Beda Negara, Beda Pula Cara Merayakan Halloween

0
522
halloween
halloween

Yuk simak budaya-budaya negara dengan perayaan Halloween 

Perayaan Halloween yang jatuh setiap 31 Oktober, ternyata memiliki tradisi dan budaya di tiap masing-masing negara. Halloween yang identik dengan hantu, horor, dan pesta kostum ternyata berlaku di beberapa negara saja. Budaya yang berbeda memiliki cara mereka untuk merayakan Halloween. Simak negara-negara yang merayakan Halloween dengan cara berbeda.

1. Austria

All Saints Week

Di Austria, pada 31 Oktober – 2 November akan dirayakan dengan All Saints Week yang merupakan hari perayaan untuk orang-orang yang sudah meninggal. Penduduk Austria akan pergi ke makam kerabat atau keluarga yang sudah meninggal. Mereka memasang lilin di sekitar areal makam dan menghiasnya dengan bunga atau pita.

Tidak hanya itu, warga Austria meninggalkan roti dan segelas air di meja makan sebelum mereka tidur. Mereka percaya roh orang yang sudah meninggal akan kembali ke bumi. Di akhir minggu perayaan All Saints Week, warga katolik berkumpul bersama mengadakan misa untuk orang yang sudah meninggal sebagai peringatan mereka masih tetap diingat.

*****

2. Cina

teng chieh

Di Cina, pada 31 Oktober merupakan hari perayaan untuk orang-orang yang sudah meninggal atau disebut juga sebagai Teng Chieh. Warga Cina berkumpul malam hari dan membawa bunga, makanan, foto untuk diletakkan di makam kerabat atau keluarga.

Mereka juga membakar lentera dengan tujuan agar roh kerabat mereka dapat dituntun ke jalan yang benar ke bumi. Untuk yang beragama Buddha, mereka berkumpul di wihara dan melepas kapal yang terbuat dari kertas di air. Budaya ini disebut sebagai boats of the law. 

Hal ini bertujuan untuk 2 hal yaitu untuk mengingat orang-orang yang sudah meninggal dan mendoakan orang-orang yang meninggal dengan cara tidak wajar agar bisa naik ke surga dan hidup tenang.

*****

3. Mexico

El Dia de los Muertos

Mexico menyebut perayaan Halloween sebagai El Dia de los Muertos atau the day of the dead yang berarti perayaan bagi orang yang sudah meninggal. El Dia de los Muertos dimulai pada 31 Oktober sampai dengan 2 November. Semua orang Mexico berkumpul di sebuah makam kerabat atau keluarga yang mereka cintai.

Dengan membawa lilin, permen, air, bunga, foto, dan makanan mereka melakukan piknik. Mereka percaya bahwa hari tersebut adalah hari saat roh orang yang sudah meninggal akan kembali ke bumi dan pulang ke keluarga mereka. Di hari terkahir peryaan El Dia de los Muertos, sang keluarga atau kerabat akan merapikan makam dengan memotong rumput liar di sekitar makam bahkan mengecat kembali makam mereka.

*****

4. Jepang

obon

Di Jepang, Halloween dikenal sebagai Obon Festival atau biasa dikenal dengan Matsuri atau Urabon. Lentera merah digantung di sepanjang jalan selama festival. Hampir sama seperti di Cina, mereka juga menghanyutkan lilin yang dimasukkan ke dalam lentera kertas. Ini bertujuan agar roh yang akan kembali ke bumi bisa kembali dengan selamat yang diarahkan oleh sinar lilin. Lilin yang dimatikan pertanda bahwa perayaan sudah berakhir dan roh bisa kembali ke surga.

*****

5. Filipina

Pangangaluluwa

Walaupun budaya Halloween yang disebarkan oleh budaya Amerika, sebagian orang Filipina masih merayakan budaya tradisional untuk merayakan hari kematian. Perayaan yang disebut dengan Pangangaluluwa lebih menceritakan kebaikan-kebaikan yang dulu pernah dilakukan oleh orang yang sudah meninggal.

Dalam Pangangaluluwa ini orang-orang yang biasanya membentuk sebuah kelompok, bernyayi dari rumah ke rumah dengan tujuan untuk mendoakan roh-roh yang masih terjebak. Pintu yang diketuk harus memberikan makanan atau uang tunai. Seringnya, anak-anak diberikan sebuah kue beras yang disebut dengan “suman” untuk hadiah.  « [teks @chrissjee | foto berbagai sumber]

SHARE