Berbagi Kreativitas di Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 19

0
175

Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 19 berkumpulnya pegiat musikIndra Aziz [VokalPlus]

Ada baik juga buruk atas kemajuan dunia digital untuk perkembangan dunia musik tanah air. Buruk karena pembajakan atas karya cipta para musisi kian ganas. Dan, baik karena kesempatan untuk mempromokan karya ciptaan sendiri kian terbuka luas.

Alhasil kini banyak nama-nama yang merambah naik ke permukaan industri musik, karena mampu melihat celah dan punya kreativitas agar bisa menonjol.

Pecha Kucha Night Jakarta, sebuah networking night bagi para kreator-kreator yang inovatif kembali dihelat 23 September lalu. Memasuki volume ke-19, Pecha Kucha Night mengambil judul “MIXTAPE: Shuffling Creativity with Music”.

Ada 12 pegiat musik yang menjadi narasumber malam itu. Masing-masing dari mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, misal pengamat, pelaku, edukator, ataupun manajemen, label, dan radio.

“Disadari maupun tidak, pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah wajah industri musik. Jika tak dibarengi perubahan pola pikir, bisa-bisa industri musik disapu konflik akibat keterlambatan budaya atau cultural lagi,” kata Nia Sadjarwo, selaku penyelenggara Pecha Kucha Night.

Ke dua belas nama itu ialah, Indra aziz, Robin Malau, Sarah Glandosch, Iman Fattah, Intan Anggita, Muhammad Amrullah [kojek rapper betawi], Anitha Silvia, Rudyanto dan Aldy Fauzal dari berisikradio, Dwika Putra dari AkustikAsik, Hendry Halim GitarisINA, Ananda Suryo dan Herald dari Sounds From The Corner, lalu Yulius Isakndar dari BOTTLESMOKER.

Masing-masing dari sosok itu merepresentasikan apa yang dikuasai selama kurang lebih enam menit saja. Indra Aziz, yang dikenal sebagai pelatih vokal, mengenalkan channel pribadinya yang berisi tentang bagaimana menyanyi yang baik dan benar. Lain lagi dengan Kojek rap Betawi, pemuda asli ibukota ini memaproduseri pengalamannya membuat album anak yang ia hasilkan bersama pengamen jalan.

Sementara Robin Malau, mendirikan Musikator, sebuah agensi musik yang bercita-cita melambungkan musik indie Indonesia ke tingkat dunia.

Lalu Nia mengutarakan keinginannya atas potensi pasar musik Indonesia sangat besar,” Kami berharap edisi Pecha Kucha Night Jakarta kali ini dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk berkontribusi mengejar ketertinggalan industri musik lokal. Kita bisa mulai dari hal yang sederhana, yaitu membangun interaksi untuk menuju kolaborasi baru.” «[teks[email protected] | foto Mavericks]

SHARE