Pengalaman Pertama Nidji di London

0
418

Lima hari jelajahi London bersama Nidji

nidji bbc

Siapa sih yang nggak mau ditawari jalan-jalan ke London? Ditambah lagi, segala urusannya dipermudah dan mendapat banyak komplementari yang tak diduga-duga. Seperti itu lah yang dialami grup band Nidji. Beberapa waktu lalu, mereka baru saja kembali dari perjalanan ke kota bersejarah di Inggris itu.

Giring [vokal], Andro [bass], Randy [keyboard], Adri [drum], Rama dan Ariel [gitar] pada awalnya bekerjasama dengan perusahaan musik dan provider telepon selular, untuk menggelar tur selama lima hari ke London. Tur yang bertajuk ‘Nidji Goes to London’ itu pun berencana akan mengajak dua Nidjiholic [sebutan fans Nidji-red] untuk ikut bersama ke sana.

Dalam perjalanannya, sebuah rencana simple itu pun berkembang menjadi sesuatu yang lebih menarik lagi. Ketika mendengar kabar Nidji akan ke London, maskapai Garuda Indonesia pun tak membuang kesempatan untuk mengambil momen tersebut. Garuda Indonesia, akhirnya menjadi bagian yang berpartisipasi dalam keberangkatan Nidji ke London.

Menurut gitaris Rama yang berbagi kepada Ghiboo, Garuda Indonesia mengajak Nidji untuk ikut dalam penerbangan pertamanya ke London. ”Kami jadi orang yang pertama lho yang pergi ke London dengan penerbangan itu,” ungkapnya.

Banjir Dukungan
Tak hanya di situ, kemujuran Nidji pun terus berlanjut. Perjalanan ke London pada September lalu, memang bukan pengalaman pertama Nidji untuk singgah di Inggris. Sebelumnya, band pengusung musik elektro-pop ini sudah pernah berkunjung ke Manchester, Inggris.

Kala itu, keberangkatan Nidji didukung penuh oleh Kedutaan Besar Inggris di Indonesia. Dan ketika mengetahui Nidji kembali akan bertolak ke Inggris, apalagi kali ini London, Kedutaan Besar Inggris di Indonesia pun kembali mendukung keberangkatan mereka.

”Kemarin, waktu kami mau berangkat, dari UK Embassy ikut dukung lagi. Dari situlah kami akhirnya mendapatkan kesempatan untuk wawancara dan tampil di BBC London. Dari situ juga, kami bisa diundang ke kantor Perdana Menteri David Cameron,” ujar Rama, saat menceritakan kembali perjalanannya pada 8 hingga 13 september lalu.

Keberangkatan Nidji ke London pun, dilepas dengan senang hati oleh kedutaan besar Inggris di Indonesia sementara, Rebecca Razavi. Keberangkatan itu juga diikuti oleh Erik Meijer, Executive Vice President Marketing and Sales Garuda Indonesia.

Sesampainya di London, berbagai macam perasaan dirasakan anggota Nidji. Mereka juga mengakui grogi jelang melakukan wawancara di BBC London. Bagaimana tidak? Nidji merupakan grup band pertama dari Indonesia, yang berhasil melakukan wawancara dan tampil di kantor berita bergengsi tersebut.

Dengan bangganya, mereka juga sudah mempersiapkan semuanya sesuai dengan nuansa khas Indonesia. Salah satu yang paling sederhana adalah dari pakaian. Anggota Nidji pun kompak mengenakan batik untuk memperlihatkan kecantikan budaya lokal Indonesia.

Sepanjang percakapan pun, anggota Nidji pun berusaha mengenalkan tempat-tempat yang ada di Indonesia. “Mereka kebanyakan mindset-nya Indonesia itu Bali. Jadi kami banyak kenalkan bahwa Indonesia juga banyak tempat lainnya yang tidak kalah bagusnya. Salah satunya kita kenalkan tentang Raja Ampat,” kata gitaris Nidji yang kerap siaran di 89.6 I-Radio FM Jakarta itu.

Setelah perbincangan hangat itu, Nidji diberi kesempatan tampil di BBC London. Bayangkan saja, musisi sekelas U2 dan Coldplay juga pernah tampil di sana. Dalam kesempatan langka itu, Nidji membawakan tiga lagu mereka, yaitu “Laskar Pelangi”, “Hold Up” dan “Disco Lazy”. Wawancara itu pun dapat disaksikan melalui Google Hang Out.

nidji downing street no 10

Usai membuat geger kantor BBC dengan penampilan mereka, Nidji kemudian menghadiri undangan ke Kantor Perdana Menteri David Cameron, Downing Street No. 10. Kali ini kegembiraan anak-anak Nidji pun lebih hebat lagi.

Nggak semua orang bisa masuk. Bahkan kepala negara pun belum tentu bisa diundang ke sana,” ungkap Rama dengan sumringah. Sayangnya, saat Nidji hadir, sang perdana menteri sedang melakukan tugas di luar. ”Tapi kami tetap dibolehin masuk. Kami melihat-lihat ke dalam dan staff-nya ramah-ramah,” lanjutnya.

Secara garis besar, Rama menggambarkan, Downing Street No. 10 adalah tempat kerja sekaligus tempat tinggal Perdana Menteri Inggris, selayaknya istana negara. Bisa berjalan-jalan di dalamnya, memberi ilmu pengetahuan tersendiri bagi anggota Nidji. Karena, menurut Rama, setiap sudut dari tempat itu kental sejarah yang ada di Inggris.

”Di sana keren banget! Ada bagian-bagiannya tersendiri. Ada ruangan khusus untuk menerima tamu kenegaraan, ada perpusatakaannya juga, dan ada beberapa tempat penting lainnya,” ungkapnya saat menggambarkan tempat yang belum tentu bisa mereka lihat untuk kedua kalinya itu.

Seusai melakukan jadwal yang telah disususn Kedutaan Besar Inggris, Nidji pun memiliki waktu santai berjalan-jalan. Seperti turis, kebanyakan anggota band Nidji dan Nidjiholic yang beruntung berputar-putar di Inggris, dan lebih jelasnya lagi bisa disimak dalam artikel Through Your Eyes versi Rama ’Nidji’ selama berada di London, Inggris. « [teks @nandiyanti | foto @rama_nidji]

SHARE