Sebastian Gunawan: Dark Ladies

0
354
Sebastian Gunawan di Bazaar Fashion Festival 2014
Sebastian Gunawan di Bazaar Fashion Festival 2014

The funeral show bisa jadi sebutan tepat untuk menamai koleksi terbaru Sebastian Gunawan..

Sebastian Gunawan di Bazaar Fashion Festival 2104 (1)

Pemakaman identik dengan sesuatu menyeramkan, kehilangan, juga duka mendalam. Namun siapa sangka bahwa dalam prosesi pemakaman, ada beberapa keindahan yang layak dijadikan inspirasi.

Ini bukan perkara kematian. Atau hantu-hantu yang akan datang saat Halloween. Namun dalam pemakaman, sempatkah kita mengenakan busana-busana yang dikenakan untuk menandakan kesedihan? Semuanya berwarna hitam dan kelam. Namun bukan berarti asal-asalan. Karena dalam busana-busana penyambut kematian, ada keindahan berbeda yang dapat kita tangkap. Seperti yang ditunjukkan oleh Sebastian Gunawan dalam penutupan Bazaar Fashion Festival di Jakarta Convention Center, beberapa waktu yang lalu.

Desainer berusia 48 tahun ini memang memiliki sepasang tangan yang lihai. Dari tiap rancangannya, dapat kita lihat garis-garis lembut yang memancarkan keindahan tubuh para wanita. Maka, ia tak hanya selalu berkutat pada satu tema rancangan saja. Seperti pada Magnum Fashion Show beberapa waktu lalu, ia mempersembahkan busana wanita yang cenderung feminin dan manis. Hal ini dapat kita saksikan melalui penggunaan warna pink dan merah yang soft, ball-gown dengan chiffon, juga mini-skirt yang menampilkan sisi muda seorang wanita.

Sebastian Gunawan di Bazaar Fashion Festival 2104 (3)

Namun dalam Bazaar Fashion Festival ini, ia menampilkan wanita dalam wujud yang berbeda. Kental dengan nuansa dingin, sunyi, dan sendu. Yang ditegaskan dengan penggunaan warna-warna gelap, juga bahan sutra pada beberapa bagian. Namun bukan berarti ia tak konsisten. Karena, toh, wanita bisa hadir dalam bentuk apa saja, bukan? Hal semacam ini seperti menegaskan kekayaan imajinasi dari desainer yang dijuluki “Asian Coutoure Extraordinaire” ini.

Nuansa kental wanita Eropa

Desain Sebastian Gunawan kental dengan nuansa Eropa. Untuk itu, dalam setiap rancangannya, kita senantiasa menemukan nuansa gaun malam megah [ball-gown] bersiluet  klasik, yang biasa dikenakan oleh wanita Eropa pada masa bourgeouise. Ditambah dengan sarung tangan dan ornamen lain semacam cartwheel hat renda, nuansa Eropa yang anggun semakin kental saja.

 

Sebastian Gunawan di Bazaar Fashion Festival 2104 (2)

Palet hitam, merah maroon, dan hijau tua yang dominan mengukuhkan kesan gelap. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yang dikenakan para wanita dengan kedudukan tinggi dalam pemakaman-pemakaman agung. Dekorasi lilin, serta aplikasi nude make-up pada wajah para peraga pun memperkuat kesenduan tersebut.

Maka, kala melihat peragaan busana ini, rasanya seperti mendengar alunan musik yang begitu menyayat hati. Dan seperti kematian, maka pantaslah bila koleksi terbaru Sebastian Gunawan ini menutup festival fesyen yang hadir tiap setahun sekali tersebut. Memang gelap, penuh misteri, tetapi bisa jadi indah.« [teks & foto @intankirana ]