Lima Hal dari Restoran Unik di Bali

0
867

Restoran Locavore di Bali yang berhasil memuaskan para pengunjungnya

locavore 2

Traveller’s Choice telah mengumumkan penghargaannya untuk restoran yang menempati posisi paling atas memenangkan hati komunitas TripAdvisor dengan makanan, layanan, dan suasana restoran mereka yang terdepan.

Penghargaan tahunan dari TripAdvisor, sebagai situs perjalanan terbesar di dunia ini telah mengumumkan bahwa, restoran yang terpilih telah memuaskan komunitas TripAdvisor dalam segi selera makan dan juga pengalaman fine dining yang tak terlupakan.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan jutaan review berharga dan opini dari para wisatawan. Pemenang penghargaan ditentukan menggunakan algoritma yang memperhitungkan kuantitas dan kualitas review untuk restoran di dunia, dikumpulkan dalam periode selama lebih dari 12 bulan.

Di Indonesia, terpilih 10 teratas restoran yang kesemuanya berlokasi di Pulau Dewata, Bali. Dari kesepuluh tersebut berjajar nama resto seperti Peark French Restaurant di Legian, Cocoon Restaurant Bar Beach Club di Seminyak, Café Jemme di Kerobokan, Kayuputi di Nusa Dua, Sarong Restaurant di Kerobokan, Bambu Restaurant di Seminyak, Merah Putih di Kerobokan, Mozaic Restaurant Gastronomique di Ubud, dan Bridges yang juga terletak di Ubud.

Sedangkan yang menempati posisi pertama adalah Restaurant Locavore di Ubud, Bali. Resto ini berada di posisi pertama setelah memenangkan 411 hati traveler Indonesia yang memberikan review mereka.

Restoran Locavore yang relatif baru di Indonesia ini, dibuka awal 2013 dan menyajikan menu makanan Eropa kontemporer modern menggunakan bahan-bahan lokal dan berkualitas. Bukan hanya rasa dan penampilan makanan, pelayanannya pun sangat memuaskan.

“Ini benar-benar makanan terbaik dalam perjalanan kami dan merupakan cara yang seru untuk mengakhiri liburan kami di Bali. Makanan lezat yang disajikan dengan kreatif dan penuh perhatian yang dibuat dari bahan-bahan lokal berkualitas tinggi dengan layanan yang baik di restoran yang didesain terbuka dan stylish,” kata salah satu reviewer TripAdvisor.

Jika G-Readers berkunjung ke Bali, bisa mencoba resto yang satu ini. Sebelum bisa berkunjung ke sana, berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang restoran terbaik menurut traveler Indonesia via TripAdvisor ini.

Pertama, soal harga. Tak perlu takut kantung atau dompet Anda tipis seketika. Karena jangkauan harga makanan dan minuman di sini tidak terlalu menakutkan. Meski begitu, rasa dan pelayanannya tetap terasa seperti di hotel bintang lima. Harga menu di sini mulai Rp 122.000 hingga Rp 366.000.

Kedua, desain interior. Kayu dan hijau. Kombinasi yang apik untuk rumah makan yang berada di daerah pantai seperti Bali. Ketika Anda memasuki resto ini, kesan cozy langsung menyapa Anda. Ditambah dengan karya lukisan berupa bahan-bahan makanan, akan menambah selera makan Anda selama berada di sana.

Ketiga, menu dan pembuatan yang unik. Restoran yang berlokasi di Jalan Dewi Sita ini memiliki titik jual yang unik, yaitu memiliki hidangan Eropa namun hanya disiapkan hanya dengan bahan-bahan lokal. Uniknya lagi, menu tidak hanya disesuaikan dengan musimnya, namun lebih jauh lagi, menunya bisa diatur secara pribadi.

Keempat, pelayanan yang tak biasa. Pelayan datang menawarkan menu, menjelaskan dan Anda memesan. Itu adalah hal biasa yang Anda temui di berbagai restoran. Namun, di sini tidak seperti itu. Koki atau manajer akan langsung menemui Anda, menjelaskan konsep dan hidangan yang ingin Anda santap. Poinnya, sang koki bukan hanya pandai memasak, namun juga siap menjadi asisten Anda dalam hal preferensi kuliner untuk kebutuhan diet dan kesehatan Anda.

Kelima, fresh dari peternakan dan kebun sendiri. Melalui wawancara di sebuah media, mereka yang ada di balik Locavore mengungkapkan tentang bahan-bahan yang mereka gunakan. Salah satunya adalah sayuran yang dipanen dari kebun sendiri. Yap, karena mereka sungguh-sungguh memberikan yang terbaik bagi tamunya, jadi mereka memutuskan membuka perkebunan sayur di Payogan, Bali.

Tak hanya sayuran begitupun dengan daging. Mungkin mereka masih mencari daging lokal untuk sapi, ayam atau lainnya. Tapi untuk daging babi mereka punya peternakan khusus. Mereka beternak babi untuk menghasilkan daging yang organik. Dengan kualitas hidup yang bagus, makanan yang terjaga, pemilik restoran tersebut pun berharap daging hasil ternak mereka akan memiliki cita rasa yang lebih dari daging kebanyakan. « [teks @nandiyanti | foto TripAdvisor]

SHARE