Cerita Lucu di Balik Haji Backpacker

0
1426

Berbagai kisah lucu saat syuting Haji Backpacker

Rabu Ghiboo Haji Backpacker
Cerita lucu ini membuat Rabu Ghiboo penuh tawa

Anda sudah menonton film Haji Backpacker? Seru ‘kan? Sebuah kisah mengenai sosok Mada yang kehilangan ibunda dan kekasihnya, sehingga marah kepada Tuhan. Namun, Tuhan malah mengundangnya ke Tanah Suci.

Dalam film yang berdurasi 107 menit itu dan membutuhkan lebih kurang dua tahun untuk prosesnya, Abimana, Laura, dan Danial membagikan cerita lucu di balik syuting mereka. Kisah ini mereka ceritakan saat hadir di #RabuGhiboo beberapa waktu lalu.

Fauna → Beberapa kali mereka mencoba memasukkan pemain tambahan dari dunia hewan, tapi yang namanya binatang, susah diajak kompromi..

Abimana:Gue diinjak kuda di China. Ular yang baru ditangkap di sawah meloncat ke muka gue. Terus sapi yang melindungi anaknya mengejar sang sutradara. Padahal udah gue bilang ke Danial, jangan dekat-dekat. Belum lagi dengan kambing di India yang menyeruduk kameramen dan melahap sandalnya!” Semua terkekeh.

 

Modus → Abimana dan Laura Basuki banyak di-modus-i kru lokal saat syuting di luar negeri. Berikut cerita yang paling membekas bagi mereka..

Laura: “Yang paling aku inget, saat aku dikunci di dalam bus. Sebenarnya mungkin salah komunikasi ‘kali ya. Jadi, saat yang lain pada syuting di luar, aku memilih untuk istirahat di dalam bus. Awalnya bus itu kosong. Tiba-tiba supirnya masuk dan mengunci pintu. [wajah Laura langsung berubah saaat menceritakan bagian ini] Dia duduk di sampingku, siul-siul, nyanyi-nyanyi, mungkin maksudnya menghibur ya,” papar Laura. Abimana langsung nyeletuk, “..dan dia pake kacamata Bruce Lee, maaaan!” Semua terbahak.

Laura tersipu sejenak, lalu ia melanjutkan, “Aku takut dong sendirian. Aku mau ke luar, ketok-ketok pintu, terus si supir] bilang, ‘Di luar ‘kan debu, panas, di sini aja‘. Aku menolak. Nggak mau, aku mau ke luar,” Laura menirukannya dengan suara memelas. Terus akhirnya pintu dia buka. Langsung aku lari ke Abi terus ke make up artist, dan bilang, ‘takut nih, aku masih deg-degan,” paparnya lagi dengan pipi memerah menahan malu.

Abimana: “Crew production lokal di sana jadi salah satu teman gue di film ini. Jadi ada satu gambar yang menunjukkan ‘orientasi seksual’ dia. Dia memeluk gue dan memegang …[Abi tersenyum sambil memeragakan tangannya ke bagian belakang tubuhnya]. Dan gue nggak sadar. Baru nyadar pas proses dubbing. Kok tangan dia ke situ ya.. [menunjuk ke bagian belakang] hahaha. Untung nggak diremes, hahaha!” Kembali  semua terbahak.

 

Fans → Tak disangka, fans pemain satu ini yang paling bikin repot proses syuting..

Danial: “Ini di luar dugaan. Kami pikir negara-negara di luar Indonesia yang paling rese. Tapi ternyata yang heboh justru di Surabaya. Dan sangat di luar dugaan lagi, kami pikir fansnya Abi dan Umi Pipik, yang akan ‘rese’ di lokasi. Tapi ternyata fansnya Om Ray Sahetapy. Ibu-ibu bawa alat masak di sepanjang gang itu.. Oooh! Dan Om Ray dikerubuti terus. Fansnya itu bikin kami susah bergerak. Jadi saat itu sedang adegan di sebuah masjid di Surabaya, adegan pernikahan. Ngatur extras dan crowd-nya cukup susah,” Danial menggeleng kepala dan menutupnya dengan senyum.

 

Tabib → Cara pengobatan yang aneh, ujungnya mereka batal berobat

Abimana: “Saat di Tibet, kami sakit kepala dan sesak nafas. Mungkin karena efek ketinggian. Dan di antara dua bukit tempat kami syuting itu, ada satu kampung. Lalu kami berobat ke sana. Pas masuk, ini apa nih semua orang duduk di sofa sambil pegang infus. Terus dokternya cuma bisa bahasa Tibet. Pokoknya kami bilang sakit kepala dan sesak nafas, eh malah disuruh infus. Nggak deh, kayaknya kami turun aja deh, hahaha,” Abimana terbahak lagi. « [teks @bartno | foto @bagusdimsum]

SHARE