Solusi Kecantikan Nadia Mulya

0
2726
Nadia Mulya
Nadia Mulya

Perawatan wajah wajib, tetapi bagaimana dengan ketiak?

Nadia MulyaInner beauty is important. Tapi dalam kontes pemilihan model, they just can’t judge you by your inner beauty. Maka dari itu, penampilan luar pun mesti dijaga. Dan wajah, adalah hal pertama yang terpikirkan, saat kita mendengar frasa ‘perawatan kulit’. Mulai dari facial hingga face-lift.

Tapi kebanyakan wanita urban, biasanya hanya memfokuskan kecantikan dan perawatan pada wajah. Kalaupun di bagian tubuh lain, paling-paling hanya perkara ‘bagaimana untuk melangsingkan?’. Padahal, bagian lain pun wajib diperhatikan. Termasuk yang tampaknya tersembunyi, seperti ketiak.

Mungkin beberapa di antara G-Readers berpikir: ketiak ‘kan, tertutup lengan baju? Tapi bagaimana bila Anda tengah mengenakan busana semacam crop-top atau u can see? Tentunya Anda akan merasa tak percaya diri saat mengangkat tangan, bila ketiak tidak terawat.

Beberapa masalah yang dapat ditimbulkan oleh ketiak sebenarnya cukup mempengaruhi penampilan kita. Misalnya, bau badan, atau keringat yang ‘banjir’. Maka dari itu, kurangnya perawatan ketiak tentunya akan menurunkan kepercayaam diri Anda.

Apakah Anda merasa ‘asing’ dengan perawatan ketiak? Tak tahu harus mulai dari mana? Nadia Mulya, sang selebriti multitalenta yang mengawali kariernya lewat ajang Putri Indonesia ini berbagi solusi untuk merawat bagian tubuh yang satu ini! Ingin ketiak yang halus layaknya Nadia Mulya? Yuk, kita ikuti tips dari ibu dua anak ini!

1. Cukur Saat Basah

Menurut salah satu penulis buku Kocok: The Untold Stories of Arisan Ladies and Society ini, ia sempat mengalami ‘trial and error‘ perihal perawatan ketiak.

“Saya memang sering mencukur bulu ketiak. Seminggu bisa dua kali. Tapi dulu, saya selalu mencukur bulu ketiak saat kering. Padahal, hal tersebut bisa membuat pori-pori ketiak membesar. Juga menyebabkan iritasi, yang membuat ketiak jadi hitam.”

Untuk itu, Nadia Mulya menyarankan bahwa, untuk mencukur bulu ketiak, pastikan kita dalam keadaan basah terlebih dahulu. Saat mandi, ketika sabun masih menempel, sehingga, kulit ketiak pun tak mudah mengelupas.

Mencukur pun, sebisa mungkin satu arah saja, mengikuti arah tumbuhnya rambut.

2. Sering-Sering Mandi

Nadia mengaku bahwa ia suka mandi. Lantaran menurut presenter infotainment ini, ia mudah berkeringat. “Pernah berpengalaman dengan basket [basah ketek] juga,” ujarnya seraya tertawa.

Maka, menurut mantan Putri Pariwisata ini, ia mandi hingga tiga kali, setiap hari. Apalagi dengan aktivitas yang beragam, mulai dari mengurus Yayasan Rumah Pandai [bergerak di bidang kesejahteraan dan membantu korban bencana alam], menjadi presenter, hingga penulis buku. Kesibukan yang padat tersebut membuat produksi keringatnya menjadi tak terkendali.

Namun dengan mandi, banjir keringat pun dapat diantisipasi. Selain itu, badan pun jadi lebih segar, bebas dari aroma yang kurang menyenangkan.

3. Makanan dan Keringat

Tapi bila ditanya soal aroma, menurut Nadia, hal ini kembali pada makanan yang kita konsumsi. Terlalu banyak mengonsumsi makanan seperti daging-dagingan, dan bawang-bawangan, dapat mempengaruhi aroma keringat.

“Jadi, jagalah pola makan. Makan sayur dan buah, serta kurangi konsumsi makanan berlemak,” ujar artis yang pernah ingin mengambil jurusan Kesehatan Masyarakat ini.

4. Di rumah? Say No To Deodorant!

Nadia menyarankan para wanita muda aktif untuk tak lupa mengenakan deodoran. Tetapi kalau di rumah, saatnya membebaskan ketiak kita!

“Ketiak ‘kan butuh bernafas. Selain itu, kalau di rumah, kita nggak banyak gerak. Jadi, saat bersantai di rumah adalah saat yang tepat untuk membebaskan ketiak dari bahan kimia,” ujarnya. Ia lalu melanjutkan, “Deodoran memang penting. Tapi ingat, tetap ada bahan-bahan buatan di dalamnya. Kalau kulit selalu berinteraksi dengan bahan kimia, bisa bahaya…” paparnya lagi.

5. Pilih yang Tepat

Beberapa wanita seringkali berganti-ganti deodoran. Sekadar ingin tahu, atau malah punya banyak aktivitas antar-kota, yang memaksa mereka untuk membeli peralatan tubuh di supermarket terdekat. Tapi menurut Nadia, berganti-ganti produk justru tak baik. Selain tak semua produk cocok dengan kulit kita, kulit pun lama kelamaan akan iritasi lantaran dijadikan bahan percobaan bagi berbagai produk.

“Seperti saya, misalnya. Walaupun kulit saya tak mudah iritasi, tetapi saya usahakan untuk setia pada satu [deodoran] saja. Karena, ngeri ‘kan, kalau kita coba-coba produk yang tidak jelas bahan penyusunnya,” tutup wanita yang masih merasa kurang ideal dengan tinggi 167 cm dan berat 55 kg ini.

Nah, G-Readers sudah siap bergaya dengan baju tanpa lengan? « [teks @intankirana | foto @boyMALI]

SHARE