Makan Kerang Saat Hamil Penyebab Anak Autisme?

0
1754

Apa hubungannya ibu hamil yang suka makan kerang dengan autisme?

child-autism-20140504

Banyak orang yang mengetahui bahwa penyebab dari lahirnya seorang anak yang menderita autisme atau kelainan perkembangan syaraf akibat kelainan genetik. Namun, Dika, salah satu grand finalist HiLo Green Ambassador telah menemukan bahwa ada faktor lain yang dapat mempengaruhi seorang anak terlahir autis.

Pria yang kini menjadi dokter muda RSUD Dr. Saiful Anwar menemukan bahwa limbah logam berat juga berpengaruh sebagai faktor anak lahir dengan autisme. Ia telah melakukan sebuah penelitian dengan hasil yang menjelaskan, bahwa seorang ibu hamil yang suka memakan makanan laut jenis kerang atau kupang dapat beresiko melahirkan anak dengan autisme.

Mengapa kerang bisa menjadi faktor terhadap autisme? Pria yang kini sedang menyelesaikan studi S2 Biomedical di Universitas Brawijaya ini meneliti bahwa, kerang atau kupang yang berada di pantai daerah industri telah tercemar oleh limbah logam berat. Contohnya saja, di Kediri. Yang dikenal dengan kota industri.

Bertahun-tahun lalu, kebanyakan pabrik industri membuang limbahnya begitu saja ke sungai-sungai sekitar. Dan limbah tersebut terbawa hingga ke pantai dan mengakibatkan kerang dan hewan laut sejenisnya terkontaminasi oleh zat-zat limbah pabrik industri.

Setelah dilakukan penelitian, Dika menemukan, bahwa 71 persen darah anak dengan autisme ditemukan kandungan logam berat. Tidak hanya itu, bahwa kandungan itu juga ditemukan di 41 persen urin anak dengan autisme. Lebih jauh lagi, Dika mengungkapkan bahwa terdapat endapan logam berat pada ujung-ujung syaraf anak-anak dengan autisme tersebut.

dika 1Pria asal Jawa Timurv ini pun telah melakukan berbagai macam penelitian lebih lanjut, dan salah satunya dari penelitian Walner A.L tahub 2008, yang telah dibuat jurnalnya tahun 2013, bahwa ia telah melakukan penelitian pengaruh memakan kerang kepada wanita sebelum hamil, ketika hami dan setelah melahirkan.

”Hasilnya, jika suka makan kerang dengan lokasi pantai yang sudah tercemar di trimester pertama dan kedua masa kehamilan, ternyata memang 71 persen anaknya jadi autisme,” ujar Dika ketika menjelaskan penelitiannya itu.

Karena kepeduliannya kepada lingkungan itulah ia tergerak untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Sebagai pria yang peduli pada lingkungan ia pun melakukan revitalisasi pada tanaman mangrove di sekitar pantai yang telah tercemar limbah logam berat.

Setelah melakukan penanaman kembali hutan-hutan mangrove, di salah satu daerah di Jawa Timur, Dika pun melakukan uji coba untuk mengetahui kualitas kandungan limbah pada air. Tiga bulan sejak penanaman, ia mulai mengamati bahwa hutan mangrove berhasil tumbuh.

Mangrove dipilih karena melalui akar-akranya, dapat menyerap kandungan logam yang terdapat pada air di sekitar pantai yang telah tercemar. Dika kemudian mencoba menaruh ikan di sekitar pantai yang telah ditumbuhi mangrove. Ia juga menaruh ikan di lokasi yang jaraknya 500 meter dan satu kilometer dari tepian yang ditumbuhi mangrove.

Hasilnya, ikan yang dilepas di pantai yang ditumbuhi mangrove, waktu hidupnya lebih lama dibanding dengan lokasi lainnya. Dengan kata lain, hutan mangrove berhasil membantu mengurangi dampak dari lombah logam yang mencemari air di sekitar pantai.

Karena penelitiannya tersebut, Dika berhasil terpilih sebagai Pangeran Lingkungan Hidup di tahun 2005 dan mendapat kepercayaan dikirim dalam program kerja sama dengan pemerintah di Australia.

Pria yang pernah mendapatkan medali emas di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ini pun tengah melanjutkan studinya mengenai keterkaitan dampak kerang yang tercemar limbah terhadap penderita autisme. Ia dengan senang hati akan membantu memberikan informasi mengenai kasus yang satu ini.

Sebagai salah satu grand finalist HiLo Green Ambassador, Dika siap menginspirasi generasi muda untuk lebih peka dan peduli terhadap lingkungan. Sayangnya, Dika tidak terpilih sebagai pemenang HiLo Green Ambassador. Namun, Dika tetap dengan kepeduliannya untuk selalu menjaga lingkungan.

Pada penyelenggaraan HiLo Green Ambassador 2014 ini, memang banyak sekali anak-anak muda yang berbakat di berbagai hal sekaligus peduli dengan lingkungan seperti Dika. Dan pada malam final lalu, Merrie Elizabeth perwakilan DKI Jakarta 1 terpilih sebagai pemenangnya. Merrie tentu tidak sendiri dalam mengemban tugasnya menginspirasi anak muda untuk lebih cinta lingkungan.

Selain Merrie, Muhammad Carlos terpilih sebagai 1st runner up, Hendita sebagai 2nd runner up serta total 16 grand finalist HiLo Green Ambassador akan sama-sama membuat lingkungan di sekitar kita menjadi lebih hijau dan lebih lestari, demi kehidupan yang lebih baik juga di kemudian hari. « [teks @nandiyanti | foto Nutrifood, Shutterstock]

SHARE