The Book of Life: Perjuangan, Cinta, Kematian, dan Sahabat

0
4056
book of life (1)
book of life (1)

Bagaimana kisah perjalanan dan perjuangan 3 orang sahabat?

book of lifeBermacam-macam film ber-genre horor tampaknya sudah tidak asing lagi untuk menyambut perayaan Halloween pada 31 Oktober. Berbagai hantu dan alur cerita yang memainkan emosi para penonton merupakan hal yang sangat biasa. Tetapi, bagaimana menampilkan objek horor seperti hantu, kematian, dan tengkorak dengan cara yang lucu dan imut? Book of Life jawabannya.

Bercerita tentang tiga orang sahabat bernama Manolo, Maria, dan Joaquin yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah desa bernama San Angel. Manolo dan Joaquin ternyata sama-sama memendam rasa cinta tehadap Maria. Karena kenakalan dan keusilan Maria, ia dipindahkan ke luar negeri untuk sekolah oleh ayahnya.

Manolo pun memberikan sebuah babi kecil mungil kepada Maria sebelum ia naik kereta untuk pergi. Maria pun memberikan sebuah gitar kepada Manolo dengan ukiran bertuliskan “play with all your heart. Love, Maria”

Ratu dan Raja kematian, La Muerte dan Xibalba, melakukan sebuah taruhan untuk bertukar tempat dalam kerajaannya. Mereka pun secara random memilih Manolo dan Joaquin. Taruhan mereka adalah siapakah yang akan dinikahi oleh Maria nantinya.

Xibalba ternyata curang memberikan sebuah medali kepada Joaquine yang berfungsi untuk melindungi diri seseorang untuk terhindar dari bahaya.

Joaquine seorang anak yang ingin menjadi seorang pahlawan seperti ayahnya dulu berusaha keras untuk berlatih. Namun, Manolo yang sangat ingin menjadi musisi tetapi dilarang oleh ayahnya. Ayahnya ingin anaknya menjadi seorang matador hebat seperti sejarah keluarganya yang turun menurun. Joaquine dan Manolo hidup di bawah bayang-bayang ayahnya masing-masing.

Hari telah berlalu dan Maria akhirnya kembali ke San Angel. Semua penduduk kota penasaran bagaimana keadaan Maria. Ia menjadi wanita yang tumbuh cantik dan menawan. Rasa cinta yang mereka pendam ternyata belum hilang. Mereka masing-masing memperjuangkan cintanya, Maria. Dengan kemampuan yang mereka miliki, kepada siapakah Maria akan memberikan hatinya? Bagaimana taruhan antara La Muerte dan Xibalba?

the book of lifeTwentieth Century Fox Animation mempersembahkan film animasi dengan sentuhan objek-objek Haloween tanpa menunjukkan sisi seram dan mencekam. Berlatar belakang di Mexico, budaya untuk perayaan orang yang sudah meninggal atau disebut dengan Day of the Dead.

Dalam perayaan ini, orang-orang lokal Mexico merayakan secara meriah dengan lilin dan bunga-bunga yang disebar di sekeliling makam. Konon, perayaan ini untuk mengingatkan orang yang sudah meninggal untuk hidup abadi dan bahagia di “alam” nya.

Dengan visual animasi yang sangat baik, tatanan film ini sungguh sangat menarik. Dari warnanya yang meriah sampai juga menambah wawasan baru tentang budaya Mexico yang ternyata indah. Alur cerita yang lucu dan kadang mengharukan, membuat penonton ber “awww-aww” sepanjang film.

Gelak tawa juga tak dapat dihindarkan, lagu-lagu yang dimainkan di film ini juga merupakan lagu terkenal dan dinyanyikan sesuai dengan karakter di film ini yang lucu.

Sutradara dari The Book of Life, Jorge R. Gutierrez, mengaku bahwa kampung halamannya di Mexico menjadi inspirasi dalam pembuatan film ini. “This is a very personal movie. The inspiration comes from my family history and childhood experiences.”

Film ini kaya dengan pesan moral yang sungguh baik mengajarkan bagaimana untuk berbuat baik, kejujuran, kebenaran, dan juga menjadi diri sendiri.

Sang produser The Book of Life, Guillermo del Toro, ternyata sangat mengagumi keahlian Jorge R. Gutierrez dalam mengarap cerita dan juga ide dalam pembuatan film ini dengan menyatakan, “If the filmmaker loves the story and characters, then audiences will love it. And if a filmmaker feels it’s powerful, more people will love the story he or she is telling because it’spowerful. And that’s exactly what Jorge has done with THE BOOK OF LIFE.”

Dua selebirti Hollywood ternyata berpartisipasi untuk mengisi suara para karakter dalam film ini. Zoe Saldana mengisi suara untuk karakter Maria dan Channing Tatum mengisi suara untuk Joaquin.

Channing Tatum pun merasa sangat senang bisa mendapatkan posisi untuk mengisi suara dan mengagumi karakter yang ia bawakan, “I think he looks amazing; I wish I had Joaquin’s jaw and mustache. Joaquin is very proud of his ‘stache – wouldn’t you be?”

Zoe Saldana, yang mengisi suara sebagai Maria pun merasa sangat senang. Ditambah dengan adegan menyanyi dan lagu-lagu yang menarik, membuat Zoe pun semangat untuk mendalami perannya sebagai Maria, “At first, I wasn’t sure Jorge would take my request to sing very seriously. And then, they told me, ‘Well, there’s this beautiful song, ‘No Matter Where You Are,’ and we want you to be a part of it.’ And I had a really great time with the song.”

Jadi, apa hubungannya dengan perayaan orang yang sudah meninggal dan persahabatan Manolo, Joaquin, dan Maria? Semuanya akan terjawab dalam film The Book of Life yang berdurasi 98 menit ini« [teks @chrissjee | foto facebook.com/ The Book of Life]

 

SHARE