Spinal Cord, ‘Nyawa’ Bagi Tubuh

0
329

Spinal cord memegang peranan paling penting pada tubuh kita

dr ron 2

Jakarta memang kota yang selalu sibuk. Maka, penduduknya pun kebanyakan menghabiskan waktu di jalan. Entah di dalam kendaraan maupun berdesak-desakkan di dalam angkutan umum. Lalu sampai rumah ketika hari sudah sangat petang.

Mungkin selama ini, keberadaan suplemen dan makanan bergizi dirasa sudah cukup untuk menjaga kesehatan. Padahal, kalau nggak olahraga, mau minum vitamin sebanyak apapun, tetap saja tubuh akan cepat lelah dan sakit.

Namun kita tahu, kesibukan di kota besar seringkali menghalangi kita untuk berolahraga. Weekend pun, biasanya kita habiskan untuk istirahat atau hangout bersama kawan dan keluarga. Sudah nggak ada tenaga juga, sih, untuk berolahraga!

Tapi rupanya, sekarang ada solusi untuk Anda yang merasa kalau there’s somethin’ wrong with your body, tapi tidak sempat berolahraga. Misalnya, punggung yang pegal terus-menerus, nyeri sendi, sakit di beberapa bagian tubuh, maag, mudah lelah, stres berat, pusing kepala berkepanjangan, atau malah postur tubuh yang buruk. Namanya chiropractic. Terdengar asing? Yap, kendati sudah lama dikenal di Amerika Serikat, tetapi praktik ini memang belum lama hadir di Indonesia.

Nah, chiropractic ini pada awalnya terlihat seperti pijat refleksi atau terapi biasa. Tetapi rupanya, chiropractic ini jauh lebih detil dan istimewa lantaran dikhususkan pada tulang belakang. Anda mungkin heran, sakit maag kok pengobatannya di tulang belakang? Bukannya kedua hal tersebut sama sekali tak ada hubungannya?

Menurut Ron Steinbach, D.C, salah satu chiropractor [sebutan untuk praktisi chiropractic] di Indonesia, seperti chip pada komputer, tulang belakang atau spinal cord memang menjadi pusat bagi semua organ tubuh kita. ‘Kesalahan’ pada tubuh, sebenarnya berawal dari saraf-saraf di tulang belakang.

“Terutama di kota besar, saat tubuh kita ditempa dengan tekanan dari mana-mana. Physically, chemically, and also emotionally. Hal ini membuat tulang belakang kita menjadi ‘subluxated’, atau tidak dalam posisi normal. Chiropractic ini bertujuan untuk mengembalikan tulang belakang pada posisi normalnya

Terapi ini ditemukan pertama kali oleh Daniel D. Palmer in Davenport, Iowa, Amerika Serikat pada tahun 1895. Pada saat itu, dengan kedua tangannya ia mencoba untuk menggerakkan posisi tulang leher Harvey Lillard, seorang pekerja di Amerika serikat yang kehilangan pendengaran dalam suatu kecelakaan. Dan setelahnya, kemampuan pendengarannya pun pulih. Sejak saat itu, chiropractic pun mulai banyak diminati di Amerika Serikat.

dr. ron “Berkah” dari Tuhan
Saat ditanya poin penting yang harus dimiliki seorang chiropractor, Ron menjawab: “Kedua tangan yang sensitif, dan it’s such a gift. Karena seorang chiropractor harus bisa dengan teliti dan cermat dalam melakukan chiropractic. Karena, apabila kita melakukan kesalahan dalam pengobatan tulang belakang, risikonya akan sangat mengerikan sekali.”

“Selain itu, chiropractor harus bisa memahami dari saraf sebelah mana penyakit tersebut berasal,” ujar pria yang memutuskan untuk mengambil spesialis dalam bidang chiropractic lantaran penyakit ayahnya, yang kemudian terobati oleh seorang chiropractor.

Lalu, berapa lama waktu yang harus kita habiskan untuk melakukan chiropractic? Sebenarnya tidak lama. Maka, chiropractic diyakini sebagai pengganti olahraga bagi mereka yang memiliki kesibukan padat di Jakarta, “Tergantung seberapa parah penyakit kita. Bisa sepuluh pertemuan, atau lebih. Namun pada tiap pertemuan, it just takes about 10 minutes,” paparnya.

Ron bahkan menambahkan bahwa setelah melakukan chiropractic, biasanya pasien akan bertambah tinggi, “Tapi jangan bayangkan tingginya akan bertambah drastis. Karena chiropractic hanya dapat mengembalikan tinggi badan yang seharusnya kita miliki, tetapi ‘hilang’ lantaran postur badan yang kurang baik. Jadi, paling-paling hanya sekitar 1-1,5 cm…” ujar pria berjenggot tersebut.

Selain itu, Ron juga menambahkan bahwa kendati chiropractic dapat menyembuhkan banyak penyakit dan sangat bermanfaat, tetapi hendaknya pasien jangan salah paham dan mengira bahwa chiropractic dapat menghilangkan kecanduan terhadap suatu hal. Rokok misalnya, “Hidup ini singkat. Maka, jangan mencoba untuk lebih mempersingkat hidup. Chiropractic tidak akan bisa menghilangkan kecanduan Anda terhadap sesuatu, semacam rokok. Itu semua berasal dari kesadaran Anda sendiri,” jelasnya.

“Pernah saya punya kawan yang perokok berat. I have told her to stop smoking. But she didn’t listen to me. Dan ketika ia mencoba untuk berhenti, it’s too late…“, ujarnya dengan pandangan yang nanar. Ia menekankan bahwa bagi kita yang memiliki kebiasaan buruk, hanya ada dua hal yang harus kita ingat: good thing that will happen [bila kita menghentikannya sejak dini]. dan bad thing that already happened [saat kita terus melakukan kebiasaan buruk tersebut]

Nah, G-Readers sibuk dan tertarik dengan chiropractic? « [teks @intankirana | foto dok Chiropractic Indonesia]

SHARE