Tinggalkan Saja Lelaki Ini!

0
269

Kriteria lelaki yang tak sepantasnya menjadi pendamping hidup Anda

womanizer

Kaya, pintar, tampan, setia. Kriteria mengenai lelaki yang pantas dijadikan suami, sepertinya hanya berkisar pada empat hal tersebut. Jadi, kalau si dia tidak memiliki empat kriteria tersebut, buat apa hubungan Anda diteruskan hingga jenjang pernikahan?

Sebetulnya, pemikiran tersebut sah-sah saja. Empat hal tersebut memang menjadi tolok ukur paling mudah untuk menilai seorang pria. Namun rupanya, ada kriteria khusus, yang tak kalah penting untuk diperhatikan, lho! Hal-hal ini nampaknya remeh. Tetapi, bila Anda abaikan, akibatnya akan fatal. Jangan sampai Anda terjebak dalam lembaga pernikahan, dengan seseorang yang tak pantas.

Nah, mau tahu lelaki macam apa yang sebaiknya tak Anda jadikan suami?

1Punya mobil, punya rumah, tapi…

…Punya sang papa. Sebenarnya sih, sah-sah saja memakai mobil atau rumah dari orangtua. Bukankah sudah selayaknya orangtua memberikan yang terbaik pada anak? Tapi yang harus Anda hindari adalah, lelaki yang menggantungkan materi pada orangtua. Alias, malas berusaha.

Jadi, kami punya seorang kawan. Dia anak orang berada. Kaya, sudah pasti. Tampan pula. Wah, banyak sekali perempuan yang ingin jadi kekasihnya. Seolah masa depan sudah terjamin bila bersama dengannya. Soalnya, tabungan orangtuanya, seolah tak habis-habis. Namun lantaran terlalu dimanja, ia akhirnya menjadi pemalas, termasuk dalam mencari kerja.

Well, tidak ada ‘kan, mantra untuk menggandakan uang warisan di bank?

2Seperti air laut

Bukan, bukannya menyegarkan seperti air. Tapi ia punya mood yang pasang surut layaknya air laut. Hari ini, baiknya selangit. Tapi besok, Anda mungkin dianggap sebagai musuh terbesar. Perkataan Anda yang sebetulnya biasa saja, bisa diartikan bermacam hal oleh si dia. Misalnya, Anda menanyakan dengan sopan apakah hari ini Anda jadi jalan berdua [sesuai janjinya kemarin]. Bukannya mendapatkan jawaban, Anda malah dimarahi habis-habisan.

Bingung? Sudah pasti. Marah? Mungkin. Tapi jangan bingung untuk memutuskan apakah si dia layak dipertahankan. Karena, Anda tidak mau ‘kan, pernikahan Anda jadi seperti kapal yang diterjang badai?

3Ringan tangan

Artinya bukan suka membantu. Tetapi, begitu mudahnya melayangkan tangan ke wajah Anda. Kalau soal ini sih, enough said. Anda tentunya tidak mau pernikahan berakhir lantaran kematian Anda, ‘kan?

4Menyombongkan diri

Anda benci, ‘kan, dengan orang yang suka membanggakan diri? Sekali dua kali boleh lah, tetapi kalau berkali-kali? Alih-alih terlihat hebat, orang-orang semacam itu justru akan dicap pembohong [dan biasanya mereka memang suka bohong]. Dan tak hanya bohong, orang semacam itu juga punya kecenderungan untuk menjadi egois.

Lelaki egois, bukan lelaki yang tepat untuk dijadikan suami. Alih-alih “dilindungi” dan diperhatikan, ia justru akan sibuk dengan dirinya sendiri,

5Malas keluar uang

Bukan berarti Anda harus menjadi wanita matrealistis. Tapi Anda tentunya tidak mau menghabiskan waktu dengan orang yang lebih mencintai uang ketimbang Anda. Kalau perhitungan dalam beberapa hal, mungkin tidak apa-apa. Tapi kalau sudah parah? Apalagi bila ia lebih rela kalau Anda yang mengeluarkan uang.

Bisa jadi, Anda dibiarkan terlunta-lunta, saat menikah nanti.

6Womanizer

Sudah jadi rahasia umum kalau wanita adalah kelemahan utama pria. Terutama, bila mereka punya banyak uang. Tapi masih banyak, kok, lelaki yang bisa menahan hawa nafsunya? Setidaknya, mencukupkan diri hanya dengan satu wanita saja.

Kalau dia sudah menunjukkan gelagat suka merayu wanita, hobi dengan konten porno, dan hal-hal semacam itu, sudahlah. Tak perlu memberikan hati sepenuhnya, pada lelaki yang gemar membagi hati. «[teks @intankirana | foto 360nobs]

SHARE