Bila Ada yang Lain di Hati Dia

0
345

Anda dan dia saling cinta. Tapi itu dulu, sekarang?

laki playboy

Anda cinta dia. Dia cinta Anda. Lalu kalian berjanji untuk saling mencinta sehidup semati. Rasanya, seperti dunia milik berdua dan tidak ada hal lain [kecuali maut] yang mampu memisahkan Anda dan dia. Hmm, so sweet ya!

Tapi di dunia ini ada miliaran manusia. Anda dan dia tentunya tak hanya hidup dengan kerabat saja. Ada kawan, rekan kerja, klien, bahkan orang asing yang bertemu di angkutan umum atau dalam pesta malam. Dan seperti yang kita tahu: siapa yang bisa menebak cinta datang di mana?

Maka, si dia pun mulai menjauhi Anda. Mengurangi intensitas telepon dan pertemuan dengan alasan sibuk. Anda pun mempercayainya, walaupun ada sisi hati Anda yang memberontak. “Tetapi, cinta itu ‘kan artinya penerimaan dan pengertian!” begitu Anda berusaha meyakinkan diri sendiri. Sebelum Anda menemukan fakta, bahwa ada yang lain di hati si dia.

Pedih sekali tentunya. Rasanya, lebih baik dilempar dari puncak gedung pencakar langit, deh! Anda ingin bunuh diri, atau malah membunuh si dia. Tapi Anda tahu, dua hal tersebut jelas bukan hal yang patut dilakukan.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan dan harus Anda hindari, saat membunuh perasaan sakit tersebut?

1Hati yang kosong, harus diisi apa?
Tak ada orang yang suka diselingkuhi. Tapi banyak di antara mereka yang memutuskan untuk melanjutkan hubungan, dengan alasan cinta. Padahal, bukan cinta yang membuat mereka demikian: tetapi hati yang kosong. Anda takut menjalani hari tanpa si dia. Atau, menjalani hari sendirian sementara dia telah bersama yang lain. It will be such a disaster.

Tapi sekali selingkuh, suatu saat pasti akan terulang. Seperti kucing yang suka mencuri makanan. Jadi, kalau Anda takut akan kekosongan hati, ada baiknya Anda cari pengisi lain. Mulai membuka diri, menghubungi kawan-kawan yang Anda tinggalkan lantaran si dia, dan ikutlah acara-acara yang sedang ngetrend di kota.

2Labrak? Oh no
Melihat cinta lain si dia, rasanya kebencian jadi memuncak. Anda ingin sekali menyeret orang itu keluar dari rumahnya, menggunting rambutnya hingga gundul dan melemparkannya sejauh mungkin. Tapi ingat, bahkan makian Anda bisa dilaporkan ke polisi, lho!

Untuk keselamatan dan citra diri Anda, lebih baik hindari acara labrak-labrakan. Selain terlihat kampungan, Anda jadi terlihat “cinta banget” dengan kekasih Anda yang tidak setia. Be a lady/man, dengan mendiamkan selingkuhan kekasih Anda. Niscaya mereka akan menganggap Anda seperti seseorang yang anggun.

3Tak perlu mudah memaafkan
Kita diajarkan untuk saling memaafkan. Tetapi, banyak orang yang lantas menggampangkan kata maaf. Mungkin si dia baik. Atau cari selamat. Lalu meminta maaf kepada Anda sambil menangis-nangis di depan pintu rumah. Terlihat manis, ya?

Tapi jangan mudah luluh. Anda memang tak perlu memaki dia dengan berbagai sebutan di dunia ini. Tetapi Anda juga tak perlu berkata, “sudah kumaafkan karena aku sayang kamu, selalu.” Selain membuat Anda terlihat tidak tegas, si dia juga akan menganggap Anda gampangan dan terlalu cinta sama dia.

Diamkan saja dia. Atau, balas saja dengan perkataan, “Ya sudah.”, atau pernyataan singkat lain yang membuat rasa bersalah dia makin memuncak.

4Balas dendam? Boleh sih, tapi..
Eye for an eye merupakan moto yang biasa dipakai korban perselingkuhan. “Kan dia, selingkuh! Jadi aku juga akan selingkuh biar dia sakit hati!” Tapi hal ini justru akan membuat hidup Anda makin rumit. Lagipula, dengan melakukan hal tersebut, Anda akan menyakiti hati lain: lelaki/wanita yang jadi pelarian Anda.

Jadi, jangan pernah melakukan hal ini: pura-pura memaafkan si dia, padahal Anda sedang mencari cara dan orang lain untuk balas dendam. Bayangkan kalau Anda di posisi si dia yang menjadi pelarian Anda. Sakit, kan?

5Ngadu? Nggak zaman, lah…
Anda mungkin sudah dekat dengan keluarganya. Sudah dianggap seperti anak sendiri. Perselingkuhan semacam ini tentunya berat bagi Anda, lantaran musti menjelaskan pada keluarganya mengapa Anda dan dia tak bisa bersama lagi.

Jelaskan kepada keluarganya, dengan kalimat yang baik, alasan mengapa Anda dan si dia putus hubungan. Tapi jangan memanas-manasi keluarganya, ya? Karena, selain membuat suasana keluarga orang jadi tidak kondusif, bagaimana kalau si dia menjelek-jelekkan Anda di depan keluarganya? Sebagai alasan kuat mengapa ia akhirnya berselingkuh. Nanti, nama Anda yang jadi jelek di hadapan keluarganya. «[teks @intankirana | foto welovedates]

SHARE