Kala Alat Harian Menjadi Nada Indah

0
209

Sebuah aksi bermusik dengan peralatan harian oleh STOMP

Stomp membuat Nada Indah

Jam 20.00 itu jadwal mereka manggung di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, tapi mereka ‘STOMP’ masih belum mulai dari jadwal yang tertera di tiket. Memang sih, bangku di Teater Jakarta belum terisi penuh, mungkin mereka masih berbaik hati menunggu para penggemarnya yang terhambat macetnya Jakarta.

15 menit kemudian, lampu teater mulai redup, lalu terdengar bunyi gesekan sapu membersihkan lantai, dan sorot lampu menusuk tepat diri tukang bersih itu. Tak lama kemudian irama tunggal itu menjadi lebih banyak, tujuh orang penyapu ikut gabung membentuk irama seru yang menghentak. Dan berhenti serentak dengan hentakan yang membentak.

Tepuk tangan pertama untuk mereka dari penonton di Teater Jakarta ini. Kagum kami dengan kompaknya mereka di sesi perdananya.

Kemudian lampu redup kembali, dan terang lagi menyorot empat orang yang berkumpul memegang kotak korek api. Kotak itu mereka bunyikan serentak membuat alunan nada yang harmoni. Masing-masing saling adu jago memainkan musik kotak korek api, dan semuanya tetap dalam nada yang serasi. Lampu redup kembali.

Tepuk tangan lagi kami yang di sini, dengan perasaan kagum terhadap kreativitas STOMP memukul-mukul benda sederhana menjadi alunan musik yang sempurna.

Selanjutnya, akan lebih seru dan menghibur. Melihat sendiri tampaknya akan lebih mengena. Nanti di sana, Anda akan dibuat tertawa lewat sosok pria gendut yang jenaka, dan akan diajak serta untuk menjadi bagian harmonisasi mereka.

Musisi Indonesia Andien dan Dik Doank terlihat turut menyaksikan STOMP di malam yang tenang itu, dan mereka tersenyum lebar saat menceritakan kekagumannya.

Dik Doank
“”10 tahun lalu aku nonton ini dan kita sempat terinspirasi banyak dari mereka. Kandang Jurank Doank juga punya perkusi kaleng bekas. Dan mereka semuanya nonton sekarang, jadi mimpi menjadi kenyataan. [Tokoh favorit] Aku rasa semua melengkapi ya karena semuanya sudah diplot-plot dari awal sampai akhir bagus semua. [Nonton lagi] harusnya sih iya ya, karena ini kan lagi nonton sama anak-anak Ar-Rahman, pengin nonton sama anak-anak Ar-Rahim sih.

Andien
“Gila, ini pertunjukkan yang luar biasa banget. Mereka mengubah pandangan banyak sekali masyarakat bagaimana musik itu dihasilkan. Musik itu bukan sesuatu yang ribet, bukan sesuatu yang harus diproduksi dari benda-benda yang seperti biasanya. Tapi musik itu justru pertama kali diciptain dari jaman batu dulu gitu kan, dari hal-hal yang paling kecil. Jadi mereka itu, saya menyebutnya sensitif dengan lingkungan. [Tokoh Favorit] Aku suka sama yang gendut. Hampir semua dalam adegan di sini surprise. Karena beda-beda banget. Soalnya mereka tidak hanya mengandalkan skill bermusik. Sensitivitas mereka terhadap beat dan segala macam, dan aku nggak tahu partiturnya seberapa banyak yang mereka tulis dan sedetail apa yang mereka tulis. Nyesel banget kalo nggak nonton. [Mau nonton lagi] Aku tanggal 6 nonton lagi.”

STOMP di Teater Jakarta ini dimainkan oleh 8 muda mudi bule, mereka adalah Adam Buckley, Andre Fernandez, Angus H Little, Emma King, Ian Vincent, Louise Durand, Michael Landis, Phil Batchelor, Reggie Talley, Serena Morgan, Shae Carroll, dan Simon Watts.

Jadi jangan sampai ketinggalan menonton mereka, pertunjukannya cuma sampai 06 Oktober ini. « [teks & foto @bartno]

SHARE