk kecantikan rambut serta salonnya sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia. Namanya sudah menciptakan beberapa karya ternama. Model-model terkenal disulap menjadi kian cantik dalam penataan rambut yang spektakuler.

Oliver Hadisuwarno adalah keponakan sang maestro tata rambut kebanggaan Indonesia itu. Lama berkecimpung dalam dunia bisnis, kini Oliver mempunyai tanggungjawab untuk mengelola segala jenis usaha yang diciptakan pamannya, Rudy Hadisuwarno. Pernah berkerja sebagai banker sejak tahun 2003, Oliver memutuskan untuk bergabung bersama family business ini pada akhir tahun 2006. Pria yang memiliki latar belakang pendidikan management dan finance ini, tanpa sungkan berbagi pengalamannya bersama Ghiboo. Simak obrolan santai Oliver Hadisuwarno dengan Editor in Chief @hagihagoromo bersama Videographer @ajiotoy dan Photographer @bagusdimsum berikut ini.

boleh diceritakan apa hubungan keluarga dengan mas rudy?
Beliau itu paman saya. Ayah saya adik kandung Pak Rudy Hadisuwarno.

dan sekarang Anda punya tanggungjawab untuk handle semua ini?
Ya, saya punya tanggungjawab untuk me-manage seluruh group dari PT Rudy Hadisuwarno, termasuk pengelolaan salon kecantikannya, hair dressing school-nya, dan pendistribusian produk kosmetik rambutnya.

sejak kapan mulai terjun ke bisnis ini?
Sebelumnya saya berkerja sebagai banker, sejak tahun 2003 hingga akhir 2006. Lalu saya bergabung dengan family business ini di akhir 2006 itu.

berarti sekarang sudah 8 tahun?
Iya ya. Nggak kerasa ya [tersenyum lebar].

dulu background pendidikannya apa?
Di universitas saya mengambil jurusan management dan keuangan.

dari?
Saya lulusan London School of Economics di London, United Kingdom.

oh sempat lama tinggal di sana ya? berapa tahun?
Enam tahun lebih di Inggris.

itu bisnis keuangan ya sebenarnya? terus kenapa bisa terjun ke bidang jasa seperti ini?
Ya aslinya saya memang tertarik pada dunia profesional perbankan. Sekitar tahun 2006, saya dipanggil bergabung untuk lebih bisa memajukan dan menggerakan perusahaan untuk lebih baik lagi. Jadi semua berjalan begitu cepat lah.

ketika bisnis salon serta produk perawatan kecantikan begitu banyak pemainnya, lalu bagaimana ketika Anda diminta untuk menangani bisnis ini? apa saja yang pertama kali digarap?
Pertama kalo kita ngomong bisnis, ya untuk skala yang harus lebih baik, lebih besar, dan efisien, semua kembali ke sistem. Pertama kali yang saya telusuri adalah bagaimana prosedur itu berjalan, sistem itu berjalan. Nah, itu menjadi suatu pondasi yang kuat. Selanjutnya dari situ baru inovasi dan kualitas.

untuk jumlah salonnya berapa ya sekarang?
Di seluruh Indonesia salon kami ada 110 outlet.

retail produk kecantikannya ‘gimana?
Ada produk untuk styling rambut, seperti gel, wax, foam dan hair spray. Ada juga perawatannya ya seperti shampoo, conditioner, serum penguat akar rambut dan lainnya.

permasalahan apa yang Anda hadapi saat terjun ke bidang ini?
Data! Saya ‘kan orangnya analisa ya. Pada saat itu data itu tersebar tidak beraturan. Sistemnya masih belum rapi dan belum sempurna. Karena ketika kita ingin tahu usaha ini sedang berada di mana, kita harus tahu data itu seperti apa, tujuan dan goal-nya ingin berapa persen.

bagaimana awal program franchise untuk salon rudy hadisuwarno?
Sebenarnya ide franchise itu datang dari Pak Rudy sendiri, sekitar tahun ’98-an. Pada saat itu bagaimana caranya segera mengembangkan outlet secepatnya, sebanyak-banyaknya, dan tetap mempertahankan kualitas pelayanan yang standar. Muncul ide itu juga tiba-tiba. Mungkin karena beliau  banyak belajar dari negara lain ya.

ketika Anda sudah diserahkan sebuah tanggungjawab, begitu banyak hal yang harus ditata. apakah bidang data buat pelanggan, atau kah data buat SDM nya?
Semuanya, karena semua dimulai dari kita sendiri. Segala sesuatu itu dari alurnya, prosesnya, performanya, itu benar-benar semua di-review. Setelah kita sudah membereskan hal di dalam baru kita mulai beralih bagaimana melayani keluar.

bagian yang tersulit?
Di dunia saya itu manusia. Manajemen manusia. Karena manusia itu tidak seperti barang. Manusia sifatnya berbeda, keinginannya berbeda. Hari ini mood-nya A besok mood-nya B. Jadi, tantangan terbesar dari dulu sampai sekarang terutama dalam dunia jasa dan hospitality itu adalah manusia.

pada proses merekrutnya serta mengaturnya?
Keseluruhan. Karena unsur terbesar di industri saya adalah SDM.

lalu, bagaimana me-manage dua bagian seperti back office dan front office?
Karakter yang kita butuhkan untuk back office itu A, B, C sedangkan front office itu C, D , E. Mereka punya karakteristik yang berbeda. Cara me-manage-nya pun berbeda.

kabarnya anda membuka modelling school juga, mengapa?
Ketika ingin membuat buku fashion atau fashion show pasti kami membutuhkan model. Saya melihat model-model Indonesia ada yang sudah baik tapi ada juga yang biasa saja. Menurut saya, level kompetensi mereka masih di bawah standar. Oleh karena itu, ketika saya bertemu dengan Sabrina Irine –seorang instruktur modelling– ternyata passion kami sama, ingin membangun sekolah model yang menghasilkan model-model kompeten sesuai dengan standar.

apa yang membedakan rudy hadisuwarno modeling school dengan yang lain?
Kami punya kurikulum pengembangan karakter dan kepribadian. Jika sudah terbangun karakter yang baik, baru selanjutnya masuk ke pelajaran, seperti bagaimana cara berjalan, akting di depan kamera, dan kami juga mengajarkan mereka untuk membaca dan memahami kontrak kerja karena banyak juga model-model yang tertipu.

selain menggarap bisnis yang besar ini, apa saja yang biasa Anda lakukan?
Saya biasanya baca buku. Saya senang baca buku novel seperti detective stories dan juga biografi.

saat ini sedang baca buku apa?
Saya sedang baca buku tentang Christianity, karena itu agama saya. Isinya banyak tentang self development. Bagamana kita harus berfikir positif, berbicara positif, agar hidup kita menjadi lebih positif.  Jadi saya lebih banyak pada arah religius reading.

olahraga atau rekreasi?
Olahraga masih. Saya penggemar basket.

basket? di mana latihannya?
Biasa main bersama teman-teman alumni di sekolah saya, di Senayan.

rutin?
Rutin, setiap Sabtu dan Minggu. Selingannya saya berenang.

Anda suka masakan atau makanan seperti apa?
Saya suka masakan Jepang. Sushi, shabu, dan masakan istri saya.

apa yang ingin Anda kembangkan di masa depan?
Karena rasa cinta dan passion saya di dunia education, saya akan tetap mengembangkan pendidikan, baik soal rambut dan make up. Kini saya sedang merintis salon management. Itu sangat unik dan belum banyak, terutama di Indonesia yang sangat terkait dengan culture. Setelah itu saya mulai belajar investasi di property juga. Ya masih hijau lah.

harapan apa yang akan Anda berikan untuk konsumen dan pengelola salon Rudy Hadisuwarno?
Impian saya selalu ingin menjadi penyedia jasa terbaik yang memuaskan. Dari sisi pendidikan saya ingin memberikan sesuatu kembali kepada masyarakat Indonesia. Karena banyak sekali yang bisa kita lakukan di luar pendidikan ini. Standard living manusia juga harus meningkat, skill-nya harus meningkat, karena bangsa kita ini adalah bangsa yang hebat asal manusianya mau belajar. « [teks @[email protected] | foto dan kover @bagusdimsum]

SHARE