Slank Gelar Revolusi Bunga: Generasi Wangi

0
245

Sebuah konser Slank untuk perempuan Indonesia

Konser Slank
Pada 5 November 2014, Slank berencana menggelar konser istimewa di Potato Garage Sudirman Central Business District [SCBD] Jakarta. Konser ini terbilang istimewa karena mengusung tema “Revolusi Bunga: Generasi Wangi” yang menjadi kelanjutan dari kesuksesan konser premium Slank sebelumnya.

Selama 30 tahun, melewati 3 dekade dan tumbuh bersama 3 generasi, Slank menyadari bahwa dirinya telah menjadi ikon dan memiliki pengaruh besar bagi para penggemarnya. Lewat karya-karyanya, Slank selalu membubuhkan pesan dan dorongan bagi Slankers serta publik luas untuk beraksi dan ambil bagian dalam gerakan sosial yang dapat mewujudkan perubahan positif, baik dalam kapasitas sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

“Sebagai musisi, tanggung jawab Slank tidak berhenti sampai penciptaan karya-karya musik yang digemari masyarakat. Namun lebih jauh, karya-karya ini harus bisa menyuarakan pesan-pesan yang dapat mendorong perubahan mental untuk menciptakan perubahan yang positif,” ujar Abdee Negara Nurdin, gitaris Slank.

Jatuh bangunnya band ini mulai dari titik terendah hingga kemampuannya untuk bangkit kembali menggugah Slank untuk terus melakukan gebrakan dan membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia. “Kami mungkin dikenal slenge’an, tapi kami punya misi yang diterapkan melalui ‘13 Ajaran Nggak Sempurna SLANK’ untuk beraksi,” ujar drummer Bimbim.

Aksi Slank saat konser peryaan 30 tahun mereka di Gelora Bung Karno, akhir tahun lalu.
Aksi Slank saat konser peryaan 30 tahun mereka di Gelora Bung Karno, akhir tahun lalu.

Metamorfosa Slank berawal dari konser Generasi Biru yang diasosiasikan sebagai pencapaian diri secara pribadi, kemudian berevolusi untuk meraih hidup yang lebih berkualitas didasari cinta bagi diri sendiri, lalu menjelma menjadi Revolusi Mental yang digaungkan untuk memperkuat solidaritas demi kebaikan bersama.

Inisiasi selanjutnya diprakarsai oleh Bimbim dalam mempersembahkan konsep Revolusi Bunga bagi para Generasi Wangi untuk bersama-sama memberikan penghargaan kepada perempuan Indonesia yang direfleksikan sebagai “Bunga Indonesia”.

Konsep kreatif Slank ini merefleksikan puncak aktualisasi diri mereka dengan menyadari bahwa, “peran perempuan memberi andil dan pengaruh besar bagi kita dan bangsa. Semangat dan inspirasi yang mereka tebar dalam dukungan kepada kaum pria untuk melakukan hal-hal positif sudah menuai hasil kebaikan. Jika kemarin kita sudah memberikan apresiasi kepada publik, sekarang kita memberikan penghargaan bagi perempuan Indonesia atas kerja kerasnya,” sambung Kaka.

Slank menyadari bahwa perempuan Indonesia memiliki posisi yang strategis, khususnya dalam membangun pribadi berkualitas mulai dari lingkup keluarga, komunitas, kehidupan profesional dan masyarakat. Melalui perempuan, lahirlah generasi bangsa yang unggul. Oleh sebab itu arti “Bunga Indonesia” tidak terbatas pada perempuan saja, tetapi juga dimanifestasikan sebagai bumi tempat kita berpijak, aset bersama yang patut dilestarikan.

“Seiring dengan semangat Slank Movement, sebagian dari hasil penjualan tiket konser akan didonasikan untuk mendukung kegiatan sosial sebagai aksi nyata dari hati turun ke tangan untuk pelestarian aset Indonesia,” jelas Priambodo Soesetyo, Program Director Konser SLANK Revolusi Bunga: Generasi Wangi.

Konser ini menyuguhkan tata lampu, visual dan efek panggung yang aktraktif untuk menciptakan nuansa dramatis dan intimate. Penonton bisa menikmati pertunjukan lebih dekat dan personal bersama Slank,” ujar Priam.

“Slank Revolusi Bunga sungguh sebuah pertunjukan penuh makna yang digerakan oleh hati untuk individu paling berpengaruh yaitu perempuan,” kata Bimbim. « [teks & foto @gerilaksamanaaa]

SHARE