JKT 48 antara Enjoy Jakarta dan Jepang

0
222

Ketika JKT 48 menjadi duta Enjoy Jakarta dan harapan wisatawan Jepang berkunjung ke Jakarta

JKT48_ok

Ibukota Jakarta bukan hanya menjadi jantung bagi Indonesia, namun juga menjadi salah satu potensi pariwisata yang dapat menarik perhatian wisatawan asing. Karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan [Disparbud] DKI Jakarta akan berusaha mengangkat jumlah wisatawan asing untuk datang ke Ibukota.

Salah satunya, melakukan promosi pariwisata dengan cara menggandeng salah satu grup idola muda yang namanya tengah bersinar di dunia hiburan saat ini. Dan JKT 48 terpilih untuk menjadi duta Enjoy Jakarta di tahun ini.

Penandatanganan kesepakatan bersama tentang pariwisata ini telah dilakukan pada 7 Oktober lalu, oleh Disparbud DKI Jakarta dengan Dentsu Aegis Network Indonesia, selaku manajemen JKT 48.

Pemilihan grup yang mengadopsi konsep grup idol asal Jepang, AKB 48 ini bukan tanpa alasan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, DKI, Arie Budiman mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah strategi khusus serta program yang sesuai dengan pasar dalam rangka meningkatkan aktifitas promosi pariwisata di Ibukota.

Karena JKT 48 tidak hanya dikenal di Indonesia, namun juga tenar di Jepang, maka, kerja sama kali ini pun akan berhubungan dengan kunjungan wisatawan asal negeri sakura tersebut. “Kebetulan salah satu pasar utama pariwisata Jakarta yaitu wisatawan asal Jepang. Makanya, kami berkepentingan untuk lebih meningkatkan lagi pasar Jepang melalui kerjasama promosi pariwisata dengan grup JKT 48,” ujar Arie Budiman.

Dengan bergabungnya JKT 48 menjadi duta Enjoy Jakarta, diharap akan menambahkan citra positif terkait promosi pariwisata yang dilakukan, baik di Jakarta maupun di Jepang. Dengan jalur seni yang erat dengan grup idola AKB 48, dan juga spirit serta motivasi yang sangat tinggi, JKT 48 juga diharapkan akan merepresentasikan generasi muda Jakarta dari segi positif.

”Tentu tidak hanya bicara Jakarta masa kini, tetapi bagaimana perkembangan Jakarta masa depan yang harus dipromosikan oleh generasi muda Jakarta. Kami sangat optimistis JKT 48 merupakan salah satu brand kota Jakarta yang sangat efektif mempromosikan pariwisata Jakarta,” jelasnya.

Nantinya member JKT 48 akan dijadwalkan mengikuti serangkaian acara promosi baik di dalam atau luar negeri. Beberapa program yang akan diikuti antara lain Jakarta Tourism Expo, Road Show Jakarta ke sejumlah negara-negara termasuk Tokyo, Jepang.

Saat ini sudah banyak wisatawan Jepang yang datang ke Indonesia. Namun, mereka lebih banyak yang memilih Bali daripada Jakarta. Untuk itulah, dengan JKT 48 menjadi duta Enjoy Jakarta, diharapkan wisatawan juga akan berkunjung ke Jakarta. Setidaknya, ketika para wisatawan Jepang datang ke Jakarta, mereka bisa bertukar ilmu tentang daerah-daerah tujuan wisata yang ada di Tokyo, Jepang.

Kira-kira, destinasi apa ya yang dimiliki Jepang dan juga serupa apa di Indonesia? Jika nanti ada turis Jepang di sini, G-Readers bisa membantu JKT 48 untuk menjelaskan destinasi di Ibukota Jakarta.

Berikut tiga tempat yang bisa menjadi referensi destinasi antara Jakarta dan Tokyo, Jepang.

Tokyo Tower vs Monas

Di Tokyo, Ibukota Jepang, memiliki sebuah menara bernama resmi Nippon Denpato. Namun, menara ini lebih tenar dengan nama Tokyo Tower. Memiliki tinggi 332.6 meter, terletak di Taman Shiba, Tokyo, Jepang. Menara ini ini dicat dengan warna oranye dan putih dan menjadi simbol kota Tokyo.

Selain dikenal sebagai objek wisata, menara ini juga memiliki fungsi sebagai antena pemancar televisi analoh, lokal digital dan juga radio FM. Di luar itu, menara ini masih memiliki berbagai macam fungsi lainnya, namun lebih diketahui sebagai tempat yang tepat jika Anda ingin melihat pemandangan Tokyo dari ketinggian.

Jika di Tokyo ada Tokyo Tower, di Indonesia memiliki sebuah menara yang diberi nama Monumen Nasional [Monas]. Monumen ini memiliki tinggi 132 meter, yang dibuat untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Belanda.

Di puncaknya, Monas memiliki mahkota yang disebut lidah api yang dilapisi emas yang melambangakan perjuangan yang menyala-nyala. Bangunan yang kaya akan nilai sejarah ini, lebih sering dikunjungi sebagai destinasi wisata Ibukota. Banyak dari mereka yang naik hingga bagian atas untuk menikmati pemandangan Ibukota Jakarta.

Kuil Meiji vs Kawasan Petak Sembilan

Kuil Meiji terletak di Shibutya, Tokyo, merupakan kuil Shinto, kepercayaan lokal, yang dibuat untuk memuja arwah Kaisar Meiji dan sang istri, Permaisuri Shoken. Luas kompleks kuil ini sekitar 700.000 meter persegi, dengan bagian hutan di bagian luarnya, yang terdiri dari 120.000 pohon.

Hutan ini sebagian besar dikunjungi sebagai tempat rekreasi dan relaksasi di pusat kota Tokyo. Kuil ini sendiri terdiri dari dua area utama, yaitu Nanien merupakan bagian dalam, yang terdiri dari bangunan pusat dan museum harta karun dari zaman kekaisaran. Sedang Gaien, merupakan bagian luar yang termasuk galeri peringatan Meiji dan juga fasilitas olahraga termasuk Stadion Nasional Jepang.

Sedangkan di Jakarta terdapat sebuah kawasan pecinan yang disebut Petak Sembilan. Kawasan ini merupakan pemukiman masyarakat keturunan tionghoa yang mulai datang pada abad ke-7 ke Indonesia. Petak Sembilan berada di Jakarta Barat, Jalan Kemenangan III.

Selain bisa melihat kehidupan masyarakat keturunan tionghoa, lokasi ini dilengkapi dengan destinasi wisata kuliner khas seperti Sate Kodok, Sekba, Gado Gado Direksi dan banyak lagi. Di sana Anda juga bisa berkunjung ke Vihara Dharma Bakti. Tempat ini merupakan vihara tertua di kawasan tersebut dengan luas 3000 meter persegi dan berusia 350 tahun. Bangunan ini didominasi warna merah dan kuning khas tionghoa.

The Tokyo Nasional Museum vs Kawasan Kota Tua

Jika Anda tertarik menelusuri sejarah Jepang, berkunjung lah ke Tokyo Nasional Museum yang terletak di Taman Ueno, Tokyo. Berdiri sejak 1872, dan dilekola oleh Insitut Nasional Peninggalan Budaya, museum ini memiliki koleksi yang terdiri dari berbagai seni dan peninggalan arkeologi Asia dan Jepang.

Gedung ini juga dilengkapi dengan perpustakaan. Koleksinya lebih dari 110.000 buah, 87 di antaranya pusaka nasional Jepang dan 610 peninggalan budaya penting.

Dan di Jakarta, Kawasan Kota Tua tidak akan pernah bosan menggoda para wisatawan untuk berkunjung. Kawasan ini merupakan sebuah wilayah kecil dengan luas 1.3 kilometer persegi yang dijuluki “Permata Asia” dan “Rati dari Timur” pada abad 16 oleh pelayat Eropa.

Di sini, Anda bisa langsung berkunjung ke beberapa museum sekaligus untuk mengenal Jakarta lebih dekat, seperti Museum Fatahilla, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan Museum Wayang. « [teks @nandiyanti | foto @gerilaksamanaaa]