Bimbim Slank Angkat Suara untuk Sumpah Pemuda

0
7172

Indonesia perlu sadari mimpi bersama, Bimbim Slank

bim bim“Harusnya di era reformasi juga kemajuan teknologi yang sedemikian rupa, apalagi globalisasi, kita harus bisa mengentalkan identitas sebagai seorang Indonesia,” ujar Bimbim tegas.

Itu adalah jawaban Bimbim mengenai Sumpah Pemuda serta kekhawatirannya akan anak muda yang mulai bergerak ke arah apatis. Ditemui saat latihan Slank di Potlot, pria yang menjadi kakak kandung kaka Slank ini berujar jika 28 Oktober  1928 adalah momen bersejarah bagi bangsa ini. Ketika para pendiri bangsa dari berbagai daerah berkumpul di Jakarta untuk mengucapkan janji persatuan.

“Tapi akhir-akhir ini gue melihat persatuan itu makin luntur di antara anak muda. Gampang kepecah belah dan egoisme masing-masing individu dikedepankan,” tambah pria berusia 47 tahun ini.

Lelaki yang menjadi pendiri band rock Slank ini melihat bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan SARA mudah sekali memicu konflik.

Maka penting untuknya, jika momen Sumpah Pemuda dimaksimalkan oleh seluruh kalangan. Agar mau sekali lagi mengingat identitas kebangsaan Indonesia itu memang berdasarkan keberagaman.

“Selain itu dibutuhkan juga peran pemerintah untuk mau ambil peran untuk mengedukasi itu,” kata pria bernama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi.

Dari semua hal, menurut drummer Slank ini, yang perlu dipetik dari hari Sumpah Pemuda ialah ini sebagian kecil cita-cita bangsa Indonesia –yang mulai terlupakan. Dikatakan olehnya bahwa kita perlu menyadari asa bersama sebagai bangsa. “Jangankan bangsa, kelompok saja jika tidak punya cita-cita apapun tidak akan ke mana-mana. Maka itu kita perlu menyadari cita-cita bersama kita, agar mewujudkannya juga sama-sama.”

Selama 30 tahun band rock n’ roll ini berdiri, Bimbim mengaku kerap menularkan virus bernama PLUR [Peace, Love, Unity, Respect] kepada para slankers. Itu adalah wujud kepeduliannya akan pemuda bangsa Indonesia. Ketika konser, lewat lagu, ataupun ucapan dalam album, Slank coba meneriakkan isu yang mengusik di kepala tiap personelnya.

“Manusia itu hidup dengan kebiasaan. Kalau otaknya terbiasa dengan hal-hal yang hancur dan buruk terus, maka dia akan buruk juga. Jadi tiap tahun kami bikin lagu tema sosial untuk slankers supaya mereka dapat ‘gizi’ yang bagus,” pungkas Bimbim Slank. « [teks[email protected] | foto[email protected]]

SHARE