Paris, Kala Musim Gugur Tiba

0
2919

Tiga hal yang bisa Anda temui ketika berlibur di Paris

Siapapun pasti punya alasan yang berbeda-beda untuk berkunjung ke Prancis. Negara yang satu ini memiliki kota-kota romantis, dan yang berada di urutan pertama adalah Paris, sang ibu kota.

Seperti yang bisa dilihat dari berbagai foto atau di dalam adegan-adegan film, selalu terlihat bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur tua, gothic, dan klasik di sana. Memberikan kesan yang kuno, namun tak pernah mati untuk dinikmati.

Banyaknya kastil, gereja atau bangunan bersejarah lainnya menjadi tujuan utama wisata yang datang ke sini. Banyaknya tempat yang bisa dikunjungi menuntut Anda untuk membuat prioritas perjalanan.

Negara yang berada di bagian Eropa Barat ini bisa Anda kunjungi kapan saja. Tak tergantung musimnya yang terbagi menjadi empat, musim semi, gugur, dingin, dan panas. Di setiap musimnya, pengunjung bisa menikmati tempat-tempat wisata yang berbeda.

Dari empat musim tersebut, cobalah untuk datang di musim gugur, atau disebut L’automne. Musim ini biasanya dimulai di pertengahan September hingga menjelang musim dingin, memasuki Desember.

Selain udaranya yang lumayan bersahabat, tidak panas, dan tidak terlalu dingin, sekitar 10 hingga 15 derajat celcius, di musim ini Paris juga tidak terlalu ramai. Karena itu, penerbangan ke sana pun sudah masuk dalam kategori low season, karena bukan di musim liburan.

Dengan kata lain, budget Anda bisa lebih ‘singset’ dibandingkan berkunjung di musim lain. Yang paling terlihat jelas adalah biaya penerbangan yang lebih rendah, dan juga biaya penginapan yang tak setinggi ketika berkunjung di akhir tahun.

Setelah sampai di negara penuh pesona itu, apa saja yang bisa Anda nikmati? Berikut tiga hal yang bisa Anda temui ketika berlibur di Paris, Prancis saat musim gugur tiba.

paris 1

Pertama, pemandangan khas musim semi. Ke Paris rasanya tidak lengkap jika tidak datang ke Gereja Katedral Notre Dame. Gereja ini adalah tujuan wisata yang populer di Paris, karena gereja ini memiliki berbagai cerita karena telah dibangun sejak tahun 1163.

Selain itu, gereja ini juga menjadi pusat keagamaan di Paris dan menjadi gereja keuskupan agung katolik Perancis. Di depannya terdapat simbol titik nol Perancis. Konon katanya, siapapun yang menginjaknya akan kembali ke sana.

Dan setelahnya, cobalah bergeser ke sebuah taman yang terletak di belakang Notre Dame. Taman tersebut bernama Square Jean XXIII atau yang dikenal juga dengan nama Gardens of Notre Dame Chatedral. Di taman tersebut terdapat air mancur bergaya gothic yang bernama Fountain of Virgin yang dibuat pada tahun 1845.

Jika Anda bekunjung ke sana di musim gugur, cobalah duduk dan nikmati suasana. Satu hal yang akan membuat Anda merasakan sisi romantisme Paris adalah ketika tanaman dan pohon di sekitar Anda mulai menguning dan daun-daun mulai berguguran. Pemandangan tersebut akan meninggalkan kenangan tersendiri bagi para pelancong yang mampir ke sana.

Tak hanya di taman itu, di taman lainnya, seperti di sekitar Menara Eiffel pun Anda bisa melihat pemandangan serupa. Begitu juga ketika Anda berjalan-jalan di Monmartre, sebuah daerah yang kental akan nilai seninya. Kawasan yang menjadi tempat tinggal seniman seperti Pablo Picasso, Vincent Van Gough dan Salvador Dali itu akan terasa lebih romantis ketika musim gugur tiba.

paris 2

Kedua, jangan lewatkan festival yang manis. Saat musim gugur tiba terdapat satu festival yang terkenal di kalangan pecinta makanan dan pelaku bisnis makanan. Diadakan di akhir Oktober hingga awal November, festival ini dinamakan Salon du Chocolat. Dari namanya Anda pasti bisa menebak bahwa festival ini adalah festival coklat.

Diadakan di Porte de Versailles, festival ini disiapkan untuk skala internasional. Di sini para ahli pembuat coklat dari seluruh penjuru Eropa, yang biasanya disebut Chocolatier akan berkumpul dan menunjukkan kehebatan mereka. Mereka akan menunjukkan olahan-olahan unik dan semuanya terbuat dari coklat.

Dalam lokasi berukuran 20.000 meter persegi itu akan dipenuhi berbagai jenis olahan coklat, seperti Praline, Liquor chocolate, eclair, opera cake, dan berbagai jenis lainnya pasti akan tersaji dengan manisnya.

Yang paling menarik dari festival ini, yaitu adanya Chocolate Fashion Show. Paris sudah dikenal sebagai salah satu kiblat fashion terbesar di dunia, tempat berkumpulnya banyak desainer kelas dunia. Bisa membayangkan bagaimana jika para chocolatier berkolaborasi dengan para desainer kelas dunia yang ada di sana? Yap, mereka akan mewujudkan sesuatu yang luar biasa. Karena hasil karya mereka berupa pakaian-pakaian yang bisa dimakan karena berbahan dasar cokelat! Tidak boleh dilewatkan untuk menemani liburan Anda di musim gugur.

paris 3

Ketiga sekaligus terakhir, nikmati liburan suci. Terdengar aneh bagi pelancong yang tak terbiasa. Tapi itu lah yang dilakukan di Paris, Prancis. Menjelang akhir Oktober hingga awal bulan berikutnya, anak-anak akan memasuki masa liburan sekolah. Di Prancis masa libur ini dinamakan Toussaint.

Toussaint merupakan perayaan umat Katolik dalam rangka memperingati para Santa atau orang suci. Atau biasa juga dimaknai sebagai hari ziarah. Maka pada minggu saat perayaan nasrani ini berjalan, Anda akan melihat banyak bunga krisan dijajakan di pinggir jalan. Bunga ini menjadi simbol bagi pelayat untuk diletakkan di atas makam. Bayangkan jika warna tanaman di sekitar mulai menguning atau bahkan coklat, namun menjadi kontars ketika dipadankan dengan rangkaian bunga seruni yang dijual di toko-toko bunga.

Itu lah pengalaman yang bisa Anda rasakan. Jika Anda mulai berpikir untuk berlibur ke sana di musim gugur, satu hal juga yang jangan sampai terlupakan. Bawalah baju hangat untuk bisa merasakan hal-hal di atas. Meski belum memasuki musim dingin, namun udara Prancis di musim gugur, pastinya jauh lebih dingin dibanding dengan suhu udara di Jakarta. « [teks @nandiyanti | foto berbagai sumber]