Rako Prijanto: Piala Citra sih Bonus

0
3319

“3 Nafas Likas ini campuran Forest Gump dan Habibie Ainun”

Begitu pernyataan Rako Prijanto saat mampir di kantor Ghiboo, beberapa waktu lalu. Pria yang berprofesi sebagai sutradara ini kembali merilis sebuah film biopic [biographical film] berdasarkan seorang tokoh nyata dalam peristiwa sejarah. Tokoh yang ia muculkan ke permukaan ialah Likas Tarigan, istri LetJen Djamin Gintings.

Sebelum membesut 3 Nafas Likas, Rako pernah menyabet Piala Citra untuk film Sang Kyai. Film biografi besutan pertamanya itu bercerita tentang mendiang KH Hasyim Asyari, seorang pendiri organisasi Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama. Lalu untuk film terbarunya ini, apa yang membuat Rako tertarik mengambil Likas, yang tak pernah ada di buku sejarah mana pun? Berikut ini, simak petikan obrolan Reporter @HaabibOnta dengan Rako.

3 Nafas Likas itu bercerita tentang apa dan bagaimana?rako prijanto
Jadi film ini bisa dibilang sebagai celebration of woman, yang bercerita tentang tiga janji Likas kepada orang-orang penting dalam hidupnya: orangtua, kakak, dan suaminya. Nah tiga janji ini yang membuat hidup Likas menjadi luar biasa.

berapa lama pengerjaan 3 Nafas Likas ini?
Sekitar delapan bulan lebih. Itu sudah mulai dari pertemuan dengan Bu Nana [Riahna Djamin Gintings, produser film ini, sekaligus putri kedua pasangan Likas Tarigan dan Djamin Gintings-red] sampai syuting selesai.

adakah ritual kulonuwun kepada Ibu Likas sebelum pengerjaan film ini?
Justru kebalikannya, kami ditelepon duluan oleh putri Ibu Likas untuk ketemuan dan membicarakan proyek film ini. Beliau bilang ingin membuat sebuah film untuk kado anaknya. Kami juga nggak langsung bilang iya, ketika itu.

lalu apa yang membuat Rako tertarik untuk men-direct 3 Nafas Likas?
Gue sama Reza Hidayat [produser-red] minta waktu tiga hari untuk membaca buku yang mereka kasih waktu itu. Lalu kami sampai pada kesimpulan, pertama secara konten, materinya bagus. Kedua, konten ini sangat komersil. Sangat susah menemukan dua hal seperti ini dalam satu konten. Seringkali cuma salah satunya aja.

tapi Likas ini bukan seorang tokoh terkenal..
Di situ tantangannya. Gue sebelum ini mengerjakan film Sang Kyai, biopic juga tentang KH Hasyim Asyari. Tiba-tiba dapat satu tawaran tokoh biasa yang hidupnya sama di zaman itu. Dan gue senang, karena Ibu Likas ini mewakili kaum perempuan yang hidup di masa tahun ’30, ’45, ’49, lalu pergantian masa pendudukan, sampai Orde Baru, wanita ini ada di momen-momen itu. Jadi seru banget. Bisa dibilang 3 Nafas Likas ini campuran Forest Gump dan Habibie Ainun.

bagus untuk segi komersil, apakah karena film ini tentang biografi seseorang?
Sebenarnya ‘gini, kami melakukan research tentang film-film yang menjadi box office di Indonesia. Nah, hasilnya film-film yang sukses itu diambil dari point of view perempuan. Misalkan, Habibie Ainun, itu film tentang Ibu Ainun, bukan Pak Habibie. Terus Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, AADC, dan lain-lain. Ini yang kami garap dengan tim publicist, ‘gimana caranya kita bikin film intinya celebration of woman. Jadi perempuan yang menonton film ini di rentang usia berapa pun bisa related [merasakan pengalaman yang sama].

bagaimana cara kamu membuat 3 Nafas Likas agar bisa terasa dekat dengan penonton?
Ini film dengan jenis character driven, jadi film ini bergerak karena pergerakan karakternya. Yang lain tinggal mengikuti evolusi karakternya. Itu yang justru gue angkat dan dalami. Misalnya ‘apa sih yang dialami oleh perempuan di umur 13 tahun atau remaja?’ ‘pilihan gue tepatkah dalam hidup ini?’ yang perempuan lain juga rasakan sekarang ini.

apakah ada ketakutan tersendiri dengan 3 Nafas Likas, bila misalkan tidak box office?
Itu kita kembalikan lagi kepada penonton. Kami sudah berusaha yang maksimal dan terbaik. Seperti yang tadi gue bilang, ini film yang bagus dari segi konten dan komersial. Buat gue, ini adalah film yang eksklusif. Karena belum pernah ada film yang mengangkat tokoh Likas dan budaya Karo sebelumnya.

terakhir, adakah target untuk mendapat Piala Citra lagi untuk film biopic ini?
Buat gue, itu sih bonus, hahaha. « [foto[email protected]]

SHARE