Cerita dari Konser Musik /rif dan Sheila On 7

0
929

/rif dan Sheila On 7 saling berbagi ronde di Istora Senayan

andy rifJumat malam [19/7] di Istora Senayan, /rif dan Sheila On 7 menggelar konser kolaborasi yang dipromotori oleh MDG Production. Konser bertajuk “Konser Musik /rif dan Sheila On 7” itu mengusung tema back to 90’s. Sebuah dekade emas bagi industri musik lokal —Yang tidak terusik oleh bajakan viral, seperti saat ini.

Mulanya Noviar Irianto Pratama, komisaris dari MDG Production hanya menargetkan 2500 orang yang akan hadir malam itu. Target itu terbilang kecil, karena volume Istora Senanya mampu menampung hingga 10 ribu orang.

Harga tiket yang sejajar dengan sebuah konser artis internasional, [300K- 800K] menjadi dasar penetapan target itu. Namun pada kenyataannya, tiket vip seharga 800K justru ludes terjual lebih dulu. Dari target yang sudah ditetapkan, ada sekitar 3000 orang lebih yang menikmati pertunjukkan Jumat malam itu. Melebihi perkiraan dari promotor.

Konser dimulai tepat pukul 08.00 malam. Area VIP dan festival telah penuh oleh penonton. Hanya bagian tribun yang terisi setengahnya saja. Konsep panggung yang 360 membuat penonton di tribun berpencar, tidak terfokus di satu bagian saja. Karena, dari segi mana pun, /rif maupun SO7 masih bisa terlihat. Di empat bagian atas panggung pun tersedia sebuah LCD besar yang menampilkan aksi penampil.

/rif di ronde pertama
Andy, Jikun, Magi, Ovy dan seorang additional bass player naik ke atas panggung pukul 8. Aksi mereka dibuka dengan diputarnya lagu “Radja” yang sudah di-remix dengan gaya orkestra. Lagu itu selesai, dan.. boom! Radja langsung menggedor dengan lagu “Dunia” yang menjadi soundtrack film Spiderman.

Atmosfer Istora yang tadinya flat, seketika melonjak di titik maksimum. Semua pasang mata ke arah kwartet asal Bandung itu. /rif memilih lagu yang berenergi untuk memanaskan gelanggang itu. Andy berlari ke segala penjuru, Jikun dan Ovy yang berjauhan tapi tetap kompak, dan Magi kian bersemangat dengan tabuhan drumnya. Ini bukan sekadar konser cemen dengan sound, lighting, dan perform seadanya. Ini konser berkelas!

Gaung bersambut sampai lagu kelima. /rif tetap membawakan lagu enerjik semacam “Johny Esmod”, “Jeni”, serta “Radja”. Tensi kemudian diturunkan di lagu keenam, saat /rif membawakan “High & Dry” milik Radiohead. Lagu hits band asal Inggris yang tenar di pertengahan 90 an sampai sekarang. Tanpa perlu diminta —penonton yang kebanyakan berusia matang itu- ikut menyanyikan reff bersama-sama. Ibarat roller coaster yang melaju ke bawah lalu tinggi, /rif juga melakukan hal itu. Hits mereka juga di tahun 97, “Bunga”, mengobarkan lagi semangat /rakjat /rif yang sendu akibat lagu sebelumnya.

Format band sempat mereka ubah, menjadi akustik ketika membawakan lagu “Aku Ingin” dan “Salah Jurusan”. Magi yang berada di tengah maju ke arah vip dan menggunakan cajon. Jikun dan Ovy pun mengganti gitar elektriknya dengan yang kopong. Penilaian bahwa /rif adalah band panggung sepertinya benar. Karena atmosfer dapat mereka ubah sesuai kemauan mereka. Tidak melulu keras, tidak juga lembek terus menerus.

Satu momen paling nendang ialah saat Ari Lasso ikut naik ke atas panggung sebagai bintang tamu. Formasi berubah, Ovy memainkan piano, Magi maju sebagai vokalis dan Andy beristirahat sesaat. Bersama ex vokalis Dewa 19 itu, Magi berduet menyanyikan lagu “Home Sweet Home” – Motley Crue.

Dan, tanpa disengaja, Magi sempat mencium bibir Ari Lasso seusai menyanyikan bagian reff. Keduanya saling bertatapan, lalu Magi menerjang bibir ari lasso tanpa malu-malu seperti kekasih. Ari lasso yang kaget kontan menjauh sambil membersihkan bibirnya, kaget dengan perlakuan si drummer.

Giliran /rif habis dengan berkumandangnya lagu “Si Hebat” yang rilis tahun. Lagu itu bercerita agar orang-orang menjauh dari perangkap narkoba. Kurang lebih selama satu jam setengah, Andy, Jikun, Ovy, dan Magi perform. Kini saatnya Sheila On 7 yang naik ke atas panggung.

duta sheila on 7Sheila on 7 di ronde kedua
Jeda waktu antara /rif dengan SO7 hampir 20 menit. Jarak itu digunakan oleh para crew untuk menyiapkan alat sebelum sang performer tampil. Tepat sepuluh menit sebelum jarum jam mencapai angka sepuluh. Sheila On 7 is on stage!

Jika /rif membawa satu additional player, So7 membawa empat orang. Dua orang trumphet, satu orang saxophone, dan seorang trombone. Yap, karena list lagu pertama mereka untuk mencairkan suasana lagi ialah “Pejantan Tangguh”.

Hits single yang rilis di tahun 2004 untuk album dengan judul sama. Setelah lagu ini, SO7 membawakan lagu pertama mereka berjudul “Kita” yang menjadi soundtrack untuk sitkom Lupus. Ketika lagu ini bergema, kesan nostalgia tahun 90’an kental terasa.

Duta, Eross, Adam, dan Brian tampil seragam dengan flat shoes warna hitam. Untuk bagian atas, hanya Adam seorang yang mengenakan kemeja, sementara sisanya memakai blazer. Delapan belas tahun lalu, ketika jejaka asal Jogjakarta ini baru menapaki industri musik, dandanan mereka belum separlente itu.

Pada video klip “Kita”, Duta masih berambut gondrong, Eross yang berambut bob mengenakan kacamata oranye dan polo shirt, sementara Adam dengan kaca mata kuning berambut agak cepak mengenakan kemeja. Pun masih ada Sakti dan Anton, eks drummer dan rhytm SO7.

Sandhy Sandoro, kian menyemarakan suasana ketika berduet dengan Duta di lagu “Itu Aku”. Warna vokal keduanya yang berbeda kian menambah keseruan konser. Meski beberapa penonton jarang ada yang bisa mengikuti tingginya nada yang dinyanyikan. Sempat juga genk kota Gudeg ini memamerkan aransemen ulang dari lagu “Lebih Baik Sakit Gigi” milik almarhum Meggy Z. Awalnya banyak yang menebak-nebak lagu apakah yang mereka mainkan. Tapi ketika itu sampai di reff, semua ikut bergoyang dengan ritme dangdut yang dibuat menjadi nge-pop.

Momen paling mengharukan digiliran Sheila ialah ketika mencapai penghujung konser. Eross meminta Duta untuk beristirahat karena sudah delapan belas tahun ini terus menghibur para sheila gank. Kali itu, giliran eross yang meminta penggemarnya bernyanyi bagi lelaki jangkung bernama Akhdiyat Duta Modjo.

Saat sang gitaris mulai memainkan gitarnya, kontan para penonton segera menyambarnya dengan bilang: “Dan….bila esok…datang kembali. Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda. Dan…perlahan kaupun lupakan aku. Mimpi burukmu…dimana t’lah ku tancapkan duri tajam. Kaupun menangis…menangis sedih. Maafkan aku.”

Beberapa penonton tak bisa membendung air mata. Dari layar LCD itu pun terlihat jelas, mata Duta yang berkaca-kaca mendengar lagu yang populer di akhir 90-an itu masih menggema hingga sekarang.

Penampilan So7 ditutup dengan dinyanyikannya lagu terakhir, “Kisah Klasik Untuk Masa Depan”. Sebuah lagu yang bercerita tentang memori masa lampau yang masih menyenangkan untuk terus dikenang. « [teks @HaabibOnta | foto @gerilaksamanaaa]

SHARE