Buku Perdana Pevita Pearce untuk Masa Lalu

0
1051

Our Notebook kumpulan puisi dan cerpen yang Pevita Pearce buat

Pevita PearcePevita Pearce merilis buku perdananya berjudul Our Notebook di Birdcage, Jakarta Selatan. Karya tulis pertama yang dibukukan olehnya itu bercerita tentang banyak hal. Mengenai hidup Pevita, cerita cinta kawan-kawannya, juga imajinasi yang seringkali datang mendadak. Lewat buku bersampul pink ini semua yang tersimpan di benaknya ia tuangkan.

“Sebenarnya aku sudah suka menulis diary sejak SD, tapi baru kali ini aja dibukukan,” terang wanita yang baru merayakan ulang tahun ke-22. Mulanya, Pevita Pearce bersama Moammar Emka akan membuat sebuah buku fashion. Tapi niat itu seketika berubah saat dara penyuka The Beatles ini menyodorkan hasil tulisan yang ia buat pada Moammar Emka.

Alhasil, sang editor segera mengubah haluan menjadi buku berkonsep diary. Pevita Pearce mengaku, selama ini menyimpan karya tulisnya itu di note gadgetnya. Di sela-sela kesibukan syuting atau ketika travelling, ia pakai untuk menulis.

Menurutnya, inspirasi itu bisa datang dari hasil pengalaman sendiri, curhatan teman-temannya, atau hasil kembangan dari skenario yang pernah ia baca.

“Buku ini aku beri judul ‘Our Notebook’, karena apa yang ada di dalamnya, bukan cuma kisah aku seorang. Tapi ada juga cerita orang lain, mungkin juga cerita kalian. Ini cerita yang terjadi di antara kita semua,” ujar dara yang baru saja menyelesaikan syuting di Bangkok.

Melalui sub judul “Peace in Mind, War at Heart”, adik dari Keenan Pearce menggambarkan jika konflik sering kali terjadi dalam diri sendiri. “Jadi banyak orang yang secara pikiran itu kelihatan tenang, tapi dalam hati sedang berperang. Seperti logika dan hati hati yang nggak sejalan,” terangnya.

Ia berharap buku yang ia buat bisa menghibur siapa pun yang membacanya. Lebih jauh, Pevita berdoa agar ada yang terisnpirasi dengan cerpen dan puisi yang ia tulis sendiri.

“Disukai atau tidak, itu nggak masalah buat aku. Karena yang terpenting itu bisa berkarya dan jujur adanya,” ungkap Pevita Pearce.

Peran Moammar Emka di buku ini

Sebagai penulis buku ‘Jakarta Undercover’, Pevita mengaku didorong oleh Bang Emka, begitu dia menyebutnya, untuk menulis buku. Kalau tidak ada Bang Emka, barangkali tidak akan tercipta buku ‘Our Notebook’ ini. “Semua yang di buku ini, aku yang tulis. Nah, Bang Emka yang mengedit. Karena pasti masih ada salah tanda baca. Hihihi,” ujarnya.

“Ya aku cuma mengedit kalimat yang nggak linear menjadi linear aja kok,” sahut Moammar emka.

Kata sang editor pengerjaan buku ini cuma memakan waktu dua bulan saja. Karena Pevita sudah menciptakan 60 persen bahan mentah sedari awal. Sisa kekurangan 40 persen itu pun dengan segera bisa dilunasi oleh partnernya itu.

“Kebetulan ini nggak ada target deadline sebetulnya. Cuma karena bisa selesai cepat, ya amanlah. Hehehe,” ujar pria yang juga sedang menggarap buku JuPe ini.

Selama proses pembuatan buku ‘Our Notebook’, Emka dan Pevita Pearce dibantu sekali dengan kecanggihan gadget. Karena jadwal yang padat, maka pertemuan keduanya bisa dilakukan lewat dunia viral semisal Skype atau Facetime. Untuk bahan pun dikirim melalui surel atau voice note jika tak bisa bertatap muka.

Rencananya Emka akan mencetak buku ini sebanyak 5000 kopi. Tapi bisa jadi dicetak lebih, bila permintaan di pasar tinggi, terangnya.

Di akhir sesi berbincang, Emka bertanya kepada Pevita Pearce kepada siapa buku ini ditujukan. Sambil tersenyum, Pevita menjawab,” Untuk masa lalu.” «[teks[email protected] | foto[email protected]]

SHARE