Bidadari Menyedihkan dari Labuan Bajo

0
262

Pulau Bidadari, Labuan Bajo yang dipenuhi sampah

hilo ambassador

Terdapat banyak titik penyelaman di sekitar Labuan Bajo. Ibukota Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ini memang dikenal dengan keindahan biota bawah lautnya. Atau, biasanya mereka yang berkunjung ke Labuan Bajo, sebagai wisata selintas dengan Pulau Komodo.

Siapa yang tak tahu Pulau Komodo, tempat tinggalnya spesies langka bernama latin Varanus Komodoensis, yang hampir punah. Keindahan pulau ini meliputi alam terbuka, dilengkapi dengan padang rumput savanna, hutan hujan dan pantai berpasir putih.

Namun siapa sangka, si sekitar tempat yang dielu-elukan keindahannya itu terdapat sebuah pulau kecil yang kondisinya menyedihkan. Sudah beberapa tahun terakhir ini, timbunan sampah di sekitar Labuan Bajo menjadi masalah yang serius.

Tak terkecuali sampah yang ada terdapat di salah satu pulau di Labuan Bajo, yang bernama Pulau Bidadari. Pulau seluas 15 hektar ini memiliki keindahan bawah laut yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Di sana, terdapat taman bawah laut dengan berbagai macam jenis biotanya.

Pulau Bidadari, biasanya dikunjungi mereka yang ingin mencicipi rasanya diving. Karena kedalaman. Tekanan air yang tenang dan tingkat kesulitan yang tak terlalu tinggi, tempat ini biasanya diincar oleh mereka para pemula.

Pulau yang terletak di utara Labuan Bajo ini secara resmi dimiliki hak gunanya oleh Ernest Lewandowsi dan Kathleen Mitcinson hingga tahun 2035. Di kawasan itu didirikan jejeran bungalow yang secara pribadi dimiliki oleh Ernest, dan disewakan kepada mereka yang ingin berkunjung.

Meski telah dikelola oleh pihak asing, sampah yang ada di sekitar pulau ini masih harus ditangani dengan serius. Ghiboo, mendapat kesempatan berbincang dengan Cordella, salah satu grandfinalist HiLo Green Ambassador 2014. Cordella merupakan salah satu dari 16 grandfinalist yang mengikuti tahapan karantina sekaligus mengikuti kegiatan Exploring Pulau Komodo, pada 11 hingga 14 Oktober lalu.

cordella editedKepada Ghiboo, presenter acara traveling di JTV Malang ini menceritakan betapa pentingnya merawat keindahan alam yang telah diciptakan oleh Tuhan. Karena ia telah melihat sendiri, betapa menyedihkannya alam yang indah tapi harus dikotori oleh berbagai macam sampah yang ada.

Di sana, mereka juga melakukan diskusi dengan Papa Jo, atau pria bernama asli Stefanus Urbanus Rafael. Papa Jo merupakan Direktur Plasticman Institute yang juga sebagai pelopor pemerhati kebersihan Labuan Bajo.

Dari hasil diskusi bersama Papa Jo, rekan-rekan dari HiLo Green Ambassador pun memahami usaha yang dilakukan Papa Jo. Misalkan saja usahanya membuat bank sampah. Yaitu usaha mengumpulkan sampah sesuai dengan jenis bahan dasarnya.

Tak hanya berdiskusi dan mempelajari masalah lingkungan di Pulau Bidadari, perempuan yang bergabung menjadi anggota Tiger Warrior WWF Indonesia ini juga menceritakan aksi nyata yang mereka lakukan untuk Pulau Bidadari. Bersama ke-15 grandfinalist lainnya dan juga team HiLo, mereka melakukan pembersihan bawah laut. Hal tersebut sangat berkesan baginya.

”Kita snorkling sambil mengambil sampah. Banyak sampah yang nyangkut di karang-karangnya. Sedih banget ngeliatnya, padahal di bawah itu bagus banget,” ujar perempuan yang juga menjadi Miss Floral 2013 ini.

Baginya, saat ini adalah tugas mereka dan siapapun yang mengetahui hal ini untuk menyebarluaskan informasi mengenai krisis kebersihan di Labuan Bajo.

Menurut Cordella, banyak orang yang menikmati keindahan Labuan Bajo namun tak banyak tahu tentang tumpukan sampah yang dapat mengganggu ekosistem di sana. Padahal jika dijaga tentunya akan menambah kenyamanan para wisatawan yang ingin melakukan snorkling atau diving untuk menikmati pemandangan Lion Fish, Ikan Badut dan juga Kelinci Badut yang bisa ditemui di bawah laut Pulau Bidadari.

Sekembalinya dari Exploring Pulau Komodo, Cordella berharap bisa berbuat lebih banyak untuk menjaga lingkungan. Setidaknya lebih sadar dalam hal membuang sampah. ”Sejauh ini kalau mau buang sampah dan nggak ada tempat sampah, aku simpan dulu sampai aku lihat ada tempat sampah baru dibuang,” ujarnya ramah.

Cordella merupakan satu dari 16 grandfinalist yang akan memperbutkan gelar HiLo Green Ambassador 2014. Jika ia memenangkan ajang ini, ia akan meneruskan kerja Arya Ondrio, sebagai HiLo Green Ambassador 2013 yang telah mengemban tugasnya selama setahun lalu.

Pemilihan ini merupakan yang keempat kalinya dan merupakan ajang pencarian duta lingkungan yang nantinya bersama HiLo akan mengsinspirasi masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan. Sebelum mendapatkan 16 grandfinalist, HiLo Green Ambassador telah menyeleksi 800 peserta yang ingin bergabung dalam ajang ini. Selama mengikuti ajang ini, peserta telah dikarantina dan dibekali dengan serangkaian ilmu terkait lingkungan dan juga public speaking. « [teks @nandiyanti | foto Nutrifood]