Traveling Memberikan Dampak Tertentu?

0
311

Apa dampak traveling bagi pelakunya?

travel 2

Untuk melakukan sebuah perjalanan, ternyata juga membutuhkan motivasi. TripAdvisor —salah situs perjalanan terbesar di dunia– baru saja menggelar survei dan mendapatkan hasil bahwa motivasi terbesar traveler dunia berjalan-jalan adalah untuk meningkatkan perspektif, dengan perolehan 71 persen dari total suara yang mengikuti survei online tersebut. Mereka merangkumnya dalam psychology of travel.

Tak hanya sampai di situ, TripAdvisor juga melakukan jajak pendapat terhadap dampak yang terjadi setelah seseorang melakukan perjalanan. Hasilnya, pengalaman berlibur seseorang bisa berpengaruh pada banyak perubahan di kehidupan sehari-hari.

Responden –dalam survei ini– diminta untuk memikirkan kembali tentang perjalanan mereka. Mereka diminta mengungkapkan apa yang akan mereka lakukan sepulang dari perjalanan berlibur mereka. Lucunya, yang menempati peringkat pertama yaitu, mereka segera merencanakan untuk berlibur kembali.

Tak perlu simpan koper, tak perlu menunggu lama, sekitar tujuh dari 10 wisatawan memilih hal tersebut. Begitu pulang ke rumah, para traveler ini langsung memilih tempat-tempat baru untuk dijelajahi. Setelah perjalanan selanjutnya terwujud dan mereka kembali ke rumah, mereka akan mengulang hal yang sama untuk menyiapkan rencana berikutnya. Itu sebabnya, mengapa banyak orang yang akhirnya terjebak pada hobi berjalan-jalan.

Dampak lainnya, menurut penelitian ini, wisatawan Asia Tenggara lebih mungkin memiliki pemikiran terbuka dan toleransi, dan belajar hal baru dari perjalanan liburan mereka. Dampaknya, mereka mau mencoba mengonsumsi makanan khas dari daerah yang pernah mereka kunjungi sebelumnya.

Melihat wisatawan Indonesia berdasarkan kelompok tahap kehidupan, juga lebih mungkin memperkenalkan makanan atau resep yang mereka coba saat berlibur ke dalam menu sehari-hari, bukan hanya untuk dikonsumsi sendiri, namun juga diperkenalkan kembali pada keluarga lainnya. Hal ini terbukti pada 23 persen responden Indonesia dalam survei yang sudah dilakukan sejak 17 juli hingga 5 Agustus 2014 lalu.

Menariknya, 12 persen dari wisatawan Indonesia yang ikut dalam survei ini, melaporkan kalau mereka memulai hubungan baru setelah melakukan sebuah perjalanan. Dan 9 persen menyatakan bahwa mereka memulai sebuah keluarga karena liburan mereka.

Untuk wisatawan Indonesia, terdapat tiga poin penting yang terjadi setelah bejalan-jalan. Hal tersebut antara lain, menjadi lebih religius. Wisatawan Indonesia berada di peringkat ketiga dari 10 negara responden lainnya yang mengalami hal ini. Poin kedua adalah merasa perlu membina hubungan baru. Entah pengalaman indah seperti apa yang dirasakan para responden dari Indonesia, namun poin ini menempati posisi keempat dari 9 negara yang juga mengalami hal ini.

Sedangkan poin terakhir, yaitu traveler merasa perlu merubah karir mereka setelah kembali dari sebuah perjalanan. Indonesia berada di posisi keempat dari lima negara yang merasakan hal serupa. Berbagai macam dampak yang bisa dirasakan oleh mereka yang baru saja pulang dari sebuah perjalanan, jika memang dapat membawa sisi positif, ada baiknya kita juga mulai merencanakan sebuah perjalanan berlibur. « [teks @nandiyanti | foto berbagai sumber]

SHARE