Celebrity Fact: Susi Pudjiastuti, Menteri Nyentrik

0
7562
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan berijazah SMP yang sukses


Susi Pudjiastuti

Kabinet pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla yang disebut sebagai “Kabinet Kerja” telah diumumkan Ahad, 26 Oktober kemarin. Dari 34 menteri yang sudah terpilih, masuk satu nama yang sosoknya mendadak menjadi pembicaraan ramai di ranah Twitter: Susi Pudjiastuti.

Ia menempati pos Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk periode kerja 2014-2019. Ia merupakan salah satu perempuan yang menjadi pusat perhatian karena sukses dengan usaha yang dirintisnya sendiri dari bawah hingga saat ini berhasil menjabat sebagai menteri.

Susi asal Pandandaran, lahir 15 Januari 1965. Ia memiliki tiga orang anak yaitu Panji Hilmansyah, Nadin Pascale, dan Alvy Xavier dari pernikahannya dengan pria asal Jerman bernama Christian von Strombeck, yang merupakan seorang pilot.

Menarik mencari tahu tentang sepak terjang sosok Menteri Kelautan dan Perikanan ini. Berikut hasil riset kami dari dunia maya tentang Susi.

» Memiliki impian menjadi ahli kelautan. Sejak kecil Susi sudah tertarik dengan dunia kelautan. Sampai akhirnya ia sukses menjadi penguasa hasil laut dan menjelma menjadi pengusaha eskpor ikan.

» Memilih drop-out di bangku kelas 2 SMA. Susi Pudjianto dikenal sebagai anak pandai, tapi ia memilih keluar dari SMA. “Saya merasa nggak happy saja. Untuk apa saya lanjutkan? Ini hidup saya. Saya ingin memutuskan sendiri hidup saya.”

» Anak sulung dari seorang juragan. Susi anak sulung dari tiga bersaudara. Orangtuanya juragan sapi dan kerbau. Kakek Susi juga dikenal sebagai tuan tanah.

» Sempat berjualan bed cover. Karena berhenti bersekolah, Susi tidak memiliki kegiatan, hingga akhirnya ia berjualan bed cover dari rumah ke rumah. Ia tidak merasa malu, karena menurutnya pekerjaan yang ia lakukan masih halal.

» Dari pengepul ikan hingga menjadi presiden direktur. Berawal di tahun 1983, Susi mengawali bisnis sebagai pengepul ikan di Pantai Pangandaran. Perkembangan bisnisnya cukup sukses dan ia akhirnya mendirikan pabrik pengolahan ikan pada tahun 1996 dengan nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product.

» Membeli pesawat seharga Rp 20 miliar. Perjalanan bisnis pengolahan ikannya sukses, Susi memutuskan membeli Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar dengan menggunakan pinjaman bank. Pesawat satu-satunya yang ia miliki itu digunakannya mengangkut lobster dan ikan segar untuk dikirim ke pasar Jakarta dan Jepang.

» Pesawat penolong pertama saat Tsunami Aceh. Pada tahun 2004, saat terjadi bencana tsunami Aceh, Cessna milik Susi tercatat menjadi pesawat pertama yang mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada korban yang berada di wilayah terisolasi.

» Susi mengubah arah bisnis dan membangun maskapai penerbangan. Susi Air memiliki jumlah pesawat 49 dengan tipe pesawat yaitu 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Terdapat 180 pilot dengan 175 pilot asing dan sisanya pilot dalam negeri.  Ada 5 pangkalan utama yang melayani penerbangan yakni di Medan [Sumatera Utara], Kendari [Sulawesi Tenggara], Jawa Tengah [Cilacap], Jawa Barat [Pangandaran dan Bandung], Balikpapan [Kalimantan Timur], dan Jayapura [Papua].

» Mendirikan sekolah pilot. Usahanya tak berhenti di situ saja, Susi lagi-lagi melebarkan bisnis penerbangannya dengan membuka sebuah sekolah pilot Susi Flying School, PT. ASI Pudjiastuti Flying School.

» Tato di bagian tubuh dan merokok. Susi diketahui memiliki tato di bagian kakinya, bergambar burung merak dan lobster. Sempat beberapa kali tato tersebut tertangkap kamera. Bahkan menteri yang baru diresmikan ini sempat merokok di depan Istana.

» Wanita karier dengan berbagai jabatan. Susi Pudjiastuti membuktikan usahanya dalam dunia wirausaha meskipun dirinya adalah seorang perempuan yang tidak tamat SMA.

CEO of PT. ASI Pudjiastuti [Marine]
CEO of PT ASI Pudjiastuti Aviation [Susi Air]
CEO of PT ASI Pudjiastuti Flying School [Susi Flying School]
CEO of PT ASI Geosurvey
Board of Advisor of HNSI [Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia]
Independent Environmental Activist
Ketua Komite Pembangunan UKM Kadin Indonesia

Mendapatkan penghargaan atas kerja kerasnya:
2004: Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat
2005: Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia
2005: Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter dari Presiden RI
2005: Metro TV Award for Economics
2005: Inspiring Woman
2005: Eagle Award dari Metro TV
2009: The Best Indonesia Berprestasi Award dari PT. Exelcomindo Pratama
2009: Sofyan Ilyas Award dari Menteri Kelautan dan Perikanan
2010: The Indonesian Small & Medium Business Entrepreneur Award; by Ministry of Cooperative & SMEs
2011: Ganesha Widya Jasa Aditama Award; by Institut Teknologi Bandung, 2011.
2011: U.S; by APEC, 2011.
2014: People of The Year 2013; by MNC Group Newspaper [Koran Sindo]

Award For Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy; APEC Women and the economy summit [WES]. « [teks[email protected]/ berbagai sumber | foto jokowi.co.id]

SHARE