Cerita Si Hitam dari Napoli dan Lecce

0
2669

Kesan si hitam dari Napoli dan Lecce

kopi biji

Jalan-jalan tak hanya untuk mendapatkan kenangan mengunjungi tempat baru. Bisa jadi Anda mendapatkan pengetahuan baru yang tak terduga. Contohnya saja jika berkunjung ke negeri romantis Italia. Cobalah datang ke Napoli dan juga Lecce. Di sana, Anda bisa membawa pulang cerita yang unik.

Misalkan saja di Napoli. Berkunjunglah ke sebuah kedai kopi. Selain menikmati kopi, coba amati kegiatan yang ada di sana. Di Italia, kopi adalah sesuatu yang berharga. Minuman berwarna hitam pekat itu dijual dengan harga mahal, sehingga tak semua bisa menyesapi nikmatnya kopi asal Italia, yang dikenal dengan nama espresso.

Di Napoli memiliki kebiasaan aneh dengan nama gantung kopi. Apakah maksud dari gantung kopi? Jika Anda adalah orang yang mampu secara ekonomi, Anda bisa membeli kopi dan membayar lebih. Maksudnya, Anda membeli satu cup kopi, namun membayar untuk dua kopi. Namun satu kopi lagi, Anda tinggalkan begitu saja di kasir.

”Kopi itu kemudian biarkan saja dan siapapun boleh mengambilnya. Sehingga, jika ada orang yang tak mampu membeli kopi biasanya akan masuk ke kedai kopi dan bertanya ’ada kopi gantung tidak?’ kalau ada, maka kopi itu bisa diambil tanpa biaya,” ujar Luciano Calosso, kurator Espresso Italiano Exhibition, yang Ghiboo temui di Pacific Place Jakarta.

Lain halnya jika Anda berkunjung ke Lecce. Daerah yang dikenal dengan bangunan bergaya baroque itu memiliki kebiasaan unik lain terkait kopi. ”Di Lecce, Anda diminta untuk menilai rasa kopi,” ujar Luciano. Dan jika Anda menilai kopi tersebut tidak enak, maka Anda bebas tak berlu membayarnya!

Tentu saja, hal ini juga terkait dengan lidah orang Italia yang terlatih merasakan kopi berkualitas tinggi. Di Italia orang tidak sembarangan membuat espresso. Harus dengan takaran pas, yaitu tujuh gram bubuk kopi dan 25 ml air.

Bukan hanya takarannya saja yang pas namun jika dibuat menggunakan mesin yang perlu perawatan yang esktra. ”Di Italia, setiap rumah punya mesin pembuat kopi. Sedang kalau di kafe, mesin kopi sudah dinyalakan sejak pagi. Dipanasi istilahnya, sejak pukul lima pagi. Selama dipanasi itu, mereka juga membuat kopi, namun kopi pertama biasanya dibuang. Dan itu terus berlanjut hingga gelas ke-30, baru kopi berikutnya siap untuk disajikan,” ungkap Luciano.

Dengan cara tersebut lah, lidah orang Italia jadi terbiasa membedakan mana kopi yang bagu dan tidak. ”Kalau sembarangan rasanya tidak enak. Lidah orang sana bisa membedakan. Bahkan kalau kopinya sedikit gosong mereka tahu,” tegasnya lagi.

Bagi kalian yang ingin ke Napoli, selain berjalan-jalan ke Herculaneum yang hancur akibat Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi, di Museo Archeologico Nazionale atau, nikmati seni dan arsitektur di Museo Cappella Sansevero, yang dibangun pada akhir tahun 1500-an, Anda harus mencicipi kopi mereka.

Begitupun jika ingin berkunjung ke Lecce. Selain menikmati bangunan romawi kuno seperti Museo Faggiano dan Centro Storico, Anda harus buktikkan kebiasaan menilai kopi racikan setempat. Selain membawa oleh-oleh cerita tempat wisata, Anda juga diperkaya dengan cerita unik tentang kopi dari Italia. « [teks @nandiyanti | foto shutterstock.com]